Mohon tunggu...
Chika AmelfiaPutri
Chika AmelfiaPutri Mohon Tunggu... masiswa

talk less do more

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Berawal dari Hobi Hingga Menjadi Bisnis yang Menguntungkan

15 Mei 2019   21:32 Diperbarui: 15 Mei 2019   22:06 0 0 0 Mohon Tunggu...

Menanam dengan cara hidropinik belakangan ini menjadi trend baru bagi kebanyakan orang yang menyukai tanaman. Selain caranya yang mudah juga tidak membutuhkan lahan yang luas. Tanaman Hidropinik ini adalah budidaya tanaman (buah,sayur dan bunga) dengan memanfaatkan air dan tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Jenis tanaman hidroponik akan menghasilkan jenis tanaman yang bebas hama dan penyakit.

Tanaman yang menggunakan hidroponik dapat di tanam menggunakan pot atau wadah dengan menggunakan air atau bahan lainnya berupa kerikil, pecahan genteng pasir, pecahan batu ambang dan lain sebagainya sebagai media penanaman.

Berawal dari balkon rumahnya, saat ini wanita berusia 35 tahun telah memiliki lokasi tanam hidroponik. Awalnya Renata hanya mengisi waktu luangnya sebagai ibu rumah tangga dengan menanam tanaman tomat hingga sampai sekarang ia dapat menanam berbagai sayuran dan buah-buahan.

"Banyak manfaat yang didapatkan dengan teknik menanam hidroponik antara lain tanaman lebih tahan dan kuat terhadap hama dan penyakit karena kalau kita menanam di tanah potensi hama jauh lebih besar seperti cacing, ulat dan lainnya, daunya kalau dimasak warnanya hijau dan teksturnya lebih crunchi dibandingkan dengan sayuran yang di tanam di tanah, produksi tanaman jauh lebih tinggi, waktu penanaman menggunakan teknik hidroponik jauh lebih singkat sampai 10 hari dibandingkan dengan menanam ditanah, lebih mudah dirawat, tidak memerlukan lahan yang luas, dan penggunaan air yang minim jadi kita dapat menghemat air dengan baik" tutur Renata pemilik tanaman hidroponik cifor.

Dijelaskan Renata, ada beberapa sistem yang diketahui sebagai proses tanam hidroponik, antara lain NFT (nutrient film teknik) sistem irigasi dengan cara mengalirkan air setipis film (klise) airnya kurang lebih 3 milimeter. Kedua, Rakit Apung, yaitu dengan 'Floating Raft' memberikan pelampung pada media tanam yang pengairannya menggenang.