Mohon tunggu...
Bonnie Soeherman
Bonnie Soeherman Mohon Tunggu... Konsultan - Akademisi, Konsultan Bisnis, dan Penggemar Ultraman

20 tahun berpengalaman di dunia pendidikan, dan 12 tahun di dunia praktik , Bonnie adalah lulusan program doktor akuntansi Universitas Airlangga. Saat ini, Bonnie adalah ketua program studi Magister Akuntansi Universitas Surabaya. Kegemarannya di waktu luang adalah fotografi action figures dan kadang merakit Gundam plastic.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Pertarungan Model Bisnis Ultraman Vs Kamen Rider dari Perspektif Growth Hacking

12 Juni 2021   08:16 Diperbarui: 12 Juni 2021   16:02 1109 11 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pertarungan Model Bisnis Ultraman Vs Kamen Rider dari Perspektif Growth Hacking
Susumu Kurobe (Takashi Yoshimoto, pemeran Ultraman) berjabat tangan dengan Hiroshi Fujioka (Kunihiro Fujioka, pemeran Kamen Raider). Sumber: Toei Corporation.

Ultraman dan Kamen rider, 2 intellectual property Jepang yang legendaris. Telah eksis berpuluh-puluh tahun. Bahkan Toei company, perusahaan pencipta Kamen Rider dan Super Sentai pertama telah berdiri sejak tahun 30-an. Hampir 30 tahunan lebih senior daripada Tsuburaya production (pencipta Ultraman). 

Hingga saat ini, kedua IP tersebut seolah terus bersaing tiada akhir. Tiap tahun keduanya merilis IP baru. Dan di tahun 2020 kemaren, Kamen Rider Saber tengah head to head dengan Ultraman Z. Next, kita tunggu saja pertarungan bisnis Ultraman Trigger dan Kirameger. 

Toei, adalah produser berbagai IP ternama seperti Voltes, Kinnikuman, Saint Seiya, Dragon Ball, Digimon, One Piece, dan sebagainya. Mereka memulai proyek Kamen Rider pada tahun 1971. Lebih baru dari Ultraman, namun dari pengalaman bisnis, pada saat itu Toei jelas lebih mapan. 

Sedangkan Tsuburaya, didirikan tahun 63 oleh Eiji Tsuburaya, mantan ahli special effect Toho Studio. Telah memulai debutnya dengan merilis Ultra Q dan sederet film tokusatsu serta anime lain.

Dari sisi produksi, Toei jelas memimpin, mereka telah melahirkan ratusan IP ternama dari kategori anime, kamen rider, dan tokusatsu. Mereka fokus pada banyak bisnis. Sedangkan Tsuburaya, lebih berkonsentrasi pada 1 IP utamanya, Ultraman. 

Dari sisi fans, baik Kamen Rider atau Ultraman, keduanya cukup militan. Kisah dan desain karakter keduanya sangat menonjol dan unik, sulit untuk diperbandingkan. Keduanya punya keseruan masing-masing. 

Dari sisi revenue, jelaslah Toei jauh memimpin. Namun dari sisi pertumbuhan atau Growth Hack, Tsuburaya tampaknya punya effort yang lebih inovatif.

Sambil belajar yuk. Growth hack adalah strategi penciptaan pertumbuhan super pesat yang dimulai dari konsep membangun many baru kemudian meraih money. Jadi bisnis dibangun bukan langsung untuk meraih pendapatan, tapi keramaian terlebih dahulu. Tujuannya, untuk mendapatkan pelanggan bukan hanya pembeli sesaat. 

Konsep Growth Hack dipopulerkan oleh Sean Elis di tahun 2011. Konsep pertumbuhan yang memadukan fungsi pemasaran, analitik data, dan teknologi. Selanjutnya, Dave McClure kembali merumuskan Growth Hack ini ke dalam tingkat yang lebih teknis atau terukur. 

Ia menyebutnya sebagai AARRR Pirate Metrics. AARRR adalah kependekan dari Acquisition (perolehan), Activation (pangaktifan), Retention (pertahanan), Revenue (pendapatan), dan Refferal (penyebaran rekomendasi).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bisnis Selengkapnya
Lihat Bisnis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan