Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Wiraswasta - Man on the street.

Nulis yang ringan-ringan saja. Males mikir berat-berat.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Drama PPDB atau Penerimaan Siswa Baru Tempo Dulu

30 Juni 2022   08:57 Diperbarui: 30 Juni 2022   09:21 257 36 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi siswa masuk sekolah baru oleh JhonDL dari pixabay.com

Ini bukan tentang hadiah untuk guru --gratifikasi-- setelah pembagian rapor. Tetapi mengenai praktik pungli pada saat penerimaan siswa baru di sekolah berikutnya.

Gratifikasi yang tidak dilaporkan kepada KPK dan pungutan liar sebangun dengan korupsi. Kita bermimpi suatu saat praktik perbuatan curang itu lenyap dari bumi Pertiwi tercinta.

***

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 telah dibuka. Siswa baru akan mulai duduk di bangku SMP, SMA, dan SMK Negeri pada pertengahan bulan Juli mendatang.

Proses PPDB, khususnya di provinsi Jawa Barat, dapat dilihat di sini.

Anak saya mengalami prosedur memasuki SMP Negeri di sekitar satu dekade lampau. Proses tersebut disebut PPDB atau apa, saya tidak mampu mengingatnya. Anggaplah namanya sama, PPDB. Toh maknanya serupa: penerimaan siswa baru!

PPDB SMP Tahun 2009

Tiga belas tahun lalu, anak saya mengikuti PPDB pada sebuah SMPN favorit. Prosesnya belum online. Jadi berkas-berkas dikirim secara manual. Belum ada penerapan zonasi, sehingga anak saya memilih sekolah terbaik di Kota Bogor.

Selanjutnya, mengikuti tes tertulis dan wawancara. Saya percaya bahwa ia dengan mudah akan lolos.

Mengikuti pengumuman, sekolah mengundang orang tua agar mendaftar-ulangkan anaknya. Setelahnya, berlangsung perkenalan dan pertemuan dengan pihak komite. Diketahui, lembaga ini merupakan wadah komunikasi para orang tua.

Di dalam pertemuan, komite bercerita tentang prestasi anak didik selama ini dan visi misi. Bahwa pihak sekolah dan orang tua menginginkan sekolah paling unggul.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan