Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Wiraswasta - Man on the street.

Nulis yang ringan-ringan saja. Males mikir berat-berat.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Rahasia Meningkatkan Produktivitas: Kerja Cerdas, Bukan Sekadar Kerja Keras

28 September 2021   06:47 Diperbarui: 3 Oktober 2021   21:10 1787 58 13
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Rahasia Meningkatkan Produktivitas: Kerja Cerdas, Bukan Sekadar Kerja Keras
Foto meningkatkan produktivitas oleh Gustavo Fring dari Pexels

Tumpukan pecahan bata, gabus, potongan kayu, remahan asbes, dan sobekan kardus menyebabkan pintu pagar tidak bisa ditutup. Timbul perselihan pendapat, mengenai cara-cara tepat untuk mengatasi persoalan. 

Ilustrasi puing yang menghalangi pintu pagar (dokumen pribadi)
Ilustrasi puing yang menghalangi pintu pagar (dokumen pribadi)
Satu pihak mengusulkan penyingkiran sampah bangunan. Lainnya menyalahkan pekerja yang membuang puing tanpa memedulikan keadaan.

Tukang berbeda mengambil palu dan besi pengungkit, melepaskan engsel-engsel, mengangkat, dan memasang kembali pintu pagar dalam posisi menutup. Tinggal menggemboknya.

Perdebatan usai. Persoalan selesai.

Pada tempo lalu, terdapat dua grup pelangsir batu ukuran 15-25 cm dalam proyek pekerjaan pemasangan gullyplug (susunan batu diikat kawat bronjong untuk menahan longsoran tebing di tepi sungai). 

Sepanjang 300 meter, dari tempat penumpukan batu menuju lokasi pemasangan bronjong, merupakan jalan setapak. Separuhnya adalah medan menanjak. Separuhnya lagi menurun melewati semak.

Batu-batu sebanyak 10 dump truck itu, mau tidak mau, harus dipindahkan dengan menggunakan tenaga manusia, dibantu gerobak beroda dengan bak terbuat dari kayu.

Grup pertama terdiri dari 5 orang pekerja dari luar, dilengkapi dengan 2 gerobak. 

Kelompok kedua merupakan warga lokal yang meminta "jatah" pekerjaan. Diperkuat oleh 7 anggota dan 3 gerobak, mestinya mereka mampu mengangkut lebih banyak batu dalam waktu cepat.

Ternyata tidak demikian. Grup pertama lebih banyak melangsir batu dibanding grup kedua. Berdasarkan hasil pengamatan sederhana, masing-masing kelompok memiliki cara kerja berbeda:

Kelompok pertama mengisi gerobak tidak terlalu penuh, menghitung daya angkat optimal gerobak dan tenaga dua manusia. Satu menghela, satu lagi mendorong gerobak. Mereka bergerak cepat, sehingga frekuensi langsir lebih kerap.

Maka dalam jangka waktu sama, kubikasi batu sampai lokasi lebih banyak daripada yang diangkut oleh kelompok kedua.

Kelompok kedua mengisi gerobak sebanyak mungkin. Bobot menjadi berat, membutuhkan tiga orang untuk melangsir batu. Satu menarik, dua menyorong gerobak.

Kerapatan angkut berkurang, mengingat bobotnya. Mereka juga sering berhenti. Beberapa kali gerobak tidak dapat digunakan, karena ada bagian-bagian yang rusak (laher/bearing, ban pecah, bak rompal).

Akumulasinya, volume batu diangkut menjadi sedikit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan