Mohon tunggu...
Cecep Gaos
Cecep Gaos Mohon Tunggu... Guru - Guru pecinta literasi

Guru Kota Padi

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Seru, Jangan Hanya Diam!

25 April 2017   05:22 Diperbarui: 25 April 2017   17:00 418
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
http://ngnoticias.com

Urat-urat lehermu terlihat membiru

Ketika engkau berteriak menggebu

Memburu para munafik perusak kalbu

Yang tiada henti membuat malu

Matamu memerah penuh amarah

Melihat dunia yang penuh darah

Karena kekejian jiwa-jiwa pemerah

Yang membuat seluruh dunia pasrah dalam lelah

Tangan-tangan mengepal menantang langit

Pekik sang orator memekik membahana di langit

Di atas mobil komando yang terjepit

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun