Mohon tunggu...
Nanang Diyanto
Nanang Diyanto Mohon Tunggu... Travelling

Perawat yang seneng berkeliling disela rutinitas kerjanya, seneng njepret, seneng kuliner, seneng budaya, seneng landscape, seneng candid, seneng ngampret, seneng dolan ke pesantren tapi bukan santri meski sering mengaku santri wakakakakaka

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Isyanto, Perajin Wayang Kulit Langka di Indonesia

1 April 2019   12:41 Diperbarui: 1 April 2019   16:41 0 10 7 Mohon Tunggu...
Isyanto, Perajin Wayang Kulit Langka di Indonesia
Isyanto, menimang wayang kulitnya yang masih mirip emping melinjo mentah | dokpri

Sekilas dari kejauhan mirip emping melinjo raksasa mentah yang siap goreng. Isyanto berkali-kali membolak-balik lembaran tersebut, dia tak ingin ada yang cacat dari lembaran tersebut. Sekecil apapun kecacatan akan membuat cacat karya yang dia kerjakan.

Lembaran yang mirip emping melinjo tersebut didatangkan dari Jawa Tengah, merupakan kulit kerbau kualitas terbaik. Menurutnya karakteristik kulit kerbau dari Jawa Tengah paling bagus, baik tekstur, tingkat kekeringannya, warna, sampai kerataan tebal tipisnya.

Ketika diperhatikan lebih seksama, lembaran tersebut rumit dan detail, alias njlimet orang Jawa mengistilahkan. Hanya orang-orang berjiwa seni tinggi yang mau dan mampu melakukan.

Karya Isyanto menjadi buruan kolektor | dokpri
Karya Isyanto menjadi buruan kolektor | dokpri

Bahan mentah tersebut baru saja selesai disungging, istilah menatah dalam wayang kulit. Pahatan atau sunggingan tersebut hanya dalam ukuran milimeter, ada yang berupa guratan dengan kedalaman setengah tebal kulit, namun kebanyakan sampai tembus. Setiap pahatan ataupun guratan mempunyai istilah masing-masing.

Ketelitian, ketepatan ukuran, presisi, pahatan atau sunginggan, sampai pewarnaan harus sempurna. Tak boleh ada kesalahan, begitu tertatah salah akan berubah makna ataupun fungsi. Sekali dalam mewarna juga tidak boleh salah, karena kulit kerbau tersebut langsung menyerap warna dan tidak bisa dihapuskan.

Tiap warna punya istilah sendiri, dan mempunyai makna, setiap warna akan membentuk karakter pada tokoh. Ada gradasi warna dari warna satu keping warna lainya, sehingga warna terasa kalem tidak menyolok mata. 

Detail, lubang lubang tersebut dalam ukuran milimeter | dokpri
Detail, lubang lubang tersebut dalam ukuran milimeter | dokpri

Kaca pembesar untuk ketelitiannya | dokpri
Kaca pembesar untuk ketelitiannya | dokpri

Untuk melakukan kurasi tersebut Isyanto melakukannya sendiri dengan bantuan kaca pembesar. Isyanto menjelaskan dulu semua pekerjaan ditangani sendiri, namun belakangan ini di bantu istri dan karyawanya. Alasan kesehatan yang menurun karena bertambahnya usia.

Semua wayang dia sendiri yang mempola, begitupun lukisan besar yang berharga ratusan juta. Setiap hasil sunggingan karyawannya akan dia kurasi, terutama bagian wajah karena hal ini sangat vital jelasnya. Misal matanya kurang lebar, matanya kurang menonjol, matanya kurang redup, mukanya kurang garang, dan sebagainya.

Tetangganya-pun jarang yang mengetahui, bahkan tak jarang banyak yang melecehkan karena pekerjaan seni dianggap pekerjaan orang pemalas. Pekejaan seni dianggap alasan buat yang gak doyan kerja.

Isyanto mengatakan tak perlu menjelaskan kondisinya, karena orang yang tidak menyukai gak bakalan percaya. Begitupun orang yang menyukainya gak butuh penjelasan tentangnya.

Banyak foto-foto pejabat yang pernah berinteraksi dengannya, presiden SBY, pejabat-pejabat tinggi di kepolisian dan TNI. Namun tidak nampak foto-foto pejabat di daerah. Pernah dulu para pejabat daerah datang, kedatangan hanya karena mereka butuh Isyanto mengisi pameran dan setelah itu mereka tak pernah datang lagi.

Detail, wayang mentah yang masih butuh proses panjang | dokpri
Detail, wayang mentah yang masih butuh proses panjang | dokpri

Tersebab menjadi seniman wayang kulit adalah pilihan hidupnya. Tak peduli apa kata orang, tak peduli dapat apresiasi atau tidak, dan tak peduli karyanya dibilang mahal.

Di depan karyanya, orang baru mengerti kecintaan pada warisan leluhur memerlukan ketekunan dan kesempurnaan. Meskipun resikonya membuatnya terasing. Hanya orang yang peduli seni dan pecinta budaya yang mengenalnya. Tetangga saja meremehkannya apalagi yang lain.

Dari tangannya sebuah wayang bisa berharga 135 juta seperti pesanan gambar wayang berpigora yang dipesan pejabat di Jakarta. Rata-rata harga wayangnya 7-10 juta, tergantung kerumitan dan lebar wayang. Wayang-wayang pesanannya lebih banyak buat koleksi. Karena kalau buat pertunjukan terlalu bagus, meski ada beberapa dalang kondang yang memesan padanya.

Orang Jawa sering memesan wayang sesuai karakter wayang. Merupakan simbol sifat dari orang yang mengoleksi. Misal bijaksana, ia akan memesan tokoh Semar. Pejabat yang masih aktif akan memesan Kresna. Paling banyak memesan tokoh Indrajit. Mereka berharap tingkah lakunya bisa meneladani tokoh wayang yang dipajang di rumahnya.

Isyanto mengatakan, satu tokoh wayang mempunyai beberapa karakter atau mungkin ekspresi. Sehingga untuk satu tokoh wayang Isyanto membuat beberapa karakter. Karakter atau penggambaran air muka wayang disebut wanda. Isyanto menjelaskan penggambaran ini merupakan perwujudan kasat mata dari suasana hati tokoh. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3