Wayan Budiartha
Wayan Budiartha profesional

Akrab dipanggil Mbah Tomat, karena doyan menyantap buah tomat yang juga lezat untuk disayur.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama FEATURED

Seumur Hidup Lamanya Si Korban Pemerkosaan Menanggung Derita

22 Mei 2018   07:04 Diperbarui: 7 November 2018   19:37 3111 11 6
Seumur Hidup Lamanya Si Korban Pemerkosaan Menanggung Derita
pexels.com

Secara kebetulan dan tidak disengaja, bertemu dengan 5 korban perkosaan dalam kurun waktu 10 tahun belakangan. Tahun 2007 seorang gadis yang masih 18 tahun jadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh teman sekampungnya di sebuah desa terpencil di Bali. Koran memuatnya secara vulgar arogans dan terkesan di blow up.

Karena pelaku ada hubungan dengan orang penting di daerah itu. Korban kemudian disembunyikan di satu tempat agar tidak jadi sasaran balas dendam. Ini karena ajakan untuk damai tidak disetujui oleh keluarga si gadis.

Saat ditemui gadis berparas lumayan itu masih gemetar karena trauma. Polisi sudah memeriksanya, juga perawat dan dokter melakukan visum. Tapi saat itu belum ada relawan khusus yang melakukan pendampingan untuk menyembuhkan luka bathin si korban.

Saat menceritakan kejadian yang menimpanya, berulang kali dia histeris, menjambak rambut sendiri bahkan melempar apa saja yang ada dihadapannya.

Korban perkosaan biasanya pada minggu pertama akan merasa sangat kotor dan tidak menerima kejadian yang menghancurkan masa depannya itu. Perlu orang yang punya pengaruh besar, bisa dipercaya untuk memberi pengertian tentang musibah yang menimpanya. Pelaku perkosaan akhirnya bisa dijebloskan ke penjara, tapi penderitaan si korban masih berlanjut karena akan mengikuti sidang tertutup sebagai saksi.

Korban perkosaan lain, merupakan pekerja garment yang diperkosa sopir angkot langganannya. Korban diperdaya saat suatu sore sepulang dari bekerja, angkot yang dia tumpangi diarahkan kesemak sepi disekitar terminal. Korban diperkosa secara brutal karena sopir angkot saat itu mabuk. Dia kemudian berhenti bekerja dan seperti biasa jadi tambah menderita ketika si sopir tertangkap dan menjalani persidangan.

Saat korban kedua ini sudah ada pendampingan dari lembaga perlindungan anak. Tapi tetap saja dia seperti gamang menceritakan kejadiannya. Terkesan malah ingin menguburnya dalam dalam. Sopir dipenjara karena kasus perkosaan, dan bukan hanya pekerja garment ini saja ternyata korbannya. Ada tiga korban lain yang ikut melapor dan si pelaku terkena pasal berlapis.

Korban lain adalah pelajar sekolah menengah di desa terisolir di Bali. Saat dijumpai dia dengan gamblang mengingat kejadian, didampingi oleh sang ibu, serta relawan yang tergabung dalam lembaga yang khusus mengobati trauma korban perkosaan.

Dia pun berkisah seputar peristiwa yang menimpanya. Awalnya oleh pelaku dijanjikan akan dibelikan sepatu karena sepatunya jebol. Diapun berangkat bersama pelaku ke kota kabupaten yang  ada penjual sepatu sesuai mode yang diinginkan.

Apa lacur, usai membeli sepatu korban diajak mampir ke motel mesum. Dia diperkosa selayaknya korban adalah pelacur bayaran. Sepatu baru itu dianggap sebagai bayaran untuk kepuasan yang berhak pelaku dapatkan. Belum sempat melaporkan kejadian ini ke polisi kemalangan berikutnya menimpa dia.

Saat sendirian di kediamannya yang terpencil, teman ayah korban yang mengetahui korban diperkosa datang pura-pura bertamu. Karena keadaan sepi, korban diperkosa kembali, kali ini dengan iming-iming akan dibelikan kebaya baru. Ketika kedua orang tuanya datang diceritakanlah kejadian yang menimpanya. Pelaku berdalih korban memang gampangan dan menceritakan rekan lain juga melakukan hal yang sama. Korban kemudian ditampung dirumah singgah yang khusus untuk pemulihan kejiwaan korban perkosaan.

Namun lagi lagi saat pelaku diseret kedepan pengadilan dia harus menderita lagi, karena harus membeberkan kejadian yang menimpanya. Korban yang baru kelas 3 SMP menjadi sangat curiga pada semua orang.

Korban perkosaan yang ditampung di rumah singgah, pada tahap awal tidak berani pergi sendirian, harus ditemani relawan untuk sekedar jalan jalan menghirup udara segar. (Dokumen Pribadi)
Korban perkosaan yang ditampung di rumah singgah, pada tahap awal tidak berani pergi sendirian, harus ditemani relawan untuk sekedar jalan jalan menghirup udara segar. (Dokumen Pribadi)
Korban lain adalah korban perkosaan yang kemudian hamil akibat perkosaan. Yang jadi masalah adalah karena korban belum kawin tempat dia bermukim mempermasalahkan statusnya.

Bukan surat kawin yang dipertanyakan. Tapi bila si bayi yang lahir dari korban perkosaan lahir kemudian meninggal, di manakah dikuburkan: di tempat si pria ataukah di tempat si wanita.

Korban masih berumur sekitar 16 tahun. Jadi pelaku bisa dijerat dengan pasal berlapis, selain kekerasan akibat perkosaan juga karena korbannya dibawah umur. Kejadiannya tahun 2013 ketika undang undang perlindungan anak sudah diberlakukan. Bayi yang lahir dirawat oleh paman korban, dan pelaku dijebloskan ke penjara serta berjanji akan mengawini bila telah bebas nantinya.

Penyebab perkosaan biasanya beragam, kebanyakan karena menonton film porno di internet. Mendengar berita serupa di televisi, ada juga yang karena adanya kesempatan.

Korban biasanya akan mengalami luka bathin yang cukup lama. Semua korban yang mengalami kejadian beberapa tahun lewat, masih bisa dilacak keberadaannya. Kebanyakan masih trauma berat bahkan menangis tanpa alasan bila mengingat kejadian yang menghancurkan kehidupan dan masa depan mereka.

Sayangnya tak seorangpun pelaku perkosaan bisa dikorek latar belakangnya, secara umum biasanya memang memiliki prilaku menyimpang, anti sosial bahkan terkesan sedikit kurang waras.

Terbukti, dipersidangan biasanya pengakuannya antara lain tidak sadar karena pengaruh minuman keras, atau karena korban yang memberikan kesempatan. Alasan klise yang dijadikan dalih untuk meringankan hukuman.