Mohon tunggu...
cepi kurniawan
cepi kurniawan Mohon Tunggu... Dosen Kimia

Cepi Kurniawan adalah Pria kelahiran Bandung yang kini menjadi Staf Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Menjadi Guru Kreatif di Masa Pandemi COVID-19

21 April 2021   14:21 Diperbarui: 21 April 2021   14:45 48 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menjadi Guru Kreatif di Masa Pandemi COVID-19
ilustrasi-607fc705b6b9c85f5022de52.jpg

Akhir tahun 2019 dunia digemparkan dengan kemunculan virus corona atau biasa disebut dengan covid-19, dan kini juga menjangkit di Indonesia. Virus ini menyebabkan kepanikan di tengah-tengah masyarakat dan menyebabkan ditutupnya beberapa sektor utama yang dianggap rentan untuk penyebaran virus corona, salah satunya adalah Lembaga pendidikan.

Menyikapi hal ini, kemendikbud mengeluarkan Surat Edaran no. 4 Tahun 2020 yang mengatur tentang bagaimana Pelaksanaan Pendidikan pada masa pandemik covid-19. Dijelaskan bahwa proses pembelajaran dialihkan yang awalnya dilakukan di sekolah menjadi pembelajaran dari rumah melalui pembelajaran sistem online. Pembelajaran dari rumah diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Pada pertengahan tahun 2020, Dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang yang terdiri dari Prof. Dr. Murbangun Nuswowati, Dr. Cepi Kurniawan, Dr. Sri Kadarwati dan Harjito, M.Sc memiliki kesempatan untuk memberikan pelatihan kepada peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2020 yang merupakan Guru-Guru Kimia dalam jabatan. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) yang merupakan satu dari tridarma Dosen.

Peserta yang terlibat dalam penelitian ini ada 26 Guru. Seluruh peserta sangat antusias dengan program pelatihan. Selama proses pelatihan terungkap juga bahwa sekolah-sekolah mereka sudah terkoneksi dengan Microsoft, artinya untuk lisensi PowerPoint sudah dimiliki oleh pihak sekolah. Sehingga tidak khawatir terjadi pelanggaran hak cipta. 

Gambar 1 menunjukkan proses diskusi setelah Narasumber 1 (Prof. Murbangun Nuswowati) menyampaikan pemaparannya. Dari diskusi diperoleh gambaran bahwa seluruh guru sudah terbiasa menyiapkan materi berbantuan PowerPoint.

Gambar 1. Proses diskusi Narasumber dengan Para peserta pelatihan. | dokpri
Gambar 1. Proses diskusi Narasumber dengan Para peserta pelatihan. | dokpri
Peserta belum memiliki keterampilan yang baik dalam menggambarkan molekul kimia (Gambar 2). Padahal penggamabran molekul merupakan salah satu cara untuk memvisualkan “kimia” yang abstak.  Selanjutnya, narasumber memperkenalkan metode cara penggambaran molekul dengan menggunakan software Avogadro (Freeware) seperti ditunjukkan pada Gambar 3.

Gambar 2. Tugas pra pelatihan untuk mengetahui kemampuan guru dalam menggambar struktur molekul/dokpri
Gambar 2. Tugas pra pelatihan untuk mengetahui kemampuan guru dalam menggambar struktur molekul/dokpri
Gambar 2. Tugas pra pelatihan untuk mengetahui kemampuan guru dalam menggambar struktur molekul

Gambar 3 menunjukkan proses naras umber menyampaikan pemaparan materi menggambar molekul untuk ditampilkan dalam video pembelajaran.
Gambar 3 menunjukkan proses naras umber menyampaikan pemaparan materi menggambar molekul untuk ditampilkan dalam video pembelajaran.
Pada akhir pelatihan, guru diminta membuat video dengan menggunakan panduan yang diberikan melalui pelatihan. Namun, tidak semua bisa membuat video yang ditugaskan. Salah satu permasalahannya adalah untuk mengkonversi PowerPoint Laptop/computer yang dimiliki tidak support. Sehingga mereka lebih memilih menggunakan aplikasi lain yang lebih praktis untuk membuat video pembelajaran (Gambar 4).

Gambar 4. Contoh tugas peserta yang diunggah di youtube
Gambar 4. Contoh tugas peserta yang diunggah di youtube
Gambar 4. Contoh tugas peserta yang diunggah di youtube
Gambar 4. Contoh tugas peserta yang diunggah di youtube
Berdasarkan pengalaman di lapangan, para guru juga dihadapkan pada kondisi bahwa siswa lebih menyukai interaksi langsung.

Gambar 5. Screeshot Guru yang menggunakan synchronous meeting.
Gambar 5. Screeshot Guru yang menggunakan synchronous meeting.
Semangat para guru ini masih sangat tinggi untuk belajar meningkatkan keterampilan dengan membawa asa agar kelak ilmu yang mereka miliki dapat bermanfaat bagi anak-didiknya.

Pendidikan merupakan pusat bagi kemajuan sebuah bangsa, melalui pendidikan dapat diketahui kemana negara akan dibawa dalam mengikuti arus globalisasi maupun modernisasi. Pendidikan sebagai Grand kemajuan bangsa menjadi perhatian khusus oleh berbagai pihak terutama pemerintah. Beberapa masalah mendasar yang sangat berpengaruh terhadap essensi lembaga pendidikan secara berkesinambungan terus diupayakan oleh pemerintah dengan berbagai cara, misalnya: pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan mutu menejemen sekolah, dan sebagainya. Hakikat atau tujuan utama dari inovasi pendidikan adalah untuk membantu sekolah mencapai tujuannya secara efektif melalui penerapan sejumlah program atau praktek-praktek pendidikan yang lebih baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x