Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Arsitek - Just a survivor

Just a stroke survivor : stroke dan cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Bukan Sekadar Berkuda di Funabashi Hoten

16 Januari 2018   10:34 Diperbarui: 16 Januari 2018   13:08 997
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

***

Letaknya sekitar 200 meter dari apartemen Michelle. Sebuah lokasi yang cukup strategis, dekat dengan per-enaman Funabashi Hoten, berbukit2 dan dipenuhi pepohonan, yang waktu itu tidak ada daun2nya karena musim dingin. Tenang dan nyaman. Dan ketika weekend, banyak anak2 dan keluarga datang berkunjung untuk latihan berkuda atau hanya sekedar bermain2 saja, sebagai fasilitas rekreasi perkotaan bagi keluarga Jepang.

Dan sepertinya, tempat ini bukan hanya fasilitas berkuda local saja, tetapi juga mungkin regional. Etika ada even berkuda sambil berjudi, malam Natal 24 Desember 2017 lalu, ternyata yang datang dari seluruh pelosok regional Chiba, datang. Dan Funabashi Hoten, tempat 'ndeso' itu, berubah menjadi tempat ramai dan penuh sesak untuk kota itu .....

Jika mereka naik mobil, parkirnya ada di seberangnya, dan berjalan kaki melewati penjaganya. Pantesan saja, parkirnya sangat luas. Ternyata memang tempat berkuda ini sangat regional. Walau sebagian besar mereka datang bergerombol naik kereta dan 30 menit berjalan kaki kesana, ketika Malam Natal kemarin, tetapi juga ternyata tidak sedikit yang berkendara dari luar kota ini. Dan parkir nya pun, penuh sesak, pertama yang aku lihat ketika itu.

Oya, jangan lupa! Parkir sepeda pun penuh sesak. Dengan warga yang mengikuti even ini. Ketika even berkuda dan berjudi ini, adalah sore sampai malam, dan yang datang adalah warga dewasa dengan kostum resmi hitam.

Waktu kami pulang hari itu dari Harajuku, keluar dari stasiun Funahashi Hoten, jam 6.00 sore, banyak sekali orang2 Jepang memakai baju resmi hitam2 berbondong2 menuju stasiun. Banyak sekali! Dan memenuhi jalan kendaraan. Sampai kusi rodaku susah untuk melawan arus mereka.

Mereka tertawa2 gembira, dan beberapa lembar kertas bertuliskan kanji terbang, karena angin besar dan dingin. Aku mengambilnya, dan kata Michelle, itu adalah 'tanda judi'. Belasan kuda dengan nama2 masing2, serta jokinya, dan nilai Yen yang bertebaran, diisi masing2 pengunjung.

www.japanracing.jp - Ini 'betting card', dengan huruf cacing. Dan kartu ini banyak beterbangan disekitar area ini
www.japanracing.jp - Ini 'betting card', dengan huruf cacing. Dan kartu ini banyak beterbangan disekitar area ini
Malam itu,adalah Malam Natal. Jam 7.00 an, angin bertiup cukup besar. Membawa hawa dingin yang membuat aku menggigil walau memakai baju rangkap 4. 

Orang2 yang datang ke even berkuda ini, memang resmi memakain hitam2, dan long coat, karena benar2 dingin. Menarik, ketika aku melihat mereka berbondong2 berjalan berbalikan arah denan aku dan aku menyeruak gerombolan mereka, sambil tertawa, aku seakan melihat gerombolan vampir2 hitam, yang berbondong2 tertawa, mengarah padaku, hahaha ......

Dan semakin mendekati apartemen michelle, memang semakin ramai, karena mereka keluar dari beberapa pintu, dan salah satu pintunya adalah daerah apartemen Michelle. Walaupun sangat ramai mungkin sampai ratusan (bahkan ribuan? Karena tempatnya besar sekali!) orang, tetapi tidak satupun yang membuang sampah sembarangan!

Memang ada berlembar2 kertas berserakan, tetapi aku yakin, itu karena tertiup angin, karena aku melihatnya sendiri. Dan mereka agak kerepotan untuk mengambilnya. Tetapi petugas atau polisi setempat membantunya untuk membuang kertas2 yang sudah tidak terpakai lagi, salah satunya untukku, untuk dikoleksi dan dipelajari, hihihi .....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun