Mohon tunggu...
Analgin Ginting
Analgin Ginting Mohon Tunggu... Human Resources - Saya seorang pencinta kemanusiaan, suka berbagi untuk kebaikan bersama

Regenerasi dari akun Kompasiana sebelumnya.

Selanjutnya

Tutup

Diary

Dapatkah Dua Akun Kompasiana Digabung Menjadi Satu

10 Agustus 2022   14:41 Diperbarui: 10 Agustus 2022   14:51 107 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Mungkin saya salah satu Kompasianer yang unik para sahabat sekalian.  Mengapa? Ada beberapa alasan.  Karena saya termasuk Kompasianer yang bergabung pada tahun 2010,  saat Kompasiana baru berusia 2 tahun didirikan Sang Founder, Kang Pepih Nugraha.    Jadi saya ingat dimasa masa awal, bahwa salah satu kategori yang paling ramai adalah Agama,  Sangat ramai, sangat seru, sampai suatu saat kategori itu dibuang, karena sengitnya perdebatan tulisan pada kategori ini.    Ada seorang Kompasianer dari Sumatra Barat  yang bernama Erianto Anas, yang menjadi tokoh dalam kategori Agama dan juga kategori Humaniora.  Erianto Anas  seingat saya beberapa kali diberi peringatan, sampai suatu saat dikeluarkan dari Kompasiana.

Teman teman yang masuk tahun 2009, 2010, 2011, 2012  saya lihat sudah tidak banyak lagi yang bertahan, mungkin karena sudah banyak yang berhasil pada bidang yang lain.  Tapi masih ada juga beberapa yang masih bertahan sampai sekarang walaupun menulisnya tidak seaktif dulu. Beberapa sahabat Kompasianer yang masih  aktif adalah, Katedrarajawen, Mbah Ukik, Sutomo Paguci, dan tentu saja Kompasianer yang menjadi idola kita semua Sang Maestro Tjiptadinata Efendi.

Kembali kepada keunikan, saya saat ini tercatat mempunyai 2 (dua) akun di Kompasiana.  Dengan nama yang sama.  Namun hanya satu akun yang aktif, dan satunya pasif.  Bagaimana ceritanya koq bisa mempunyai 2 akun?  Mungkin teman teman bertanya seperti itu.  Begini cerita saya...

Saya akui bukanlah Kompasianer yang aktif dan konsisten, serta hebat dalam menulis.   Pasang surut keaktifan saya dalam menulis, atau ada musim musiman.  Kadang kadang bisa sampai  2 tahun sama sekali tidak berkunjung ke Kompasiana.  Karena alasan klasik  sibuk dalam pekerjaan.  Nah saat saya tidak  hadir ternyata Kompasiana yang  sedang bertumbuh mengalami banyak penyesuaian system.

Akun lama  Analgin Ginting. Sumber Photo  Kompasiana.com


Pada suatu saat, saya bahkan mengalami kebingungan bagaimana caranya login ke Kompasiana Karena sistem masuknya sudah sangat berbeda, bahkan kita harus mendaftar dulu dengan memberikan data data terbaru kita.    Pada saat yang sama, akun  email yang saya pakai untuk mendaftar Kompasiana dibajak orang lain, sehingga saya sendiri tidak bisa masuk lagi ke akun tesbut. 

Lalu saya mulai ikuti arahan dari admin tentang cara login.  Termasuk dengan merubah password Kompasiana.  Namun password baru itu harus didaftakan dari akun email lama yang sudah tidak bisa saya buka.   Akhirnya, karena admin Kompasiana  hanya bisa mengirimkan password ke  email yang lama, yang tetap tidak bisa saya buka maka saya tetap kesulitan untuk ke Kompasiana. Saat terakhir saya bisa masuk ke akun lama pada bulan Juni 2021. 

Pada bulan Juni 2021 saya diminta kembali untuk memperbaharui data data saya.  Dan Ketika saya memdaftarkan  alamat email yang baru  ternyata ditolak oleh system Kompasiana.  Sehingga akun Kompasiana yang lama sudah tidak bisa pakai lagi.   Maka pada bulan September  2021 saya buat akun Kompasiana yang baru.  Saya lalu menulis di akun Kompasiana yang baru, sedangkan akun Kompasiana yang lama tidak bisa lagi saya masuki.  

screen-shoot-kompasianaa-62f3608fa51c6f3be217b124.jpg
screen-shoot-kompasianaa-62f3608fa51c6f3be217b124.jpg

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan