Mohon tunggu...
Bram Mantya
Bram Mantya Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Memaknai Bulan Pendidikan sebagai Penguatan Karakter Bangsa

10 Mei 2019   17:15 Diperbarui: 10 Mei 2019   17:29 0 0 0 Mohon Tunggu...

Pada setiap tahunnya, bulan Mei dirasa begitu spesial bagi bangsa Indonesia. Dikarenakan pada bulan ini terdapat dua hari besar nasional yang setiap tahun dirayakan, yaitu Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 dan Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20. Kedua hari tersebut diperingati sebagai pengingat akan besarnya jasa Ki Hajar Dewantara dan Organisasi Boedi Oetomo serta para pejuang pendidikan lainnya demi memerdekakan bangsa Indonesia.

Menurut Ki Hajar Dewantara, secara filosofis bahwa pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan pertumbuhan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh. Bagian-bagian itu tidak boleh di pisahkan agar pendidikan mampu memajukan kesempurnaan hidup. Dalam Pembukaan UUD NRI tahun 1945 terdapat empat tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Pendidikan merupakan sarana untuk mencapai tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Urgensi pendidikan untuk mecapai tujuan bangsa pada saat ini lebih terlihat dengan bergesernya arah pembangunan nasional dari pembangunan infrastruktur menjadi pembangunan sumber daya manusia. Hal inilah yang membuat pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2019 ini memberi tema Hari Pendidikan yaitu "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan". Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

Faktor kebudayaan ini menjadi sangat penting pada masa ini dikarenakan arus perkembangan global sangat cepat. Dengan hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter bangsa khususnya para peserta didik. Saat ini peserta didik di Indonesia didominasi oleh generasi milenial yang lebih mudah dan cepat menyerap perkembangan teknologi saat ini. Sehingga perlu adanya penguatan karakter bagi para peserta didik agar tidak terbawa dampak negatif perkembangan teknologi saat ini.

Cara penguatan karakter yang turut menjaga kebudayaan bangsa Indonesia adalah dengan mengamalkan nilai-nilai dasar negara yaitu Pancasila. Pancasila yang merupakan ideologi, pedoman berpikir bangsa menjadi pondasi yang kokoh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pondasi ini tercermin dalam lima sila yang terdapat dalam Pancasila. Agar kehidupan berbangsa dan bernegara lancar, masyarakat hendaknya menerapkan sila-sila Pancasila dalam segala hal. Dimasukkanya kurikulum Pendidikan Pancasila dalam sekolah merupakan salah satu upaya pemerintak dalam membangun karakter sumber daya manusia Indonesia.

Pancasila adalah dasar dan tujuan Pendidikan nasional. Tujuan mencerdasakan kehidupan bangsa bukan hanya cerdas dari segi intelektual saja, namun juga cerdas akal budi pekerti sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku serta cerdas dalam bersikap. Pancasila berperan dalam menciptakan rakyat Indonesia yang tidak hanya cerdas dalam segi intelektual saja, manun melalui pancasila ini seseorang diajarkan mengenai nilai-nilai yang akan membentuk kepribadian mereka sehingga mereka cerdas dalam bersikap. Dengan adanya pancasila ini diharapkan mampu menciptakan pribadi yang taat kepada Tuhannya, memilki rasa kemanusiaan, persatuan, kerakyatan serta mampu berlaku adil kepada semua makhluk ciptaan Tuhan.

Pendidikan karakter merupakan pokok dari terlaksananya pendidikan itu sendiri. Karakter yang kuat akan membentengi diri dari pengaruh dampak-dampak negatif perkembangan jaman. Karakter yang kuat pula akan melancarkan terwujudnya tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan karakter bukanlah semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan juga orang tua, institusi pendidikan, organisasi agama, dan masyarakat. Sehingga perlu terjalinnya ikatan kerjasama yang kuat antar individu tersebut sehingga menciptakan Pendidikan yang baik sehingga masa depan Bangsa Indonesia akan cerah.