Mohon tunggu...
Hamdani
Hamdani Mohon Tunggu... Konsultan - Sang Musafir - Mencari Tempat untuk Selalu Belajar dan Mengabdi

Kilometer Nol

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Sejak Mei Aceh Mengalami Inflasi, Komoditas Bahan Makanan Paling Dominan

8 Juni 2018   22:55 Diperbarui: 9 Juni 2018   09:35 1035
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Meningkatnya harga pangan terutama kelompok makanan menyebabkan terjadinya inflasi. Sejak periode Mei 2018, masyarakat Aceh pada umumnya banyak mencari bahan-bahan makanan. Hal ini menjadi faktor meningkatnya harga-harga.

Permintaan bahan makanan oleh masyarakat yang lebih besar dari sebelumnya, diduga ada kaitannya dengan telah masuknya bulan Ramadan. Sebagaimana diketahui kebiasaan masyarakat Aceh menjelang dan selama Ramadan selalu berbelanja bahan makanan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari.

Inflasi Aceh periode Mei 2018 secara agregrat tercatat sebesar 0,69 persen. Jika dilihat per wilayah pada Mei 2018 Banda Aceh mengalami inflasi  sebesar 0,72 persen atau lebih tinggi dari rata-rata inflasi Aceh sedangkan tingkat inflasi lebih rendah terjadi di Meulaboh 0,57 persen.

Menurut Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin, MM  (4/6) mengatakan  "inflasi yang terjadi di Aceh disebabkan oleh meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk semua kelompok pengeluaran, terutama kelompok bahan makanan." (serambi Indonesia, 6/6)

"Diantara komoditas yang memberikan andil dominan terhadap peningkatan indeks pada kelompok makanan adalah Ikan Tongkol yaitu sebesar 0,2 persen," lanjut Wahyudin.

Berdasarkan pantauan Pengurus Koperasi Nelayan Pintar Banda Aceh bidang pemasaran ikan dilapangan, memang masyarakat cenderung lebih suka mengkonsumi ikan tongkol daripada jenis lainnya. Apalagi ikan tongkol yang dijual di Pasar Ikan Peunayong tidak mengandung formalin alias ikan segar.

Kenaikan harga ikan sebenarnya membuat nelayan usaha nelayan bergairah, karena hal itu berarti bisa menambah pendapatan mereka. Jika harga normal Rp30.000/kg, maka dengan kenaikan sebesar 20-30 persen, harga jual ikan ditingkat nelayan dan grosir menjadi lebih mahal, terutama Ikan Tongkol.

Selain ikan tongkol tersebut, komoditas lain yang ikut mendorong meningkatnya inflasi adalah daging ayam ras, jeruk, tomat sayur, ikan teri dan beras. Dalam berita resmi statistik tersebut juga disampaikan selama Mei 2018, terjadi peningkatan harga rata-rata.

Produksi Ikan Hasil Tangkapan Nelayan di Pelabuhan Lampulo

Penangkapan ikan oleh nelayan di Aceh pada umumnya masih dilakukan dengan cara tradisional yaitu memburu ikan. Hasil penangkapan ikan dengan  cara ini sangat dipengaruhi oleh cuaca dan musim, sehingga produksinya sangat fluktuatif.

Produksi ikan paling tinggi terjadi pada periode bulan Mei mencapai 1.496.202 kg atau setara 1.496,2 ton. Namun pada periode bulan Juni hasil tangkapannya baru mencapai 9,9 ton atau lebih rendah dari periode bulan Mei. Tetapi nilai penjualan bulan Juni justru lebih besar mencapai Rp15,2 milyar, meningkatnya nilai penjualan tersebut karena harga jual ikan lebih tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun