Mohon tunggu...
Budiman Hakim
Budiman Hakim Mohon Tunggu... Begitulah kira-kira

When haters attack you in social media, ignore them! ignorance is more hurt than response.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Sebelum Mati Buatlah Minimal 1 Buku

19 Juni 2017   01:36 Diperbarui: 19 Juni 2017   20:18 999 15 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sebelum Mati Buatlah Minimal 1 Buku
Sumber ilustrasi: news.usc.edu

Hidup itu singkat! Pasti kita semua sering mendengar kalimat klise ini kan?

Memang betul hidup itu singkat tapi hanya di periode kehidupan yang singkat itulah kita mempunyai kesempatan untuk melakukan sesuatu yang berarti. Paling tidak saat ajal menjemput, kita bisa meninggalkan legacy, sesuatu yang mengingatkan orang yang masih hidup tentang kita. Kalo tidak berkarya, kita mati hari ini, esoknya semua teman-teman akan melupakan kita.

Misalnya Chairil Anwar; berapa usianya saat dia meninggal dunia? Mungkin banyak yang gak menyangka bahwa penyair ini meninggal di usia 26 tahun, tepatnya tanggal 28 April 1949. Usia 26 tahun itu muda banget, kan? Sekarang sudah tahun 2017, jadi sudah 68 tahun yang lalu tapi sampe sekarang, semua orang masih mengingatnya. Lomba puisi anak-anak sekolah hingga saat ini masih banyak yang memilih puisinya untuk dideklamasikan.

Dapat disimpulkan bahwa meskipun meninggal di umur 26 tahun, penyair eksentrik ini tidaklah mati sia-sia. Karya-karyanya telah membuat namanya abadi. Siapa yang tidak mengenal puisi-puisi karyanya seperti; 'Cintaku Jauh di Pulau', 'Derai-derai Cemara', 'Deru campur Debu', 'Prajurit Jaga Malam', 'Karawang-Bekasi' dan tentu saja puisi legendaris yang berjudul 'Aku'.

Nah, pertanyaan saya sekarang: berapakah usia kalian sekarang? Dan berapa lama lagi sisa waktu yang tersisa? Nobody knows! Tapi kita bisa mati kapan saja, bisa jadi kita mati esok hari. Lalu apakah yang telah kita lakukan untuk meninggalkan legacy seperti yang dilakukan oleh Chairil Anwar?

Kalo kalian merasa belum melakukan apa-apa, saya menganjurkan untuk menulis buku. Yak, betul, menulis buku! Apa yang harus kalian tulis? Apa aja, sak karepmu! Pokoknya sesuatu yang kalian paling kuasai. Gak usah mikirin apakah buku kalian akan laku atau tidak. Buatlah buku sebagai warisan untuk keluarga. Tau gak? Warisan terbaik yang perlu kita wariskan pada anak cucu, bukanlah uang dan harta tapi pengalaman hidup kita.

Sebelum Mati Buatlah Minimal 1 Buku
Sebelum Mati Buatlah Minimal 1 Buku
Sebagian pasti ada yang berkilah, "Mau sih nulis buku tapi gue gak bisa menulis."

Jangan suka meremehkan diri sendiri! Percaya deh kata saya; Gak ada orang yang gak bisa menulis. Yang ada hanyalah orang itu gak tau bahwa dia bisa menulis. Atau bisa juga karena gak punya minat atau malesnya minta ampun. Pertanyaannya adalah kenapa ada orang merasa bahwa dia gak mampu?

Untuk mengetahui jawabannya, saya mulai dengan menganjurkan kerabat dan handai taulan (handai taulan? Hahahaha bahasa apa tuh?) untuk menulis. Semua teman yang saya kenal saya anjurkan untuk menulis. Dan ternyata, walau datang dari bidang berbeda, mereka mempunyai jawaban yang sama.

Misalnya, kawan saya, Herman yang paling doyan bikin puisi, nyautnya gini, "Bikin buku puisi? Ga mungkinlah gue bisa nulis seperti Gunawan Mohammad atau Sapardi Djoko Damono."

Mantan pacar saya, Bintang, yang dari dulu pengen banget bikin novel beralasan, "Rasanya mustahil gue bisa nulis novel sebagus Ayu Utami atau Dewi Lestari."

Kalo Rio yang kerja sebagai manager marketing di perusahaan rokok malah ngotot nyautnya,"Bikin buku? Gila lu! Emangnya gue Hermawan Kertajaya apa? Lu kira gue Rheinald Kasali? Mereka tuh dewa-dewa marketing. Gue mah ga ada seujung kuku mereka dalam hal pemasaran."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN