Mohon tunggu...
BungRam
BungRam Mohon Tunggu... Konsultan - Pemerhati pendidikan, konsultan program pendidikan

Book lover, free traveller, school program consultant, love child and prefer to take care for others

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Sekolah sebagai Rumah Kedua

27 Januari 2020   10:50 Diperbarui: 27 Januari 2020   15:01 437
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sejumlah siswa menyalami guru mereka seusai mengikuti upacara di Sekolah Dasar Negeri 060813 Medan, Sumatera Utara, Senin (25/11/2019). Menyalami guru oleh para siswa tersebut dalam rangka memperingati Hari Guru yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.(ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA)

"When school, families, and community groups work together, to support learning, children tend to do better in school, stay in school longer, and like school more." (Anne Handerson, Karen Mapp)

Sekolah merupakan milik institusional yang dirancang untuk menghadirkan suasana kehidupan akademik melalui proses dan serangkaian kegiatan pembelajaran, aturan, pembinaan, yang dikemas dengan rutinitas dan dengan pengawasan dan pembinaan seorang guru, serta adanya tujuan dan pencapaian yang jelas dengan standar tertentu, berdasarkan visi misi lembaga yang telah ditentukan.

Secara etimologi, kata "sekolah" berasal dari bahasa Latin "schola" artinya "istirahat, waktu luang". Dahulu anak-anak bangsa Yunani biasa mengisi waktu luang mereka dengan mendatangi orang-orang bijak untuk mengenal suatu pengetahuan, belajar keterampilan praktis yang mereka butuhkan di kehidupan sehari hari.

Dalam perkembangannya, kemudian Kekaisaran Bizantium mendirikan sistem persekolahan yang dimulai dari tingkat dasar. Menurut Traditions and Encounters, pendirian sistem pendidikan dasar dimulai pada 425 M, juga pendidikan yang diadakan oleh militer. 

Pemerintahan Kekaisaran juga memberikan perhatian yang besar terhadap pendirian sebuah lembaga, sebagai keharusan untuk rakyatnya mengikuti pendidikan. Meskipun Bizantium kehilangan banyak kebesaran budaya Romawi dan kemewahan dalam proses mempertahankan kerajaan lewat peperangan. Kekaisaran menekankan adanya efisiensi dalam buku pedoman perangnya, dan itu dilakukan dalam praktik kegiatan sistem pendidikan Bizantium berlanjut sampai kekaisaran runtuh pada tahun 1453 Masehi. (Bentley, Jerry H. (2006). Traditions & Encounters a Global Perspective on the Past. New York).

Sekolah sebagai rumah pengetahuan dan kebijaksanaan
Saat anak-anak memasuki usia sekolah, kemampuan kognitifnya berkembang begitu cepat, namun emosinya masih belum stabil, dan cenderung berperilaku impulsif. 

Sekolah sebagai sebuah institusi, hendaknya memberikan ruang dan kesempatan yang luas untuk pengembangan kedua aspek di atas (pengetahuan dan emosi) dalam porsi yang baik, sesuai kebutuhan perkembangannya.

Institusi sekolah bukan hanya tempat anak-anak mempelajari pengetahuan bidang ilmu tertentu saja, umumnya dikelompokkan ke dalam bidang sains, bahasa, matematika, pengetahuan sosial yang bertujuan membekali dasar-dasar pengetahuan akademik sesuai keadaan di tempat, atau negara mereka tinggal. 

Sekolah adalah institusi yang menyediakan ruang untuk anak bebas melakukan berbagai aktivitas sesuai keinginannya dan kesukaannya. Kemudian memfasilitasi setiap individu berdasarkan kemampuan dasarnya dan kecenderungannya.

www.pulsarchitecture.ie
www.pulsarchitecture.ie
Kebijaksanaan adalah intisari kehidupan. Rumah yang baik adalah rumah yang di dalamnya ada kebijaksanaan. Rumah menjadi tempat kembalinya setiap keluarga karena di dalamnya ada orang-orang yang memberikan cinta dan kasih sayang. Kemudian melalui setiap individu itu, cinta menjadi kekuatan, dan saat anak-anak tumbuh dewasa, mereka memiliki kedua-duanya, tempat kembali dan cinta, mereka menerima "wisdom", lalu membawa kebijakan itu kepada generasi berikutnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun