Mohon tunggu...
Nanang Diyanto
Nanang Diyanto Mohon Tunggu... Travelling

Perawat yang seneng berkeliling disela rutinitas kerjanya, seneng njepret, seneng kuliner, seneng budaya, seneng landscape, seneng candid, seneng ngampret, seneng dolan ke pesantren tapi bukan santri meski sering mengaku santri wakakakakaka

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Beku Institute Challenge, Belajar Kehidupan pada Daun

3 April 2019   12:45 Diperbarui: 6 April 2019   07:37 0 2 2 Mohon Tunggu...
Beku Institute Challenge, Belajar Kehidupan pada Daun
Selepas hujan, kiriman Damar Sasongko | koleksi pribadi

Kehidupan ini seperti daun, kata Mbakyu Kantri. Tumbuh, bersemi, mengembang, menghijau, menguning, mengering, rontok diterpa angin, berserakan di tanah.  

Tak pernah membenci angin karena menjatuhkannya. Ataupun menghindar saat ulat-ulat menggerogoti dirinya.

Beku Institute Challenge dua mingguan kali ini mengambil tema daun. Memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita, yang mudah, murah, dan mudah di temukan dimana saja selama ada kehidupan.

Terbawa air, kiriman Mbak Inge Ngotjol Liverpool | koleksi pribadi
Terbawa air, kiriman Mbak Inge Ngotjol Liverpool | koleksi pribadi
Harus pinter-pinter mengambil komposisi biar bisa menangkap cerita.Harus pinter memanfaatkan moment, saat masih ada embun, ketika sehabis hujan, atau ketika terbawa air.

Harus jeli memanfaatkan sumber cahaya, dari depan atau belakang, dari atas atau bawah, dari samping kiri atau samping kanan, bahkan dari baliknya daun. Pakai flash bawaan atau sorot lampu jalanan dan sebagainya.

Daun jendela, kiriman Tonang Baskhara | koleksi pribadi
Daun jendela, kiriman Tonang Baskhara | koleksi pribadi
Harus kreatif bisa memanfaatkan benda disekitar obyek, sehingga bisa lebih dramatis.

Tak ada batasan, semua bebas berkreasi. Dikumpulkan dan dibahas bareng-bareng di layar TV yang segede gaban sponsor dokter Praminto.

Optimis, kiriman Damar Sasongko | koleksi pribadi
Optimis, kiriman Damar Sasongko | koleksi pribadi
Belajar hidup dari filosofi daun.Jadilah seperti daun, walau tak seindah bunga tapi ia tetap mempunyai peran yang lebih utama dari bunga, kata Nidhom Fauzi.

Daun adalah bagian penting bagi tumbuhan untuk melangsungkan hidupnya. Proses fotosintesis ibarat dapur tempat memasak dan dari dapur ini menyuplai makanan pada seluruh bagian tumbuhan.

Dalam bak sampah | koleksi pribadi
Dalam bak sampah | koleksi pribadi

Terhempas di jalanan, kiriman mbak Inget Ngobrol dedengkot Kampret | koleksi pribadi
Terhempas di jalanan, kiriman mbak Inget Ngobrol dedengkot Kampret | koleksi pribadi

Fotosintesis ini membutuhkan CO2 dan klorofil dengan bantuan sinar matahari maka menghasilkan O2 yang dibutuhkan bagi kehidupan.
Pada saat ia jatuh berguguran ia tetap memandang tunas-tunas yang tumbuh menggantikannya. Tugasnya memberi kehidupan kepada pohon tidak pernah purna meski ia telah jatuh dari dahannya.

Terbawa arus, kiriman Daniele | koleksi pribadi
Terbawa arus, kiriman Daniele | koleksi pribadi
Saat daun terjatuh ke tanah diripun masih bisa bermanfaat bagi kehidupan lainnya. Ia menjadi makanan cacing, menjadi humus yang memberikan mineral-mineral lain bagi kehidupan sang pohon.

Daun juga mengajarkan penerimaan, pengertian dan pemahaman yang indah jelas Nidhom Fauzi.

Berserak, kiriman penulis | koleksi pribadi
Berserak, kiriman penulis | koleksi pribadi
Tak selamanya hal menyedihkan dan menyakitkan menimbukan keburukan. Dengan penerimaan, pengertian dan pemahaman yang sederhana seperti takdir daun manusia akan menemukan kebahagiaan, sesuai perannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2