Mohon tunggu...
Cak Bro Cak Bro
Cak Bro Cak Bro Mohon Tunggu... Administrasi - Bagian dari Butiran debu Di Bumi pertiwi

Menumpahkan barisan Kata yang muncul di Pikiran

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Memahami Teori Followership untuk Mendeteksi Perilaku Pegawai

2 Oktober 2021   08:01 Diperbarui: 2 Oktober 2021   08:09 847
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Worklife. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Padahal, pegawai atau bawahan merupakan orang-orang yang memiliki motivasi dan kepentingan sendiri-sendiri dalam berinteraksi atau berkomunikasi baik dengan sesama rekan kerja maupun atasan serta rekan antar bidang lainnya. Selain itu, pegawai juga memikili karakter dan sifat yang berbeda-beda yang harus dipahami agar dapat disesuaikan dan diarahkan sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik.

C. Jenis Perilaku Pegawai Berdasarkan Teori Followership 

Konsep mengenai pegawai atau pengikut ditemui dalam teori followership yang diperkenalkan oleh Kelley. Terdapat dua dimensi atas gaya kepengikutan (followership) yakni a) Dimensi berdasarkan critical thinking terdiri dari: critical thinking dan dependent, uncritical thinking (berpikir kritis dan mandiri, dan berpikir tidak kritis dan tergantung); dan b) Dimensi berdasarkan active engagement terdiri dari sikap aktif dan pasif (Montesino, 2003).

Kelley menilai bahwa tidak semua pegawai menerima begitu saja atas tugas yang diembannya. Pegawai yang bersikap kritis dan mandiri akan mencoba menelaah dan mengkaji untuk mencari langkah yang lebih efektif dan bersikap mandiri setelah diberi arahan dan pemahaman tujuannya.

Sebaliknya, ada pegawai yang tidak berpikir kritis dan tergantung, mereka hanya menjalankan tugas sesuai yang diperintahkan atasan. Dengan demikian pemimpin harus memahami sifat pegawai tersebut dan dapat mengukur energi yang harus dilakukan menghadapi pegawai tersebut agar dapat menyesuaikan tugasnya.

Selanjutnya, ada pegawai yang aktif saat menerima tugas. Sebelum pelaksanaan tugas, dalam membahas perencanaan mereka memberi masukan atau berdiskusi agar lebih memahami dalam pelaksnaan. Mereka umumya termasuk golongan pegawai yang kreatif dan tipe pekerja keras.

Sebaliknya, untuk pegawai yang pasif merupakan tipe pegawai yang cenderung malas dan butuh energi untuk didorong motivasi dan arahan secara terus menerus. Umumnya mereka sering menghindari tanggung jawab.

Berdasarkan kedua dimensi tersebut, Kelley memetakan gaya follower (pengikut) menjadi 4 bagian yakni efektif, konformis, pasif dan alienated (Kelley, 1988) dengan rincian sebagai berikut:

1. Tipe Efektif

merupakan pengikut yang kritis, mandiri, dan aktif dalam perilakunya. Mereka menunjukkan perilaku yang konsisten kepada semua orang, terlepas dari kekuatan mereka dalam organisasi, dan menangani konflik dan risiko dengan baik. Mereka menghadapi perubahan, mengedepankan pandangan mereka sendiri, dan tetap fokus pada apa yang dibutuhkan organisasi. Mereka mengerti bagaimana orang lain melihat mereka bahkan sering melakukan tindakan kepemimpinan. Mereka sering menggunakan referensi, pakar, jaringan, dan kekuatan informasi mereka untuk melayani organisasi. Kelly menyebut grup ini "The Stars".

2. Tipe Konformis

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun