Christie Damayanti
Christie Damayanti Arsitek

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Kuliner

'Potluck' : Kegiatan Kebersamaan dalam Kasih

8 Juli 2011   04:47 Diperbarui: 26 Juni 2015   03:50 19042 2 5
'Potluck' : Kegiatan Kebersamaan dalam Kasih
13100996531336244915

By Christie Damayanti

[caption id="attachment_121363" align="aligncenter" width="610" caption="nwkniterati.com"][/caption]

Sejak adikku tinggal di Amerika mulai tahun 1994 sampai sekarang, aku dan keluargaku setiap akhir tahun selalu kesana, merayakan Natal bersama. Jadi, aku memang sering mengamati kebiasaan2 orang2 disana, termasuk kebiasaan orang2 Indonesia disana.

Salah satu yg aku mau ceritakan adalah tentang 'kebersamaan' dengan teman2 kelompok2 tertentu untuk berbagi kasih. Dan karen kehidupan keluarga adikku selalu behubungan dengan kelompok2 teman2 dari Indonesia ( walau tetap berhubungan dengan teman2 lokal Amerika ), keberamaan ini biasanya ada di kelompok Gereja mereka.

Keadaan keluarga di 'tempat jauh' ( Amerika ) tentu banyak terserang 'homesick' dan mereka selalu berkumpul bersaa untuk berbagi suka dan duka. Salah satu kebersamaan mereka adalah 'berpesta bersama' di tempat2 yg berganti2 ( misalnya Gereja, rumah2 merka, taman, dan sebagainya ). Ini bukan pesta biasa, tetapi hanya untuk sedikit bersenang2 menikmati weekend. Dan biasanya, mereka berpesta tanpa biaya, artinya biayanya sedikit sekali karena masing2 keluarga membawa makanannya sendiri2 dan mereka saling 'sharing' makanan dan minuman, disebut 'potluck'.

1310099751848536373
1310099751848536373

Berbagai jenis makanan dari masing2 kita dengan tempat yang bermacam2. Biasanya, langsung di angkat dari oven. Konsepnya 'acak' tanpa di desain, tetapi inilah yg membuat kebersamaan itu .....

Biasanya, sring diminta bergilir : siapa yang membuat 'salad' ( entrée ), siapa yang membuat menu utama, atau 'snack' atau tamhanannya ( kerupuk, rempeyek, acar khusu ) dan siapa yang membuat dessert ( jus buah, pudding atau cake ).

Potluck adalah kumpulan orang di mana setiap orang atau sekelompok orang memberikan kontribusi sepiring makanan untuk dibagi di antara grup. Meliputi : makan minum seadanya dengan membawa dan membagi2kan piring dan gelas untuk masing2 dari mereka. Dan biasanya, bisa piring2 dan gelas2 itu bukan 'sekali habis buang' ( tetap ada sih, yang 'sekali habis buang', walau tidak banyak, jika memang 'terpaksa' ), tapi mereka berusaha mencucinya sendiri untuk menghemat biaya.

Rasa "makan bersama, dimana para tamu membawa makanan mereka sendiri", tampaknya telah berasal dari akhir abad 19 atau awal abad ke-20 AS, khususnya di Amerika Serikat Barat. Semua orang berpartisipasi membawa piring untuk semua untuk berbagi. Istilah ini berasal dari saat ketika kelompok perempuan Irlandia akan berkumpul bersama dan masak makan malam. Mereka hanya punya satu panci sehingga mereka memasak makan bersama dengan bahan apa pun yang mereka kebetulan punya hari itu.

Potluck makan malam sering diselenggarakan oleh agama atau masyarakat kelompok, karena mereka menyederhanakan perencanaan makan dan mendistribusikan biaya antara para peserta. Walau lebih kecil, lebih informal kumpul-kumpul dengan persiapan makanan dibagikan juga mungkin. Para tamu dapat membawa segala bentuk makanan, mulai dari hidangan utama untuk makanan penutup.

Kami ber-tiga kakak beradik, dan adik ke dua yg ada di Amerika. Karena mamaku seorang yg senang dan pintar masak, biasanya jika mereka sudah tahu kalau kami akan berkunjung kesana, maka mereka akan berlomba2 untuk mendapatkan makanan yg mamaku masak ( tentang masak memasak disana, justru dengan 'potluck' ini yg mengantarkan mamaku berjualan makanan disana dan hasilnya bisa menambah 'uang saku' kami disana ).

13100999142088932184
13100999142088932184

Mamaku yang di 'bantu' oleh papaku menyiapkan potluck untuk Gereja kita di Amerika. Setiap Sabtu, kami beramai-ramai memasak untuk 'persembahan kasih'.

Di kelompok Gereja adikku, biasanya ada Kebaktian tiap hari Sabtu sore sampai malam. Dan kami, masing2, selalu membawa banyak makanan, untuk berbagi dalam kebersamaan. Selain itu, biasanya kami membuat makanan untuk dijual dan sebagian yg laku, disumbangkan untuk Gereja mereka. Sungguh luar biasanya, hubungan kekeluargaan disana. .....

Seminggu sebelum Kebaktian, biasanya pengurus Gereja memberikan menu untuk dijual. Dan masing2 dari mereka memilihnya. Dan orang2 yg memang hendak menjual makanannya ( bukan yang di bagi2kannya ) tetap membuat makanan lebih, karena siapa tahu ada yg tidak mendapat email atau lupa untuk membalasnya. Dan biasanya, sisa makanan tidak banyak karena mereka memang sudah lebih dari 5 tahundisana, sehingga bila ada orang tua dari teman2 mereka, pasti mereka rindu masakan Indonesia, apalagi bila orang tua mereka itu pintar memasak.

Setiap Jumat sebelum Kebaktikan Sabtu, mamaku memasak banyak sekali. Untuk 'potluck' dan untuk yg mau dijual. Hari Kamis, kami selalu belanja di supermarket Asia untuk membeli bumbu2 dan bahan2 untuk membuat makanan dan snack khas Indonesia.

13100999411293088857
13100999411293088857

1310099968567184270
1310099968567184270

Beberapa supermarket Asia di Amerika untuk mencari dan membeli bahan makanan Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3