Mohon tunggu...
Choirul Mutaqin
Choirul Mutaqin Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Hukum

karna sebuah pengalaman yang membentuk kepribadian saya, dan menulis merupakan langkah awal untuk membuktikan bahwa saya ada

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jeritan Rakyat Jelata

10 November 2017   22:56 Diperbarui: 10 November 2017   23:10 7237
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Waktu terus berjalan, kami menjerit meminta keadilan tapi tiada jawaban

Merintih dalam kegelapan dan kesunyian.

Negeriku nan subur, negeriku nan makmur kini hanya penuh kepalsuan. 

Suara tak terdengar lagi oleh teriakan pemuda-pemudi negeri ini.

Kemana merekah,  akan kah mereka hanya diam?

Kami hanyalah rakyat kecil, yang tak punya suara atau pun jalan untuk kami berkata.

Tak apa kami kelaparan, 

Tak apa kami hidup dalam kemiskinan ataupun kesengsaraan.

Tapi tolong engkau fikirkan. Hai penerus negeri ini, bukalah matamu kami bukan lah hewan

Kami ini rakyatmu, rakyat yang telah memilihmu.

Syair kecil kami berikan untukmu wahai negeriku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun