Mohon tunggu...
Lius Kristan
Lius Kristan Mohon Tunggu... Karyawan swasta -

Saya hanya mapala bukan seorang penulis tetapi suka menulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Tanpa Anda Mereka Bisa Berprestasi (KPJ)

13 Oktober 2015   11:20 Diperbarui: 4 April 2017   17:25 229
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gorontalo,13/10/2015--- Beragam cerita tentang nuansa lika-liku kehidupan jalanan pada umumnya, selalu menyita perhatian pro dan kontra sebagian para masyarakat awam saat ini. Tindak kriminalitas, pergaulan hidup dengan Miras maupun penggunaan Obat-obat terlarang selalu menjadi topik pembicaraan, ketika kita di perhadapkan dalam sebuah sesi tanya jawab mengungkap serba-serbi kehidupan para penghuni jalanan berserta ruang lingkup tempat tinggalnya.

Kelompok penyanyi jalanan ( KPJ ) yang dibentuk sebagai wadah untuk menjaga citra nama baik para anak jalanan, dominan sering berkeluh kesah, ketika mereka diperhadapkan dalam sebuah pertanyaan, ''maraknya aksi tindak kriminal yang kerap terjadi dijalanan''.

Deklarasi  KPJ Gorontalo yang digelar selama 3 hari di lapangan Taruna Nani Wartabone Gorontalo yang dirangkaikan dengan HUT TNI  tanggal 7 s/d 10 Oktober 2015. Seakan menyita perhatian, tentang tujuan dan misi sebuah organisasi ini dibentuk atas dasar apa, saat itu ?. Konsep yang didasari paradigma berpikir masyarakat awam, cukup membuat rasa penasaran saya untuk menggali informasi lebih dekat  seputar orientasi kehidupan kelompok penyanyi Jalanan ( KPJ ) pada umumnya.

Minggu, 11 oktober 2015. Suatu kebanggaan cukup besar bagi saya karena bisa bertemu, dan duduk nongkrong bersama dengan kelompok penyanyi jalanan ( KPJ ) yang turut terlibat dalam acara deklarasi KPJ yang terselenggara selama 3 hari di Gorontalo. Pertemuan saya dan mereka berlangsung malam hari, di kediaman Mapala Alaska FT UNG Gorontalo. 

Saya sempat berbincang dengan Bang Erwin Z. Jordan (ketua umum KPJ Makassar periode 2013/2018 ) seputar misi kelompok penyanyi jalanan atau disingkat KPJ didirikan. Beliau mengatakan bahwa misi KPJ didirikan bukan semata-mata karena prinsip , " Ada Udang dibalik Batu", melainkan beliau menjelaskan dengan gamblang bahwa," KPJ dibentuk sesuai filosofi yang selalu diterapkan Bang Anto Baret tentang "Semua yang hidup di jalanan adalah saudara, dan menjunjung tinggi prioritas utama pemberdayaan anak-anak jalanan. 

Tidak hanya itu, Beliau juga mengemukakan bahwa " kami  tidak pernah mengajarkan siapapun yang menjadi saudara kami di KPJ, untuk berperilaku anarkis melakukan tindak kriminal ataupun menganggu kentraman para aktivitas pengguna jalan. Melainkan kami berupaya mendidik dan mengajarkan mereka tentang kreativitas bagaimana mencari uang yang halal dan baik, serta menerapkan sistem solidaritas saling membantu terhadap sesama yang saling membutuhkan". Mungkin oknum yang tidak bertanggung jawablah dari segilintir para anak jalanan yang bukan bagian dari KPJ yang melakukan tindak anarkis seperti itu'', ungkapnya.

 

Malam semakin larut, tetapi suasana perbincangan seputar lika-liku Kelompok Penyanyi Jalanan ( KPJ ) semakin asyik dan semakin seru. Saya juga sempat mewancarai saudara, Jefry Dundu yang diangkat menjadi ketua KPJ Gorontalo pertama dalam deklarasi KPJ Gorontalo, yang kemarin telah terselenggara. Dia juga mengungkapkan hal yang sama seputar misi didirikannya KPJ Gorontalo, bahwasanya : "prinsip kami selalu berpegang teguh pada persaudaraan, tanpa harus membedahkan suku, ras, dan Agama serta mengutamakan pemberdayaan anak-anak jalanan untuk di bina maupun di sekolahkan, layaknya mereka seperti anak-anak pada umumnya yang harus memperoleh pendidikan pada dasarnya". 

 

Tidak menutup kemungkinan bahwa KPJ juga bisa menjadi andalan masyarakat daerah dalam kegiatan pelayanan bakti sosial dan sejenisnya. Itu terbukti ketika KPJ Makassar mengadakan aksi kemanusiaan peduli terhadap sesama saudara kita yang saling membutuhkan, mereka mampu menghasilkan dana sebesar puluhan jutaan rupiah untuk disumbangkan sepenuhnya kepada korban bencana yang membutuhkan dalam aksi penggalangan dana dijalan-jalan trotoar Makassar seperti Aksi peduli Banjir Manado, Gempa Wassior Papua dan masih banyak kegiatan sosial lainnya. Tidak hanya itu, beragam festival musik seperti Freedom in Harmoni yang digelarnya pada ulang tahun ke 8 KPJ Makassar dan masih banyak lagi kegiatan festival musik lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun