Mohon tunggu...
Bryand Brasco Amroe
Bryand Brasco Amroe Mohon Tunggu... Mahasiswa - 081314614945

Kun the winner wala takun the loser

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pentingnya Pancasila di Era Millennial

27 Oktober 2021   11:36 Diperbarui: 27 Oktober 2021   11:44 307
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

PANCASILA merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Sukarno, piagam Jakarta 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita."

Dewasa ini, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah mulai memudar dari kalangan Generasi Kawula Muda atau biasa disebut Generasi Millennial, maka dari itu seharusnya Generasi Muda lah yang justru harus tetap menggaungkan nilai-nilai Pancasila di Era Millennial ini.

Bangsa Indonesia, dengan segenap potensi yang ada, merupakan bangsa yang besar dan kaya. memiliki sangat banyak sumber daya alam hayati dan non-hayati yang sangat melimpah serta di berkahi dengan sumber energy yang tak pernah habis. Tepat apabila dijuluki sebagai the winning region (kawasan pemenang).

Kebesaran bangsa Indonesia dengan segala sumber dayanya itu sangat rentan menjadi negara yang hancur dan gagal (failed state). Karena Indonesia pada dasarnya merupakan negara yang memiliki perbedaan dari segala bidang (naturally fragmented). Keanekaragaman baik dari suku, agama, maupun golongan sangat mudah memicu terjadinya disintegrasi bangsa.

Sebagai generasi millennial, kita lah yang menjadi ujung tonggak asset bangsa yang akan menciptakan perubahan bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik. Generasi Millennial atau Generasi Y yang saat ini berumur antara 18-36 tahun, merupakan generasi yang sedang berada di usia produktif, Generasi yang nantinya akan memainkan lakon penting bagi bangsa dan Negara. Generasi ini pula lah yang seharusnya memiliki kreatifitas yang tinggi, dan rasa percaya diri akan perubahan, tetapi karena berada di zaman yang serba otomatis ini, Generasi Millenial justru diajak untuk menjadi generasi yang malas-malasan biasa disebut mager.

Memang benar, sebagai generasi millennial yang berada di masa yang serba instan ini dan lingkungan generasi sekarang ini justru tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar, bahkan kata-kata yang kasar sudah menjadi hal lumrah di generasi sekarang ini. Menjadikan kita sulit untuk menjadi generasi emas, karena dari hal-hal yang kecil saja kita mudah untuk terpengaruh.

Teknologi informasi dan komunikasi  yang semakin hari semakin berkembang menjadikan generasi muda yang seharusnya memanfaatkannya untuk belajar telah mengubah pola hidup generasi ini, yang sasarannya adalah ketahanan ekonomi, keamanan, budaya, karakter bangsa, politik, dll.

Untuk membentengi diri dari kehancuran akibat pesatnya perkembangan teknologi dan upaya-upaya memecah bangsa khususnya generasi muda, maka generasi ini harus kembali kepada Pancasila. Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia, telah berkembang secara alamiah dari perjalanan panjang sejarah, berisikan pandangan hidup, karakter dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila itu ialah semangat bersatu, menghormati perbedaan, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, patriotisme, nasionalisme, optimisme, harga diri, kebersamaan, dan percaya pada diri sendiri.
Pancasila harus dijadikan cara hidup seluruh anak bangsa dalam kehidupan bermasyarakat (way of life), berbangsa, dan bernegara. Pancasila tidak perlu lagi diajarkan secara formal dengan tampilan kaku, tetapi yang terpenting ialah hakikatnya tetap terpelihara dan diamalkan.   

Kita adalah calon para pemimpin bangsa, dan penulis berpesan, jadilah pemimpin yang bijak, adil dan mengharamkan korupsi, seperti dalam hadits dikatakan :

: , , , , . ( )

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun