Mohon tunggu...
Brian Rivan Assa
Brian Rivan Assa Mohon Tunggu... Jesus disciple | Blessed to be a bessing | Simple person | Elementary School Teacher | Job 42:2

My life is determined by what God says, not what humans say

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Penolong yang Tak Aku Kenal

18 April 2021   00:46 Diperbarui: 18 April 2021   01:23 41 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Penolong yang Tak Aku Kenal
Ilustrasi sang penolong yang tak kelihatan | majalahdia.net

Aku tersesat di hutan rimba, dari jauh aku melihat kepulan asap. Aku berjalan menuju asap dan aku pun selamat. Si pemasang api adalah penolong yang tidak pernah aku kenal.

Aku menyetir di pedalaman, tapi salah arah, lalu tersesat. Aku turun bertanya pada seorang bapak pengayuh becak, tentang arah yang hendak aku tuju. Dengan tulus, ia menunjukkan arah yang benar kepadaku. Si bapak pengayuh becak adalah penolong yang tak pernah aku kenal.

Aku berkendara dari pedalaman menuju kota. Di tengah jalan, ban motorku bocor. Aku tak bawa tambal ban dan kunci roda. Tiba-tiba seorang pengendara motor matic berhenti dan membantuku. Si pengendara motor matic adalah penolong yang tak pernah aku kenal.

Aku dihadang oleh tiga orang preman bertato nan sangar di pinggir kota. Mereka mengancam akan menikamku kalau tidak memberikan uang. Tiba-tiba mobil patroli berhenti dan empat orang polisi turun menolongku. Para preman dibawa ke kantor polisi. Keempat polisi adalah penolong yang tak pernah aku kenal.

Seorang lelaki kekar di simpang jalan, tiba-tiba berteriak memanggilku "bangsat" tanpa alasan. Tiba-tiba, seorang pemuda lain di sampingnya memukul dia sambil berkata: "mengapa engkau memanggilnya "bangsat" padahal dia tidak salah. Pemuda lain di sampingnya yang membelaku adalah penolong yang tak pernah aku kenal.

Suatu ketika di atas bus patas, aku dihina oleh seorang pemuda yang nampak saleh. Ia minta, agar aku pindah tempat duduk dan tidak boleh duduk dekat dia, padahal semua tempat duduk sudah terisi penuh. Ketika aku tanya mengapa aku harus pindah, spontan ia mengeluarkan ungkapan yang halus tapi bernuasa tidak sopan dan tidak menghargai. Seketika seorang bapak begitu emosional membentak dia katanya: "kamu ini anggap diri suci amat. Kalau kamu gak mau duduk barengan, naik aja mobil pribadi." Aku memang jengkel tapi sabar. Bapak yang membelaku adalah penolong yang tak pernah aku kenal.

Ah..... Siapa sesungguhnya para penolong ini, yang tak pernah aku kenal?

Aku sungguh percaya, di dalam hati para penolong itu, berteduhlah Sosok Penolong yang tak kelihatan.
Si Penolong inilah yang selalu menggerakkan hati manusia, untuk menjadi seorang penolong tanpa harus lebih dahulu saling mengenal satu sama lain.

Sekarang, aku tidak punya alasan untuk tidak percaya kepada Sang Penolong yang tak kelihatan ini. Setiap saat, Sang Penolong tak kelihatan, selalu menggerakkan hati manusia untuk menjadi penolong yang kelihatan di dunia ini.

Sungguh menakjubkan. **

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x