Mohon tunggu...
Chandra Budiarso
Chandra Budiarso Mohon Tunggu... Mahasiswa

Penulis baru. Opini bebas, tapi bisa dipertanggungjawabkan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Tax Accounting Festival of Trisakti (TAFT) 2020: Pajak untuk Lingkungan Indonesia Lebih Baik

19 Desember 2020   07:39 Diperbarui: 26 Januari 2021   22:11 225 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tax Accounting Festival of Trisakti (TAFT) 2020: Pajak untuk Lingkungan Indonesia Lebih Baik
TAFT 2020/@d3pajaktrisakti

Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Universitas Trisakti yang ke-55, Program Studi D3 Akuntansi Perpajakan menyelenggarakan festival tahunan bernama "Tax Accounting Festival Trisakti" (TAFT). Acara ini merupakan sebuah festival yang terdiri dari berbagai rangkaian acara dan mengorganisir oleh seluruh civitas akademika Program Studi D3 Akuntansi Perpajakan, yaitu dosen, mahasiswa, alumni, serta tenaga kependidikan dengan dukungan dari beberapa perusahaan sebagai sponsor.  TAFT 2020 berlangsung selama satu minggu dari hari Senin, 16 November 2020 dan ditutup pada hari Sabtu, 21 November 2020 dengan pengumuman para pemenang peserta lomba.

Acara TAFT 2020 dibuka dengan laporan dan sambutan dari  Tyas Pambudi Raharjo SE, MM selaku Ketua Pelaksana TAFT 2020, R. Rosiyana Dewi, SE, Ak, M.Si, CA, selaku Ketua Program Studi D3 Akuntansi Perpajakan, dan Dr. Yolanda Masnita SE, MM  selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti. Tyas, selaku ketua pelaksana, menyampaikan bahwasanya seminar ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang sudah mengkhawatirkan. 

Harapan beliau seminar ini dapat membuka mata masyarakat Indonesia terhadap kerusakan lingkungan dan memberi solusi tentang apa yang dapat dilakukan bersama-sama. Setelahnya, Rosiyana menyampaikan bahwa rangkaian acara ini merupakan upaya program studi dalam mencapai visi yang dituju, yakni mencetak lulusan yang profesional, berintegritas, dan peka terhadap lingkungan. Oleh karena itu, acara TAFT dilaksanakan untuk menjadi media berkreasi, berkompetisi serta berkolaborasi untuk mengelola hardskill dan softskill bagi siapapun yang terlibat. Ia juga menyampaikan bahwa acara TAFT akan menjadi agenda rutin tahunan prodi D3 Akuntansi Perpajakan Usakti.

Sambutan terakhir, Dekan FEB Usakti menyampaikan bahwa lapangan kerja disektor perpajakan masih sangat luas dan berharap agar para peserta didik D3 Akuntansi Perpajakan Universitas Trisakti untuk terus dapat menjawab tantangan masa depan serta peka pada lingkungan. Terlebih, program studi D3 Akuntansi Perpajakan Universitas Trisakti telah mendapatkan akreditasi A dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga menjadi kebanggaan dan tantangan tersendiri untuk terus mampu berdiri sebagai program studi pencetak praktisi perpajakan terbaik di Indonesia. Setelah sambutan, Dekan secara resmi membuka rangkaian acara TAFT 2020.

SEMINAR DAN PENYULUHAN SOSIALISASI PAJAK UNTUK LINGKUNGAN

Topik Seminar pada TAFT 2020 adalah Enviromental Tax for better Indonesia dengan moderator Liem Yan Sugondo.  Seminar ini juga merupakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan bentuk kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya keberadaan pajak untuk perbaikan dan kelestarian lingkungan serta untuk meningkatkan kesadaran pajak bagi para wajib pajak dengan berbagai jenis pajak yang ada.   

Peserta seminar dan penyuluhan ini adalah para guru serta dosen.  Narasumber acara ini adalah Dosen yang berasal dari Program Studi DIII Akuntansi Perpajakan FEB Universitas Trisakti serta dari Dosen dari eksternal yaitu Dosen dari Sekolah Vokasi IPB serta Dosen Politeknik Keuangan Negara STAN.  Disamping narasumber, dosen-dosen lain juga ikut berpartisipasi dan berperan dalam kegiatan  sosialisasi ini, yaitu R. Rosiyana Dewi, SE, Msi,Ak, CA, Hasnawati, SE, Ak, Mkom CA, Tyas Pambudi Raharjo, SE MM, Rakendro, SE MM, Marieta Ariani, SE Mak, Rakendro Biettant, SE Mak, Ika Wahyuni, SE, MAk

Pembicara pertama yaitu Yani Silfariani, SE, M.Si yang merupakan seorang praktisi Lingkungan Hidup dan Dosen Sekolah Vokasi IPB dalam mata kuliah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Beliau memberi refleksi kepada para peserta  tentang mengapa dibutuhkan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Tak henti-hentinya, beliau mengingatkan tentang pemanasan global dan perubahan iklim yang akan dialami oleh seluruh dunia apabila kita tidak merubah pola pikir mengenai lingkungan. "Kita perlu berupaya untuk konservasi lingkungan. Tantangannya adalah membuka wawasan orang mengenai konservasi. Tapi dengan adanya webinar ini, saya optimis menatap generasi yang mendatang" ucapnya.

Pembicara kedua yaitu  Arif Nugrahanto, S.S.T., Akt, M.P.P, yang merupakan seorang praktisi perpajakan, juga merupakan dosen di Politeknik Keuangan Negara STAN. Diawal sesi, beliau memaparkan berbagai data yang didapatkan dari berbagai lembaga kredibel: OECD, TEEB, dan Kementrian Keuangan. Menyambung materi yang dibawakan oleh Yani mengenai konservasi lingkungan pada sesi pertama, Arif menyatakan bahwa sangat mungkin dilakukan upaya konservasi melalui aturan perpajakan. Menurut beliau, pemerintah sudah berupaya melalui kebijakan perpajakan demi perbaikan lingkungan, salah satunya melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 tahun 2017, namun implementasinya belum sempurna.

Sesi terakhir dibawakan oleh Licke Biettant, SE, M.Ak, yang merupakan praktisi pajak dan juga dosen tetap di Program Studi D3 Akuntansi Perpajakan. Secara garis besar, Licke memaparkan mengenai potensi green tax untuk diimplementasikan. Ia memberikan gambaran mengenai penerapan green tax yang sudah mulai dilaksanakan di negara lain seperti Belanda, Amerika, dan China.  Licke memberikan pemaparan secara komprehensif dan kemudian memberikan sebuah kesimpulan bahwa keberhasilan greentax harus menitikberatkan pada fungsi regulatory, harus memiliki tujuan yang jelas, subjek dan objek harus jelas dan proporsional serta perlu adanya sinergi antar kebijakan.

Pelaksanaan Seminar TAFT 2020
Pelaksanaan Seminar TAFT 2020

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN