Mohon tunggu...
Sundari
Sundari Mohon Tunggu... Karyawati BUMN, Guru Mulok di Sekolah Dasar

Karyawati BUMN, Guru Mulok di Sekolah Dasar, Mahasiswa Pascasarjana PIPS Unikama

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menjadi Pribadi yang Kreatif dan Inovatif

19 Juni 2019   08:58 Diperbarui: 19 Juni 2019   09:01 0 0 0 Mohon Tunggu...

Sundari, S.Pd

Email: bunda591@gmail.com

Staf Pengajar SDI Riyadlul Mubtadiin Kedok Turen Malang

Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan IPS Unikama

Kita tidak bisa hidup sendiri baik disadari atau tidak manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan dibutuhkan oleh orang lain dalam kehidupan. Manusia mempunyai akal yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Pencipta untuk kita survive dalam hidup, untuk berfikir bagaimana cara berkomunikasi, dan untuk melanjutkan hidup dengan sesama dan alam. 

Karenanya di sekolah kita diajarkan ilmu pengetahuan sosial. Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di keluarga dan masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pembelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik.

Sebagaimana yang sudah diketahui bahwa perkembangan kurikulum IPS SD di Indonesia mengalami banyak perkembangan dan perubahan, diantaranya antara lain sebagai berikut; Kurikukum 1975, yang mengelompokkan tiga jenis pendidikan, yakni pendidikan umum, pendidikan akademis dan pendidikan keahlian khusus; Kurikulum 1984, pada hakikatnya menyempurnakan atau memperbaiki kelemahan-kelemahan Kurikulum 1975; Kurikulum 1994, hanya memberikan anjuran umum bahwa pelaksanaan proses belajar mengajar hendaknya para guru menerapkan prinsip belajar aktif; Kurikulum 2004, pada tahun tersebut pemerintah kembali melakukan perubahan kurikulum yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK); Kurikulum 2006, kurikulum IPS yang mulai berlaku tahun ajaran 2006 itu tidak menganut istilah pokok bahasan, namun menggunakan istilah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar; Kurikulum 2013, salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini, mata pelajaran IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajaran.

Pedoman belajar mengajar yang sudah ditentukan oleh pemerintah tentunya harus bisa diterapkan pada siswa didik dengan baik di sekolah. Dalam beberapa keadaan guru menghadapi siswa yang dikatagorikan mempunyai kemampuan dan kebiasaan untuk multi-tasking (mengerjakan beberapa kegiatan sekaligus) karena termasuk pembelajar abad milenium. Hal ini akan membuat dia merasa bahwa tempat belajar di sekolah yang terkadang membuat mereka suntuk dan ngantuk, tentunya apa gerangan penyebabnya? 

Hal itu sudah dialami semenjak kita duduk di bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Nah kalau udah seperti itu bagaimana, ilmu yang didapat dari guru yang sudah memfasilitasi untuk diserap ilmunya? Alhasil mata pelajaran tidak bisa masuk ke otak, yang terjadi hanya masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri. 

Nah, suasana yang dihadirkan di sekolah-sekolah umum di Indonesia memang terkesan kaku dan monoton, bisa saja mereka menganggap tidak menarik dan membosankan. Sebagai guru bertanggung jawab atas kondisi yang dialami beberapa siswa tertentu.

Agar proses pembelajaran IPS tersebut menyenangkan, menantang tetapi juga bermakna bagi siswa. Mengubah suatu kebiasaan merupakan pekerjaan yang tidak mudah, demikian halnya dengan proses belajar mengajar yang sudah terbiasa menggunakan metode ceramah, tetapi hal tersebut bukan tidak mungkin untuk kita lakukan. Dalam hal ini interaksi antara guru dengan siswa sangat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN