Mohon tunggu...
Bugi Kabul Sumirat
Bugi Kabul Sumirat Mohon Tunggu... Seniman - author, editor, blogger, storyteller, dan peneliti di BRIN

panggil saja Kang Bugi. Suka nulis, suka ngevlog, suka ndongeng bareng si Otan atau si Zaki - https://dongengsiotan.wordpress.com. πŸ“: bugisumirat@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Deny Si Penjual Cilik

17 Agustus 2023   18:11 Diperbarui: 17 Agustus 2023   18:17 141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berdagang (dok: kreasi pribadi dari pngdownloaddotid)

Usianya sekitar 7 (tujuh) tahun, kelas satu Sekolah Dasar, baru masuk di tahun 2023 ini, tapi ia, anak yang bernama Deny ini, memiliki kebiasaan baik di rumahnya. Ia membantu orang-tuanya berjualan. Berjualan sayur keliling.

"Permisiiiii buuuuuu, Deny mau antar pesanan sayurnya..." Begitu Deny mendatangi orang yang membeli sayur dan mengantarkan pesanan sayurnya.

Jadi cara Deny berjualan keliling itu tidak membawa seluruh dagangannya. Deny berjualan di cluster perumahan yang tidak membolehkan pedagang sayur keliling masuk ke komplek perumahannya. Jadi penghuni rumah di komplek itu belanja sayurannya, kalau tidak ke supermarket, ya harus pergi ke pasar tradisional atau ke tukang sayur yang mangkal di luar cluster, yang berada cukup jauh dari cluster.

Karena sistem cluster, konsep rumah tanpa pagar, salah satu cara menjaga keamanan ya melarang pedagang keliling masuk cluster, kalaupun ada, akan sangat terbatas sekali yang diperbolehkan. Pedagang sayur termasuk yang dilarang untuk masuk cluster.

Cara menawarkan jualan orang tua Deny cukup lebih praktis. Jadi, di cluster itu ada wag (whatsapp group) berjualan, jadi para tetangga cluster, penghuni cluster, yang menjadi anggota wag itu, bebas saling menawarkan jualan ataupun barang dagangannya. Nanti pesannya mereka langsung japri atau DM si penjualnya langsung, berjualan antar tetangga. Anggota di group itu lumayan banyak. Jumlah rumah di dalam cluster itu sendiri cukup banyak, sekitar 400an rumah. Jadi transaksi di group ini cukup aktiflah. Nah, Deny ini membantu mengantarkan pesanan sayur para tetangga itu.

Deny mengantarkan sayur bila belum berangkat sekolah (kalau sekolah siang) atau sepulangnya sekolah (kalau sekolah pagi). Kalau Deny sedang bersekolah, maka yang mengantar pesanan sayur adalah pembantunya.

Cara mengantar pesanan sayuran Deny yang menarik perhatian. Jadi kalau ia mengantarkan pagi, maka biasanya ia mengantarkan pesanan sayuran itu dengan masih berpakaian piyama -- baju tidurnya. Jadi sebelum berangkat ke sekolah, ia mengantarkan pesanan sayuran itu. Dan di pinggangnya, selalu terselip tas pinggang kecil yang isinya uang transaksi penjualan, biasanya persiapan untuk uang kembalian.

Keunikan lain adalah ia akan mengantarkan pesanan sayuran tersebut kadang berjalan kaki tapi Setelah memiliki sepeda, ia belakangan ini lebih sering mengantarkan pesanan dengan bersepeda. Lalu di depan pintu ia akan mengucapkan kata-kata seperti di atas dengan nada tinggi. Β Jad kita yang didalam rumah akan langsung mengenali suara khasnya Deny itu dengan gaya khasnya. "nah itu si Deny datang." Dan yang juga berkesan adalah kalimat-kalimat yang digunakannya, selalu sopan dan santun.

Ciri khas Deny lainnya adalah dia hapal seluruh blok dan nomor rumah di cluster. Deny tidak tahu nama penghuninya -- kecuali beberapa, tetapi jangan tanya kalau nomor dan blok rumah. Dia tahu. Beberapa kali pernah teruji, Deny dapat menjelaskan arah menuju rumah pak Nganu yang berada di blok sekian dan nomor sekian, sementara yang lainnya tidak tahu.

Deny dalam mengantarkan sayuran tidak pernah mengeluh dan selalu kelihatan bersemangat. Pernah ada tetangga yang iseng bertanya ke Deny, "Den, kamu nggak cape nganterin sayur setiap hari dan ke sana ke sini?" Deny langsung menjawab. "nggak tuh om, Deny seneng nganterin belanjaan, seneng keliling-keliling bantu orang tua." Aduh Deny, luluh hati ini dengan jawabanmu itu....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun