Mohon tunggu...
Teguh Christianto
Teguh Christianto Mohon Tunggu... Menulis Untuk Mengabadikan Pemikiran

Bukan Siapa Siapa Hanya Sedang Berpikir dan Mencari

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Orang Tangguh? Berani Jaga Hutan!

19 September 2019   00:57 Diperbarui: 19 September 2019   01:14 0 3 1 Mohon Tunggu...
Orang Tangguh? Berani Jaga Hutan!
(sumber: accuweather.com)

Barangkali di sana, ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita

--------------------------------

Panik, takut, dan khawatir. Itulah yang dirasakan semua orang setiap kali bencana datang melanda. Semakin rumit situasi yang diakibatkan bencana, semakin peliklah perasaan itu berkecamuk. 

Penggalan syair "Berita Kepada Kawan" di atas mencerminkan sudut pandang masyarakat kita terhadap bencana yang kerap terjadi di negeri ini. Kalau kita jujur kepada diri kita sendiri, kita juga mungkin akan bertanya-tanya mengapa ben,cana begitu "gemar mengunjungi" kita. Begitu tegakah dia melihat bangunan runtuh, rusak, terendam air? Begitu sadiskah dia mengorbankan nyawa orang-orang?

Namun, sebelum pertanyaan-pertanyaan itu semakin jauh berkembang, mari sejenak melihat beberapa peristiwa bencana yang pernah menimpa negeri kita. Tsunami Aceh tahun 2004 sempat menggemparkan dunia karena dampaknya yang sangat merugikan mulai dari korban jiwa hingga kerusakan yang sangat besar. 

Sekitar 14 tahun kemudian, tsunami menghantam bagian barat laut Banten dan selatan Lampung. Puluhan ribu orang yang terdampak juga memancing perhatian dunia. Tidak hanya tsunami, bencana gempa bumi juga tidak kalah mengkhawatirkan. 

Gempa bumi di Lombok pada akhir Juli dan awal Agustus tahun 2018 lalu mengakibatkan 546 orang meninggal dan 1.584 orang luka-luka. Beberapa bulan kemudian, berita tentang bencana gempa bumi hebat juga terdengar dari Kota Palu dan Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah. Sampai-sampai, gempa pada saat itu turut memicu tsunami setinggi 1,5 meter dan likuifaksi tanah. 

Dan masih banyak lagi bencana yang membuat kita tidak bisa memperincinya satu per satu. Jelasnya, BNPB mencatat ada 2.546 bencana di Indonesia sepanjang tahun 2018.

(sumber: tirto.id)
(sumber: tirto.id)
Sekarang, kita bisa menyimpulkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan kita sebelumnya. Bencana kerap melanda negeri kita karena memang demikianlah karakteristik wilayah tempat kita tinggal. 

Indonesia memang rawan dilanda bencana. Hal itu disebabkan oleh letak negara kita yang berada di antara tiga lempeng tektonik, yakni lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Hindia-Australia. Letaknya ini membuat Indonesia menjadi sangat rawan terhadap bencana-bencana geologis seperti gempa bumi, letusan gunung api, dan tsunami. 

Indonesia juga dilewati oleh garis khatulistiwa yang membuat Indonesia masuk dalam wilayah beriklim tropis. Oleh karena itulah, Indonesia mengenal dua musim, yakni musim penghujan dan musim kemarau. 

Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi, daerah-daerah di Indonesia berpotensi mengalami bencana banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Sementara, pada musim kemarau dengan curah hujan yang rendah, daerah-daerah di Indonesia, berpotensi mengalami bencana kekeringan dan juga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
KONTEN MENARIK LAINNYA
x