Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Man on the street.

Warga negara biasa, yang rela membayar pajak meski tidak rela jika akumulasi pajak dicolong.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Wanita Ini Melahirkan Trilogi Fiksi Sejarah yang Luar Biasa

21 Mei 2021   17:25 Diperbarui: 21 Mei 2021   17:25 217 33 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Wanita Ini Melahirkan Trilogi Fiksi Sejarah yang Luar Biasa
Foto Penulis Trilogi Fiksi Sejarah, Victoria Tunggono saat webinar Ngobrol Proses Kreatif KP-PBK (dokumen pribadi)

Wanita cantik kelahiran 1984 itu adalah pribadi introver. Tidak berlatarbelakang sastra. Pun bukan ahli sejarah. 

Bahkan, wanita berkuliah di Jurusan Desain Komunikasi Visual itu sempat bekerja di perusahaan desain interior dan majalah interior.

Namun sejak 2014, Tori sukses melahirkan trilogi dahsyat: Gerbang Nuswantara, Candi Nuswantara, dan Jagat Nuswantara.

Kepribadian introver yang mendorongnya untuk menulis. Keterbatasan dalam ilmu sastra dan sejarah telah melahirkan buku-buku apik cetakan Penerbit Buku Kompas.

Persentuhan dengan komunitas Turangga Seta membuatnya bersemangat mendalami kebesaran budaya leluhur. Persinggungannya dengan kemegahan masa silam Nuswantara itulah yang membuat Victoria Tunggono menuliskan karya Fiksi Sejarah dalam bentuk novel yang megah.

Oh ya, Turangga Seta adalah komunitas pencinta sejarah yang tak puas dengan penjelasan ilmiah penuh hafalan di atas landasan kering tentang Indonesia. Salah satu pendiri wadah yang berdomisili di Jogjakarta, Timmy Hartadi menyebutkan, "...bahwa eyang-eyang kita jauh lebih keren dari yang kita duga." [Rujukan].

Victoria Tunggono, atau biasa dipanggil Tori, melalui novel-novelnya telah membuka gerbang pengetahuan dan mengantarkan kesadaran kepada kebesaran bangsa Indonesia di masa lampau. Membawa pembaca hanyut pada putaran gelombang petualangan tokoh-tokoh di dalam kisahnya.

Wanita yang lebih suka mengekspresikan gagasan melalui tulisan itu diundang sebagai narasumber dalam webinar bertajuk: Ngobrol Proses Kreatif Penulis PBK, pada hari Kamis (20/5/2021) pukul 14.00-16.00 WIB.

Acara dwi-mingguan itu dibuka oleh Mas "TRA" Tri Agung Kristanto (Redaktur Senior Kompas), juga dipandu oleh Amanda Setiorini dan A. Bobby PR, keduanya dari Komunitas Penulis Penerbit Buku Kompas (KP-PBK).

Kegiatan berlangsung sangat menarik. Kaya. Penuh dengan testimoni dari Tori selama proses penulisan trilogi dan karya tulis lainnya.

Sebagian pengayaan dan pengalaman di seputar kiat menulis tersebut dapat disarikan, sebagai berikut:

  1. Perasaan tidak percaya diri, yang membuat drop, senantiasa timbul, ketika meluncurkan karya tulis, tetapi akan hilang dengan sendirinya, seiring dengan berlalunya waktu.
  2. Kalau di dalam kepala penuh dengan pertanyaan, Anda tidak akan pernah mulai menulis. Maka, singkirkan keraguan itu.
  3. Jangan khawatir, meski topik bahasan mirip, tiap penulis memiliki sudut pandang berbeda. Setiap penulis adalah unik.
  4. Dalam dunia menulis, kita saling mempengaruhi dan menginspirasi dalam ide. Tidak ada hal (gagasan) baru di dunia ini.
  5. Agar tidak macet (stuck), jangan memikirkan untuk "mengalahkan" penulis lain. Menulis saja. Akan ada jalan berbeda dengan penulis lainnya.
  6. Demi mempertahankan mood dan melawan hambatan berkreasi (creative block), maka harus ditentukan: target penyelesaian, jangan terlalu terbebani/mikir, jangan baper (karena hal itu masalah eksternal yang harus disingkirkan saat menulis), lakukan meditasi.
  7. Perbanyak data (dari riset, bacaan, dan lain-lain) sebagai sumber inspirasi.
  8. Menyiapkan diri untuk menulis.
  9. Menulis adalah mengungkapkan pokok pikiran yang berguna bagi dan dipahami oleh orang lain.
  10. Agar karya tulis fiksi menjadi menarik, gunakan ungkapan atau bahasa sastra, perbanyak kosakata yang variatif, serta menonjolkan data dan fakta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN