Mohon tunggu...
Chaerul Fikri
Chaerul Fikri Mohon Tunggu... Mahasiswa - MAHASISWA

Life will be beautiful if we enjoy it.

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Pemilihan Umum sebagai Ajang Merebut Hati Rakyat

8 November 2021   21:52 Diperbarui: 8 November 2021   21:55 618 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
nasional.okezone.com

Apa yang anda ketahui tentang Pemilihan Umum? Pemilihan Umum atau biasa kita kenal dengan istilah PEMILU adalah proses formal dalam pengambilan atau pemungutan suara untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat. Pemungutan suara diambil secara langsung serta transparan agar tidak terjadi kecurangan. Sesuai dengan asas pemilu yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil).

Mari kita kilas balik, kapan pemilu pertama kali diadakan di Indonesia? Pemilihan umum di Indonesia dimulai pada tahun 1955 yang dimana pada saat itu pemilihan ditunujukkan untuk memilih anggota DPR dan  anggota konstituante. Apakah anda tahu bahwa pada tahun 1955 TNI dan POLRI mempunyai hak untuk memilih dalam pemilu.

Di Indonesia sendiri pemilu atau biasa disebut sebagai pesta demokrasi diadakan setiap lima tahun sekali, yang terakhir dilaksanakan pada tahun 2019. Dalam pemilu banyak kegiatan yang dilakukan selain proses seleksi yang ketat, juga adanya kampanye serta penyampaian visi dan misi kepada calon kandidat terpilih.

Kampanye sendiri merupakan salah satu kegiatan yang paling menarik dalam proses pemilihan umum dimana para calon kandidat terpilih berlomba-lomba "mengobral" janji untuk menarik hati masyarakat. Ada beberapa hal sering dilakukan pada saat kampanye salah satunya yaitu pembagian sembilan bahan pokok (sembako) yang dirasa dapat menarik masyarakat.

Berdebat juga selalu ada ketika masa kampanye, dimana para calon kandidat saling menjabarkan visi dan misi mereka serta beradu argumen satu sama lain untuk meyakinkan masyarakat agar memilih mereka. Disana juga kita bisa mengetahui bagaimana cara pandang mereka terhadap suatu permasalahan yang akan dihadapi kedepannya.

Kita pasti pernah bertanya-tanya, "kenapa pemilihan umum diadakan?", "kenapa tidak langsung dipilih oleh pemerintah saja?". Pemilu diadakan supaya kita tahu siapa yang akan kita pilih, bagaimana kinerja selama masa jabatannya, hal-hal apa saja yang akan mereka lakukan untuk membangun negeri ini. Dan juga jika pemerintah saja yang memilih maka akan menimbulkan ketidak percayaan rakyat.

Dari hasil survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada pemilu tahun 2019 sebanyak 19,24% yang tidak memilih atau biasa kita kenal dengan istilah "Golput". Hasil tersebut menobatkan pemilu 2019 menjadi pemilu dengan tingkat golput yang rendah dikarenakan di tahun-tahun sebelumnya angka yang memilih untuk golput sangat tinggi.

Golput sendiri sering terjadi karena merasa tidak cocok dengan calon kandidat, selain itu juga karena melihat tidak ada calon kadidat yang pantas untuk dilipih, merasa setuju terkait dengan visi dan misi serta bisa karena trauma akibat pemerintahan sebelumnya yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Namun, Sering kali para calon kandidat melontarkan janji-janji manis mereka untuk mendengarkan dan sebagai penyambung aspirasi serta suara rakyat tetapi pada kenyataannya masih banyak yang mengingkarinya. Janji tersebut hanya seperti untaian kalimat cinta yang ketika sudah bosen, pergi dan akan melupakan atau seperti kata pepatah "habis manis sepah dibuang".

Diera saat ini membangun kepercayaan antara calon kandidat serta rakyat khususnya generasi muda harus dilakukan . Generasi muda sebagai penerus bangsa harus aktif dalam kegiatan pemilu sebagai salah satu praktek penerapan sistem demokrasi dan politik. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan meneruskan cita-cita bangsa ini.

Maka sejatinya ketika kita siap untuk memilih, maka kita harus mengetahui seluk beluk seperti apa calon kandidat tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kotaksuara Selengkapnya
Lihat Kotaksuara Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan