Encep Hanif Ahmad
Encep Hanif Ahmad wiraswasta

seorang manusia biasa yang malas menulis karena memang tak bisa menulis, saat ini berprofesi sebagai buruh

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kenapa Mesti Marah dan Benci

17 Juli 2011   13:13 Diperbarui: 27 November 2016   09:24 258 0 1

Kenapa mesti marah dan benci

Kala ku tak meyakini apa yang kau yakini

Kau dan aku bukan Tuhan yang bisa menghakimi

Siapa yang bisa memaksa diantara kita

Karena kau yakin atas tafsirmu

Dan aku pun yakin akan tafsirku


Kenapa mesti marah dan benci

Kala kau dan aku berbeda tafsir

Kau dan aku tidaklah berbeda, cara kita yang lain

Kita sama, ingin meraih ridho Tuhan

Kita sama, menyembah Tuhan yang satu

Kita sama, cinta pada Rasul yang satu


Kenapa mesti marah dan benci

Kala ada Ahmadiyah, Syiah, ataupun Sunni

Mereka semua adalah sama, mengaku Muslim

Bisakah kita menghakimi pengakuan mereka

Kita tak pernah mendapat mandat dari Sang Maha Agung

Biarkan Dia, Tuhan yang Maha Agung yang menilai itu


Kenapa mesti marah dan benci

Marah dan benci hanya akan merusak diri

Menjauhkan diri dari pangkuan Illahi

Tak perlu marah dan benci kawan

Biarkan aku khusyu bersujud kepada yang Satu dengan caraku

Hanya itu yang kuminta darimu


Citayam, 17 Juli 2011


Love for All, Hatred for None

Cinta untuk Semua, Kebencian tidak untuk Siapapun