Mohon tunggu...
Cakra Abdillah
Cakra Abdillah Mohon Tunggu... -

Seorang mahasiswa di sebuah universitas di Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Peringatan Hari Kelahiran Pancasila untuk Menguatkan Rasa Cinta pada Pancasila

17 Juni 2019   02:48 Diperbarui: 17 Juni 2019   03:07 0 0 0 Mohon Tunggu...

Tanggal 1 Juni merupakan hari dimana diperingatinya kelahiran Pancasila. Awal mula dilahirkannya Pancasila berasal dari dirumuskannya dasar negara oleh Dokuritsu Zyunbii Tioosaka atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tentunya sebelum memerdekakan suatu negara, negara tersebut perlu memiliki dasar negara yang merupakan landasan kehidupan dalam melaksanakan dan menjalankan kehidupan berbangsan dan bernagara. Oleh karena itu, diadakan sidang yang diketahui oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat dengan 33 anngota lainggya untuk merumuskan dasar negara Indonesia yang sekiranya cocok diterapkan di negara yang plural ini.

            Sidang pertama diadakan pada tanggal 29 Mei 1945 -- 1 Juni 1945. Tokoh pertama yang mengajukan pendapatnya untuk dijadikan dasar negara Indonesia adalah Mohammad Yamin berisi lima dasar pada pidatonya tanggal 29 Mei 1945. Lima dasar tersebut di antaranya adalah Peri Kebangsaan; Peri Kemanusiaan; Peri Ketuhanan; Peri Kerakyatan; dan Kesejahteraan Rakyat. Pada pidatonya, Yamin menyatakan lima dasar tersebut berakar dari sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia.

Tokoh kedua yang mengajukan pendapatnya adalah Mr. Soepomo  pada tanggal 31 Mei 1945 yang berisi Persatuan; Kekeluargaan; Keseimbangan lahir dan batin; Musyawarah; dan keadilan rakyat.  

Selanjutnya pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarnolah yang mengajukan pendapatnya. Menurutnya dasar Indonesia yang dibuat diperlukan bertipe philosophishe gronslag (filsafat, fundamen, dan pikiran yang sedalam-dalamnya yang di atasnya didirikan gedung Indonesia merdeka). Gagasan yang diajukan yaitu Kebangsaan Indonesia; Kemanusiaan atau internasionalisme; Mufakat atau demokrasi; Kesejahteraan sosial; dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kelima dasar tersebut diistilahkan Pancasila oleh Soekarno, hal inilah yang mendasari 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila.

Namun hingga saat itu masih belum juga terdapat kesepakatan sehingga dibentuklah panitia kecil yang disebut Panitia Sembilan. Panitia Sembilan tersebut berisi golongan islam yang ingin Indonesia menjadi negara dengan syari'at Islam dan golongan nasionalis yang ingin Indonesia tidak berdasar agama apapun. Pada tanggal 22 Juni 1945 mereka mengadakan sidang yang menghasilkan Piagam Jakarta dengan isi Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia; Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan; dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dan sehari setelahnya BPUPKI yang diubah menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Inkai mengadakan sidang yang salah satunya membahas penyempurnaan Pancasila sebagai dasar negara. Berdasarkan kesepakatan, isi dari Pancasila menggunakan Piagam Jakarta dengan perubahan pada sila pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi perpecahan karena rakyat Indonesia terdiri dari beberapa macam agama, tidak hanya Islam. Sejak saat itu, telah resmi dasar negara Indonesia adalah Pancasila.

Dilihat dari sejarah terbentuknya Pancasila yang begitu panjang, memang perlu adanya peringatan hari kelahiran Pancasila. Pada tahun 2019 ini, hari kelahiran Pancasila mendekati hari raya Idul Fitri dimana masyarakat Indonesia  banyak yang sudah pulang ke kampung halamannya termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan, mewajibkan PNS untuk mengikuti upacara meski sedang cuti, dengan cara mengikuti upacara di kantor pemerintah daerah setempat sesuai lokasi PNS tersebut. Hal tersebut menunjukkan rakyat Indonesia, dalam hal ini PNS, sudah menyadari pentingnya hari kelahiran Pancasila.

 Sayangnya seringkali tidak ada acara khusus yang dilakukan pada tanggal 1 Juni untuk menguatkan rasa cinta pada Pancasila selain upacara. Padahal Pancasila adalah dasar negara yang mampu mengintegrasikan rakyat Indonesia dengan segala diversitas yang ada. Meskipun sampai saat ini sering ada masalah yang berhubungan dengan intoleran, tetapi masih utuhnya negara Indonesia menjadi bukti bahwa Pancasila yang memang cocok diterapkan di Indonesia. Untuk itu sebaiknya diadakan kegiatan yang bisa menyadarkan bangsa Indonesia bahwa Pancasila itu penting, misalnya perlombaan pembuatan short movie dengan tema Pancasila di setiap sekolah yang lalu nantinya akan ditayangkan di depan siswa-siswi sekolah tersebut. Dengan begitu akan terbentuk sifat kreatif dan kompetitif sekaligus menumbuhkan cinta yang lebih besar pada Pancasila.

(Cakra Abdillah)