Mohon tunggu...
C.H.R.I.S.  (Paknethole)
C.H.R.I.S. (Paknethole) Mohon Tunggu... Bapakne cah-cah -

Kiranglangkungipun Nyuwun Agunging Samudra Pangaksami.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Tertinggal Sunset

8 Juni 2016   18:48 Diperbarui: 8 Juni 2016   18:53 74
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

“ Tidak, kok. Rileks saja, Pak Surya. Ini sudah biasa”

Rileks saja? Sudah biasa? Arrgh! Jika saja aku bisa sepertimu, tak akan sesulit ini, Rita. Kau bisa rileks, aku sulit. Kau sudah biasa. Bagiku pun hal seperti ini juga biasa. Tapi denganmu sulit menjadikannya hal biasa.

“ …Baiklah..”, hanya itu jawabku. Kelu.

***

“ Kita ketinggalan sunset, Mas Surya…”

Astaga! Suara merdu itu,.. membuyarkan lamunanku sebelumnya. Bukan hanya itu. Tapi, panggilan itu. Itu…,..sapaannya padaku,..seperti tujuh tahun yang lalu.

“ Maaf, …Bu Rita..,..anda…?”

Dia tertunduk. Rona-rona merah itu menjalar di wajahnya. Meski samar, diterpa cahaya lilin yang menari-nari oleh godaan angin pantai.

“ Kalau saja kita datang lebih awal, kita akan melihat mentari yang tenggelam, indah sekali, Mas..”

“ …Begitukah…?”  ada yang bertalu-talu di dadaku. Membuatku ragu, apakah aku harus mengeraskan hatiku seperti batu ataukah mencairkannya seperti embun yang tersentuh mentari pagi.

“Mas,…menurutku, sekarang tak perlu  formalitas lagi. Tugasmu sudah selesai. Sudah cukup seminggu ini aku menjadi artis”.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun