Mohon tunggu...
Bambang Wahyudi
Bambang Wahyudi Mohon Tunggu... Koki - Mahasiswa Universitas Siber Asia

Menulis apasaja dimanasaja

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kurang Populernya Climate Change di Indonesia

18 Mei 2022   23:49 Diperbarui: 19 Mei 2022   00:01 74 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Tentunya kita sadari bahwa semakin hari Bumi kita ini sedang tidak baik-baik saja, mengapa demikian ?

Dalam kurun waktu beberapa tahun kebelakang, tentunya sudah banyak fenomena-fenomena alam yang terjadi berkaitan dengan perubahan iklim atau sering disebut climate change. Baru-baru ini yang paling saya rasakan adalah hawa panas dan temperatur suhu yang agak tinggi mungkin di beberapa daerah bahkan di beberapa Negara lain selain Indonesia. Untuk lebih mendalami tulisan ini, mari kita kenalan dahulu dengan Climate Change. Perubahan Iklim adalah perubahan signifikan kepada iklim, suhu udara dan curah hujan mulai dari dasawarsa sampai jutaan tahun. Perubahan iklim terjadi karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan efek gas rumah kaca.

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Kerangka Kerja Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) mendefinisikan Perubahan iklim sebagai perubahan iklim yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga mengubah kompoisi dari atmosfer global dan variabilitas iklim alami pada perioda waktu yang dapat diperbandingkan. Komposisi atmosfer global yang dimaksud adalah komposisi material atmosfer bumi berupa Gas Rumah Kaca (GRK) yang di antaranya, terdiri dari Karbon Dioksida, Metana, Nitrogen, dan sebagainya.

Dari penjelasan diatas tentunya kita sedikit mengetahui ap aitu Perubahan iklim atau Climate change, lalu sudahkah kita mulai peduli dan ikut serta menjaga Bumi kita ini ?

Menurut saya, hampir Sebagian besar penduduk di Indonesia masih kurang peduli tentang Perubahan iklim atau Climate Change ini, dikarenakan berbagai hal dari mulai kurang nya pengetahuan akan hal tersebut sampai dengan rasa cuek yang memang sudah banyak melanda masyarakat. Mari kita lihat tren yang banyak diminati oleh masyarakat, khususnya di Indonesia, hal-hal seperti hiburan-hiburan dan tingkah lucu masyarakat masih menjadi konsumsi public yang paling tinggi dibandingkan dengan isu-isu lain seperti isu lingkungan hidup. Dapat kita lihat dibeberapa media online seperti portal berita online atau bahkan kanal Youtube yang berisikan tentang isu-isu lingkungan hidup seperti Climate Change ini sangat sedikit sekali respon bahkan pembacanya / viewer nya. Tidak dipungkiri bahwa hal tersebut membuktikan bahwa kesadaran masyarakat kita akan hal tersebut masih sangat kurang. Walau tidak dipungkiri jika memang kita membaca atau melihat info mengenai Climate Change belum tentu kita sendiri membantu untuk menjaga dan sedikit berperan aktif di dalamnya. Semua harus melalui kesadaran diri dan dorongan lingkungan sekitar.

Sejak mulai pesatnya penggunaan media online khususnya perkembangan internet yang pesat harusnya menjadi momen penting dalam pemberitaan serta edukasi kepada masyarakat luas terhadap Climate Change itu sendiri. Dikutip dari website www.kemenkeu.go.id , Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan isu perubahan iklim atau climate change juga menjadi salah satu isu penting. Ini akan menjadi topik yang akan dibicarakan dalam pertemuan G20 mendatang.

“Climate change itu tidak mungkin bisa ditangani tanpa aspek keuangan. Makanya di dalam Finance Track dibicarakan mengenai sustainable finance dan climate change finance. Itu menjadi sangat penting,” ujar Menkeu secara daring dalam acara PrimeTime News Metro TV.

Tentunya hal tersebut menjadi poin penting dari sisi Pemerintah kita untuk dapat lebih meningkatkan kepedulian tentang Climate Change, dimulai dari tingkat yang paling atas yaitu Pemerintah, lalu diharapkan akan terus menular dan turun sampai ke masyarakat. Karena boleh percaya atau tidak, bahwa dampak menakutkan dari Climate Change ini jika tidak segera diatasi akanlah sangat fatal bagi kelangsungan masyarakat kita khususnya di Indonesia. Dikutip dari Buku  Dampak langsung yang muncul akibat perubahan iklim terhadap aktivitas manusia mendatangkan biaya ekonomi yang besar. Menurut studi Hecht (2016), nilai moneter dari kerugian ekonomi yang akan ditanggung oleh masyarakat Indonesia pada tahun 2050 sebagai akibat dari perubahan iklim adalah sebesar Rp132,3 triliun atau setara dengan Rp408,4 ribu per orang. Bentuk kerugian yang disertakan dalam perhitungan tersebut adalah penurunan produksi beberapa komoditas pertanian (padi sawah, kacang kedelai, dan tebu), penurunan produksi di sektor akuakultur, hilangnya lahan untuk pengembangan kawasan pemukiman maupun perkantoran, serta bertambahnya biaya kesehatan akibat meluasnya wabah epidemik seperti demam berdarah dan malaria.

Tentunya harapan itu masih ada, dengan tagline yang sering digaung-gaungkan beberapa waktu kebelakang tentang “The Power Of Social Media” tentunya kita semua berharap secercah harapan demi kelangsungan Bumi yang kita tinggali ini masih ada. Dengan tren penggunaan sosial media di Indonesia yang cukup tinggi, sangat disayangkan jika Sebagian besar isi konten bahkan hal-hal yang dibahas tentang sesuatu yang kurang bermanfaat. Akan lebih bijak jika adanya hal berkesinambungan yang dilakukan di media sosial tersebut dalam hal menjaga lingkungan dan lebih peduli lagi tentang Perubnahan iklim atau Climate Change. Masih ada generasi-generasi penerus kita dan bahkan anak-anak kita nanti yang mungkin bisa meneruskan tonggak estafet ini. Tentunya pemanfaatan Media Online sebagai sarana komunikasi yang lazim saat ini sangatlah membantu kita menjangkau semua masyarakat tidak hanya di satu kota kita tinggal saja, bahkan bisa sampai ke Negara lain dengan visi dan misi yang sama yaitu menjaga Bumi kita dari Perubahan iklim / Climate change.

Semoga tulisan saya ini dapat sedikit menggugah sahabat-sahabat pembaca sekalian dalam kepeduliannya terhadap perubahan iklim atau Climate Change nantinya.

Karena disini Bumi kita, tidak ada lagi Bumi kedua dan ketiga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan