Mohon tunggu...
Cahyati Dwi Muliani
Cahyati Dwi Muliani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

We have to know self-awareness

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pernah Berkata Buruk di Sosial Media? Awas Ada Jejak Digital!

10 April 2021   11:11 Diperbarui: 10 April 2021   11:12 235 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pernah Berkata Buruk di Sosial Media? Awas Ada Jejak Digital!
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

"Mengaku salah bukan berarti kalah, tapi menunjukkan bahwa kita berjiwa besar dan mau menerima kesalahan dan semoga berniat memperbaikinya." - Febie Gusfa.

Perkembangan teknologi dan kemajuan zaman informasi sangat mempengaruhi akan banyaknya pengguna internet, khususnya pengguna sosial media. Sosial media merupakan media baru yang sangat membantu masyarakat dalam bertukar pesan, informasi bahkan memasarkan produk yang dijual saat ini. Tujuan mengenai adanya sosial media ini adalah untuk menghubungkan semua orang yang terpisah jarak yang jauh masing-masing, bisa antar kota, antar pulau bahkan antar negara.

Mengambil sumber data dari laman Data Reportal yang dipublikasikan tanggal 11 Februari 2021 lalu, populasi masyarakat di Indonesia sudah mencapai angka 274,8 juta pada Januari 2021. Angka yang mengalami peningkatan 2,9 juta dari tahun sebelumnya. Sementara, jumlah pengguna internet di Indonesia bertambah 27 juta jika disandingkan dengan data tahun 2020. Juga jumlah pengguna sosial media aktif bertambah 10 juta yang membuat masyarakat lebih mengandalkan internet di era ini.

Data Reportal juga menyertakan grafik media sosial dengan pengguna terbanyak. Salah satunya adalah social media Whatsapp di urutan kedua dengan persentase 87,7% dan rata-rata pemakaian selama 30 jam per pengguna di setiap bulannya. Aplikasi perpesanan gratis yang merupakan anak perusahaan dari induknya yaitu Facebook ini tersedia untuk Android dan ponsel cerdas lainnya. Dengan menggunakan koneksi internet (4G/3G/2G/EDGE/WiFi), memungkinkan kita dapat untuk menikmati fitur di dalamnya. Seperti akses berkirim pesan, foto, video panggilan, dokumen, bahkan pesan suara. Sehingga membuat para pengguna betah untuk menggunakan aplikasi ini.

Banyaknya pengguna saat ini dipengaruhi juga oleh aturan yang ditetapkan pemerintah selama masa pandemi COVID-19. Masyarakat dianjurkan untuk melakukan work from home, juga belajar via daring untuk siswa dan mahasiswa. Dari berbagai kalangan dan umum, Whatsapp digunakan untuk berbagai keperluan. Ada yang menggunakan Whatsapp untuk betukar pesan dengan orang di sekitarnya saja, ada yang dikhususkan untuk keperluan sekolah atau komunitas dan tidak terkecuali para pengirim hate comment yang membuat grup khusus pada aplikasi ini untuk menjelekkan nama seseorang.

Mengambil definisi dari laman unicef.org, cyberbullying ialah perundungan melalui teknologi digital. Ataupun menurut Think Before Text, cyberbullying adalah perilaku agresif berulang dan memiliki tujuan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok lewat media elektronik, dengan menargetkan seseorang yang dianggap tidak akan melakukan perlawanan atas tindakan tersebut. Contohnya ada pada kasus yang dialami seorang penggemar grup asal Korea Selatan, BTS, yang bernama Febie Gusfa dan sempat membuat heboh khususnya di komunitas penggemar BTS atau Army.

Kronologi kasus yang dialami Febie Gusfa

Febie Gusfa merupakan seorang pramugari dan penulis. Dia mengalami cyberbullying karena salah satu postingannya di media sosial Istagram mengenai cerita dirinya yang bertemu salah satu boygroup asal Korea Selatan yaitu BTS di bandara. Dirinya tidak sengaja berada di satu pesawat dengan boygroup tersebut. Ia membagikan perasaan senangnya di Instagram tetapi dari sanalah awal kasus ini dimulai.

Berawal dari beberapa grup yang dibentuk di Whatsapp dan media sosial Twitter oleh para penggemar BTS, mereka mulai menyuarakan pendapatnya terhadap cerita Febie. Mereka tidak percaya akan cerita yang dibuatnya sampai mereka menyebar hoaks terhadap pekerjaan Febie selama menjadi pramugari yang diduga mendapat perlakuan khusus. Bagi Febie, hal itu sangat membuatnya terluka. Apalagi sampai menghina pekerjaannya tanpa disertai fakta.

Penyelesaian kasus

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN