Mohon tunggu...
Brenda Charlottha
Brenda Charlottha Mohon Tunggu... Tourism Student

Mahasiswa Usaha Perjalanan Wisata di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang masih belajar menulis.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Kapalan, Aku dan Taekwondo

5 Mei 2021   20:28 Diperbarui: 5 Mei 2021   20:37 92 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kapalan, Aku dan Taekwondo
Source: iStock by Getty Images

 

Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, dibesarkan di keluarga yang menyukai olahraga dan menikmati film bela diri setiap harinya ketika saya masih kecil. Saya ingat beberapa cerita dari film bela diri yang saya tonton ketika masih duduk di bangku sekolah dasar; The Three Kingdoms, 14 Blades dan masih banyak lagi contohnya. Bahkan, saya merasa bahwa saya mengingat film-film tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan film animasi yang sesuai dengan umur saya kala itu. Mungkin juga, karena hampir setiap hari menonton film dengan genre tersebut, saya termasuk salah satu anak di sekolah dasar yang bercandanya kasar.

Ketika masuk SMP, akhirnya saya dapat mengikuti kegiatan taekwondo yang selama ini saya inginkan. Jika saya ingat baik-baik, sepertinya hanya ada satu lagi perempuan di angkatan saya yang juga mengambil ekstrakurikuler taekwondo, sisanya adalah laki-laki. Banyak dari teman-teman saya yang mempertanyakan keputusan saya untuk mulai menggiati bela diri dari Korea Selatan tersebut, saya sendiri merasa bahwa ekstrakurikuler yang saya ikuti jauh lebih menarik dari kegiatan lainnya seperti marching band, robotic dan masih banyak lagi.

Saya berlatih dengan serius dan giat, karena pada dasarnya saya memang menyukai kegiatan yang saya lakukan. Banyak teman-teman dan guru sekolah yang tertawa ketika mendengar bahwa saya adalah anggota aktif di ekstrakurikuler taekwondo. Kamu itu perempuan lho, masa ikut ekstrakurikuler itu? Saya sering sekali mendengar kalimat tersebut diucapkan oleh orang-orang di sekitar saya. Sampai saat ini, dengan bangga saya dapat mengatakan bahwa saya masih menjalani hobi saya tersebut, walau tidak jarang saya menerima berbagai macam candaan dari orang lain.

Untungnya, keluarga saya juga mendukung hobi saya tersebut, walau terkadang mereka juga merasa lelah setiap kali saya pulang dengan memar dan kapalan baru. Saya rasa, selama saya menikmati hobi yang saya jalani, maka saya akan baik-baik saja walau harus pulang dengan berbagai macam memar baru yang muncul pada tubuh.

Hobi tidak memiliki gender, semua orang bebas melakukan segala hal yang membuat mereka senang tanpa perlu dibatasi oleh asumsi gender yang diciptakan oleh orang-orang. Jika hal tersebut membuat kita senang, maka kita tidak perlu peduli dengan komentar menyebalkan, kita hanya harus terus melakukan hobi yang dapat membuat kita merasa bahagia. Perempuan dapat memiliki hobi yang biasanya dijalankan oleh laki-laki dan laki-laki dapat memiliki hobi yang biasanya dijalankan oleh perempuan, memangnya kenapa?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x