Mohon tunggu...
Reinhard Hutabarat
Reinhard Hutabarat Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penikmat kata dan rasa...

Menulis untuk senang-senang...

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Demi Hukum Setnov Memang Harus Dihukum! Demi Politik Setnov Memang Harus Bebas..

13 Oktober 2017   12:27 Diperbarui: 13 Oktober 2017   12:36 2048
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto : nasional.kompas.com

Kubu ini mati-matian membela SN terkait posisi mereka yang juga sangat nyaman dibawah ketiak SN. Ketika SN terjatuh, maka mereka pasti akan terseret juga bersama SN menuju kekelaman dan kehilangan previlege yang mereka dapatkan selama ini. Akhirnya nasib mereka akan sama dengan nasib "PNS Non-job!" Datang pagi, absen, baca koran atau main ke mal. Sore, absen lalu pulang ke rumah...

Kedua,Anti SN Pro Jokowi

Kubu ini sama pragmatisnya dengan kubu diatas. Masalahnya mereka ini merasa kurang puas dengan jatah yang diberikan SN selama ini kepada mereka. Yang lain memang berusaha untuk mencuri momen status tersangka SN ini untuk mendogkelnya dari singgasana Ketum Golkar. Lalu mereka ini menghembuskan isu bahwa perolehan suara Golkar akan hancur kalau SN masih tetap menjadi Ketum dengan status tersangka ini.

"Untung tak dapat dipeluk malang tak dapat ditendang!" Rupanya SN lolos dari jeratan "pukat harimau" KPK! Kini SN sudah pulang ke rumah dengan membawa "sapu untuk bersih-bersih" Kudeta gagal ini akhirnya berbuah pemecatan dengan judul konsolidasi dan penyegaran kader partai...  

Ketiga,Anti SN, wait and see for Jokowi

Kubu ini jelas berseberangan dengan SN, dan mereka ini didukung oleh "pemain lama, dari Barat sampai Timur" Kubu ini juga merasa belum waktunya untuk memberikan dukungan penuh kepada Jokowi untuk perhelatan Pilpres 2019 yang juga masih lama itu. Segala sesuatu bisa saja terjadi dalam kurun waktu dua tahun kedepan. Apalagi belum ada kelihatan kandidat penantang yang mumpuni untuk menantang petahana.

Kubu ketiga ini justru lebih suka memberikan dukungan pada saat last minute, ketika semuanya memang telah fixed, sesuai dengan hitung-hitungan politik. Artinya bisa saja terjadi sesuatu dengan Istana, yang membuat Golkar bisa meminta bargaining politik yang lebih menguntungkan, atau malahan bisa saja mengajukan calon sendiri pada saat-saat terakhir.

***

Konon katanya kalau dalam posisi terjepit, tikus pun akan melawan dan menggigit! Itulah sebabnya dalam pertempuran (termasuk dalam bisnis) pihak pengepung yang bijak, akan membukakan "pintu belakang" agar lawan yang dikepung bisa mundur dengan terhormat tanpa kehilangan muka.

Petualangan bisnis SN dalam dunia "dagang politik" tanah air memang sudah mendekati akhir. Berkali-kali SN diperiksa KPK. Tidak ada juga orang sekooperatif SN ketika diperiksa oleh KPK. Akan tetapi "jejak SN ini pun tak pernah berbekas!" Mungkin ada "pintu belakang" di gedung KPK yang tidak pernah diketahui oleh para penyidik KPK itu...

SN adalah figur sentral dalam dunia politik Indonesia, terkait posisinya sebagai Ketum Partai Golkar. SN bukanlah sosok kontroversial seperti misalnya Fadli Zon atau Fahri Hamzah. Posisi SN yang seperti "joker" ini membuatnya mudah "berselancar" kesemua tempat yang tidak mampu digapai oleh politisi-politisi Senayan lainnya. SN menjadi figur penting dibalik kokoh dan ambruknya KMP. Peran SN juga sangat besar dalam menggolkan RUU-Tax Amnesty yang tadinya sangat sulit, tetapi langsung jadi ketika SN bertitah...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun