Mohon tunggu...
Brenda Charlottha
Brenda Charlottha Mohon Tunggu... Tourism Student

Mahasiswa Usaha Perjalanan Wisata di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang masih belajar menulis.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Sikap Bodo Amat adalah Kunci

19 Mei 2021   14:03 Diperbarui: 19 Mei 2021   14:06 145 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sikap Bodo Amat adalah Kunci
Source: Pinterest Zhen Ni

"Semua fakta dan kebohongan yang ada di sekelilingmu itu tidaklah penting, karena pada dasarnya, manusia memang hanya bisa melihat apa yang ingin mereka lihat. Jadi, kuharap kamu tidak menyerah pada pandangan miring orang lain. Jika kamu tidak bisa menunjukkan sosok terbaik dirimu kepada semua orang, jangan jadikan itu beban pikiran. Sosok dirimu saat ini tidak dibuat berdasarkan pandangan, penilaian, ataupun kecurigaan orang lain. Kamu dibentuk dari rasa sakit dan air mata yang mengalir karena usaha kerasmu untuk tetap bertahan. Tidak penting bagaimana orang berpikir tentangmu. Aku ingin menyampaikan, hiduplah sebagai dirimu."

Kutipan tersebut saya dapatkan dari sebuah buku berjudul 'Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti' karya Kim Sang-Hyun, seorang penulis dari Korea Selatan. Saya merasa kalau kutipan tersebut benar adanya dan sangat nyata dalam kehidupan kita. Saya sadar bahwa selama saya hidup, saya tidak akan bisa membuat semua orang merasa puas dan senang. Tidak semua orang akan menyukai saya walau saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri, selalu akan ada yang merasa bahwa usaha yang saya lakukan masih kurang. Saya tidak bisa menjadi sempurna, rasanya tidak akan ada yang bisa.

Saya merasa bahwa saya tidak perlu hidup sesuai dengan keinginan orang lain, saya bebas menjadi diri saya sendiri dan orang lain bebas menilai saya sesuai dengan pandangan mereka. Hal penting yang harus diketahui adalah, saya tidak akan berubah hanya karena penilaian orang lain terhadap saya.

Sepertinya ada banyak sekali orang yang hidupnya terlalu santai hingga selalu bisa memberikan komentar-komentar pedas mengenai bagaimana orang lain menjalani hidup mereka masing-masing, bahkan terkadang mereka melakukan hal tersebut tanpa melihat diri sendiri.

"Kita hidup di lingkungan yang terbiasa membandingkan dan dibandingkan. Keinginan mendapat pengakuan lebih tinggi dari keinginan lainnya. Rasa percaya diri kita lebih mudah jatuh dan hancur, karena standar penilaian bukanlah dari diri sendiri tetapi orang lain. Kita mengkhawatirkan pendapat orang lain, dan itu memengaruhi cara berpikir kita. Kita membandingkan tanpa henti, kita mengira bahwa kita baru punya harga saat orang lain mengakui kita."

Saya juga menyukai kutipan tersebut, masih berasal dari buku karya Penulis Kim Sang-Hyun. Kita hidup di lingkungan yang terbiasa membandingkan dan dibandingkan, saya berharap agar kita tidak memberikan kontribusi terhadap kehidupan yang seperti itu. Tidak perlu membicarakan orang lain, tidak perlu merasa terbebani oleh pandangan atau ucapan orang lain terhadap kita. Terkadang, bersikap bodo amat itu adalah cara terbaik untuk berhenti menyakiti diri sendiri.

Saya merasa bahwa saya adalah ahlinya dalam bersikap bodo amat terhadap omongan orang lain, saya berpikir bahwa tidak ada orang yang dapat membenci saya lebih dari saya membenci diri saya sendiri.

Anda tidak suka dengan saya? Bagus, saya juga tidak menyukai diri saya sendiri.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x