Mohon tunggu...
Lina Rahmayanti
Lina Rahmayanti Mohon Tunggu... Guru - Pengalaman adalah Guru Terbaik

Belajar sepanjang hayat

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Sehat

Dakwah Diet Kantong Plastik bersama Aisyiyah & GIDKP

26 September 2022   12:30 Diperbarui: 26 September 2022   13:39 317
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ada cerita menarik dari keterlibatan kami bergabung dalam program "Pasar bebas plastik"  yang di usung oleh GIDKP ( Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik) dan  LLHPB (Lembaga Lingkungan Hidup & Penanggulangan Bencana) PP Aisyiyah. 

Mulai dari melakukan wawancara tentang penggunaan kantong plastik pada pedagang di Pasar Tebet Barat, membagi souvenir wadah makan ramah lingkungan, sampai berbagi kantong belanja guna ulang kepada pengunjung pasar yang membawa belanjaannya dengan kantong plastik.

Dokpri
Dokpri

Kampanye diet kantong plastik  bagi rekan-rekan muda di GIDKP tentu menjadi aktifitas biasa karena sudah menjadi fokus mereka untuk terus mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik di tengah masyarakat.

Bagi saya dan empat rekan Aisyiyah lainnya  hal ini adalah pengalaman pertama dan sangat memberikan kesan mendalam. Membuka mata saya, bahwa ternyata tidak mudah melakukan edukasi kepada masyarakat meskipun pada sesuatu yang mereka anggap sepele.

Yaa, menggunakan kantong plastik pastinya  adalah hal yang sangat sederhana. Berbelanja atau membeli sesuatu, di bungkus dengan kantong plastik, di bawa pulang dan sampai di rumah kantong plastik tinggal di lempar ke tempat sampah tanpa perlu memikirkan sudah berapa juta sampah plastik yang masih belum bisa terurai di luar sana.

Dokpri
Dokpri

Semula saya membayangkan akan sangat mudah membagi 50 pc kantong belanja kepada ibu-ibu yang keluar dari pintu pasar dengan menenteng belanjaannya yang berwadah kantong plastik.

Di benak saya, berdiri saja di sisi kanan atau kiri pintu pasar, tunggu sampai ada yang keluar dari pasar dengan menenteng barang belanjaan berwadah kantong plastik, segera sapa dan tawarkan kantong belanja kain yang akan di berikan. " Hoho... Tidak semudah itu Ferguso..! "

Baru saja menawarkan hendak berbagi kantong plastik, seorang ibu menegakkan telapak  tangannya tanda menolak. "Ini gratis bu, kami berbagi kantong belanja hari ini" Saya berusaha membujuk. Telapak tangan ibu itu tetap menegak, di tambah gelengan kepala sambil berlalu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Sehat Selengkapnya
Lihat Indonesia Sehat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun