Budiono
Budiono Pegawai Swasta

Praktisi manajemen risiko yang sedang menekuni hobi ngevlog. Silakan subscribe kanal YouTube saya https://bit.ly/TRAVLOGUE dan temukan tulisan saya lainnya di https://www.budionojournal.com/

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Berlibur di Beukenhof dan Ullen Sentalu

12 April 2019   13:38 Diperbarui: 12 April 2019   13:45 36 1 0


Kawasan Kaliurang memang terkenal dan telah menjadi destinasi wisata pilihan bagi banyak wisatawan yang berlibur ke Yogyakarta. Begitu pula dengan saya dan rekan kerja yang menyempatkan agenda berwisata ke Kaliurang, tepatnya ke restoran Beukenhof dan Museum Ullen Sentalu yang berada satu area. Kami sengaja tiba pada jam makan siang untuk santap siang terlebih dahulu di Beukenhof sebelum mengikuti tur di Museum Ullen Sentalu. 

Beukenhof berada tepat di belakang Museum Ullen Sentalu. Sayangnya, area parkir di sini cukup sempit sehingga minibus yang kami naiki hanya bisa mengantar sampai lapangan parkir Museum Ullen Sentalu. 

Pintu gerbang yang kami lewati ketika menuju Beukenhof sekaligus merupakan pintu keluar dari Museum Ullen Sentalu. Di sini terdapat sebuah prasasti peringatan ulang tahun hubungan sister province antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Prefektur Kyoto di Jepang. Ternyata keduanya telah menjalin hubungan sister province ini sejak tahun 1985 karena sama-sama masih menjaga budaya tradisional dan memiliki nilai historis yang tinggi. 

Memasuki area restoran, kita disambut dengan nuansa klasik ala Belanda. Furnitur dan pernak-pernik yang ditampilkan membawa kita bernostalgia ke tempo dulu. Pengunjung dapat memilih untuk meja di dalam ruangan atau di area balkon. Saya sendiri memilih area balkon agar bisa menikmati juga pemandangan sekitar. 

Menu yang ditawarkan di sini merupakan menu makanan ala barat. Saya sendiri memilih menu bernama Chicken Supreme. Menu ini terdiri dari paduan dada ayam yang dipanggang dan pasta. Rasanya tidak mengecewakan. Dari segi harga juga masih wajar dan tentunya masih lebih murah daripada restoran fancy di Jakarta. 

Setelah selesai makan siang, saya beranjak ke Museum Ullen Sentalu. Museum ini memiliki desain arsitektur yang unik dan futuristik sehingga menarik untuk dijadikan sebagai latar belakang foto yang instagramable. Seperti apa ya kira-kira isinya? 

Untuk memasuki area museum, pengunjung akan dibagi menjadi beberapa batch yang ditemani oleh seorang pemandu. Sayangnya saat berkunjung ke museum ini tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar, baik berupa foto maupun video. Secara garis besar, museum ini menyimpan beragam koleksi yang menceritakan sejarah kebudayaan Jawa yang berasal dari Kerajaan Mataram Islam yang kini telah terbagi menjadi empat, yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Paku Alaman, dan Mangkunegaran. 

Setelah tur selesai, pengunjung akan menemui sebuah potongan relief arca yang dipasang miring. Arca miring ini menggambarkan ekspresi keprihatinan atas kondisi saat ini di mana sejarah sudah mulai dilupakan. Jika hal ini terus berlanjut dikhawatirkan sejarah akan menjadi miring apabila kita lupakan. Oleh karena itu, marilah kita belajar sejarah bersama-sama. 

Selesai juga tur saya hari itu. Namun, ada satu tempat lagi yang bisa dikunjungi di area museum ini, yaitu sebuah galeri batik. Di sini kita bisa berbelanja beragam koleksi batik dan cinderamata yang khas. 

Jangan lupa saksikan vlog perjalanannya dan subscribe channel-nya. Nantikan highlight cerita perjalanan selanjutnya di Kompasiana.