Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Wiraswasta - Man on the street.

Nulis yang ringan-ringan saja. Males mikir berat-berat.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mau Child Free, Ya Gak Usah Nikah

28 Agustus 2021   08:36 Diperbarui: 28 Agustus 2021   08:49 493 63 28
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Mau Child Free, Ya Gak Usah Nikah
Ilustrasi pasangan child free menua oleh MabelAmber dari pixabay.com

Kehendak Gita Savitri untuk menganut Child Free memantik pendapat mendukung dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia.

Influencer, YouTuber, Blogger itu bersama suaminya, Andre Partohap menyatakan secara terbuka untuk tidak punya anak seumur hidupnya. (Selengkapnya dapat dibaca di sini).

Siapa Gita Savitri? 

Saya sendiri tidak mengenalnya. Tentang pesohor tersebut dapat dilihat di sini dan berbagai sumber berita.

Child free merujuk kepada pilihan hidup (dari pasangan menikah-pen.) untuk tidak memiliki anak, baik itu anak kandung, anak tiri, maupun anak angkat (Wikipedia). Gerakan dari masyarakat barat ini kemudian menggejala di Indonesia.

Di Twitter, Instagram, Facebook terdapat grup pendukung child free, dengan tagline: "kami terpanggil untuk tidak membuat manusia baru."

Tangkapan layar Twitter Childfree Indonesia (dokumen pribadi)
Tangkapan layar Twitter Childfree Indonesia (dokumen pribadi)

Ada banyak dalih yang mereka kemukakan untuk tidak mau punya anak, di antaranya:

  1. Adanya masalah kesehatan, termasuk hal kelainan genetik.
  2. Persoalan finansial
  3. Untuk kesejahteraan pribadi
  4. Beragam kekhawatiran yang ditimbulkan akibat rauma masa lalu.
  5. Takut mengurangi aktivitas seksual.
  6. Menjaga kelestarian bumi dari overpopulasi, kelangkaan sumber daya alam, polusi.
  7. Tidak menyukai anak-anak.
  8. Dan sebagainya.

Dalih di atas merupakan daftar panjang, bila ditulis. Namun ia tidak akan sepanjang alasan pendukung kehendak alamiah untuk meneruskan keturunan.

Kecuali demi alasan medis, dalih tersebut mencerminkan watak self centered. Menurut bebagai sumber, gejala psikologis ini adalah kecenderungan untuk mementingkan kesenangan pribadi, dengan berlaku apatis terhadap realitas sosial.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan