Mohon tunggu...
Hamdani
Hamdani Mohon Tunggu... Konsultan

Ekspresikan Pikiran Melalui Tulisan

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Tidak Mustahil Anies Baswedan Jadi The Next Winner

11 November 2019   18:25 Diperbarui: 11 November 2019   18:32 177 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tidak Mustahil Anies Baswedan Jadi The Next Winner
Anies Baswedan dan Surya Paloh (foto/Kompas.com)

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sejak dipecat dari Kabinet Kerja oleh Jokowi dan kemudian memenangi Pilkada DKI Jakarta sebagai Gubernur mengalahkan Ahok atau Basuki Tjahja Purnama (BTP) semakin ramai dibicarakan publik terutama kontroversi kebijakannya yang berani menutup reklamasi teluk Jakarta.

Kemenangan pasangan Anies-Sandi saat kontestasi Pilkada DKI Jakarta waktu itupun diluar perkiraan publik. Maklum, saat itu pasangan Ahok-Djarot sebagai inkumben memiliki posisi yang sangat kuat. Bahkan hampir semua polling survei menempatkan Ahok-Djarot sebagai Gubernur yang paling diinginkan oleh masyarakat Kota Jakarta.

Ditambah lagi pasangan Anies-Sandi yang belum pernah ikut pilkada dan tidak pernah menjadi anggota dewan meskipun Sandiaga Uno tercatat sebagai pengurus salah satu partai politik.

Singkat kata, keduanya tidak memiliki pengalaman politik yang cukup memadai bila dibandingkan dengan pasangan Ahok-Djarot dalam konteks Pilkada DKI. Seakan menjadi mustahil Anies-Sandi bisa menang. Namun faktanya mereka menang dengan perolehan suara yang cukup signifikan.

Wajah baru Anies Baswedan
Kedekatan mantan Rektor Universitas Paramadina ini dengan mantan Danjen Kopassus yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Letjen (purn) Prabowo Subianto telah memberikan keuntungan politik bagi kedua mereka.

Prabowo Subianto dengan tangan dinginnya telah mengorbitkan Jokowi dan Ahok menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta hingga ketertarikan Megawati dan Partai PDIP mencalonkan Joko Widodo sebagai Presiden RI ikut mewarnai kemenangan Anies-Sandi pada pesta demokrasi DKI periode lalu.

Artinya peran Menteri Pertahanan RI Kabinet Indonesia Maju tersebut sangat besar dalam perjalanan kesuksesan karir Anies Baswedan sebagai politikus. Hingga kini nama Anies Baswedan terus bersinar dan cenderung sangat disukai oleh masyarakat Indonesia meskipun lawan politiknya berusaha menjatuhkan dia dengan berbagai cara.

Baru baru ini media kembali "memanas-manasi" hubungan mesra Anies Baswedan dengan petinggi Partai Nasdem Surya Paloh. Anies digosipkan sedang disiapkan oleh beberapa partai besar sebagai The Next Presiden menggantikan Joko Widodo yang akan habis masa jabatannya pada 2024. Gosip ini tentu saja membuat partai-partai yang tidak menyukai Anies jadi panik.

Kedatangan Anies Baswedan pada kongres Partai Nasdem meskipun terlihat biasa saja atau hanya untuk memenuhi undangan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang kebetulan menjadi tempat penyelenggaraan acara, namun pidato Anies pada saat pembukaan acara itu bukanlah ia sekedar dalam kapasitas gubernur.

Anies Baswedan menyinggung soal ketimpangan yang semakin mengkuatirkan di negeri ini. Begitu pokok pikiran yang ia lontarkan dalam pidato sambutannya. Artinya Anies sedang memberikan kritikan kepada pemerintah untuk memperbaiki kebijakan dan mengutamakan pemetaraan. Anies sedang mempersoalkan pemerataan kesejahteraan yang kian timpang.

Isu ini bisa menjadi sangat menarik bagi oposisi. Selain soal kemiskinan yang semakin klasik, ternyata gini rasio juga tidak baik. Materi yang dikatakan Anies Baswedan bukanlah isapan jempol belaka kendatipun pemerintah telah membantah bahwa tingkat ketimpangan di Indonesia kian menurun berdasarkan data BPS.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x