Lastboy Tahara S
Lastboy Tahara S Profesional

Suka dunia radio dan public relations. Sesekali menulis tentang kuliner dan wisata di www.lastboytahara.com

Selanjutnya

Tutup

Muda Artikel Utama

4 Cara Menjadi Karyawan Magang yang Sukses

10 September 2017   09:00 Diperbarui: 11 September 2017   01:01 1586 0 0
4 Cara Menjadi Karyawan Magang yang Sukses
Ilustrasi Karyawan | Foto: Pixabay - Free Photos

Di beberapa universitas, magang biasanya masih dilakukan oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan proses pendidikan. Saat magang mahasiswa diharapkan dapat praktek langsung di lapangan tentang apa yang ia pelajari selama di kelas. Sayangnya kesempatan ini terkadang hanya dipandang sebagai syarat akademis semata, dimana mahasiswa hanya sekadar mengerjakan tugas-tugas yang diberikan supervisor selama magang dan selesai begitu saja.

Tidak salah sebenarnya, asal semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan kriteria laporan magang terpenuhi. Namun menjadi karyawan magang yang pro-aktif dapat membuat laporan magang Anda lebih bagus. Impresi yang bagus dari atasan ketika magang, juga bisa membuat Anda mendapatkan rekomendasi dari perusahaan. Hanya berawal dari karyawan magang ketika kuliah, peluang mendapatkan pekerjaan sebelum atau sesudah lulus menjadi lebih besar.

4 cara ini mungkin bisa membantu Anda untuk menjadi karyawan magang yang sukses:

1. Gali potensi dengan meminta pekerjaan lebih

Bila dirasa tugas yang diberikan supervisor masih terasa ringan atau Anda membutuhkan tantangan lebih ketika magang, jangan ragu untuk meminta tugas tambahan. Tentunya dengan pertimbangan bahwa tugas tersebut memang mampu Anda kerjakan, jangan sampai justru menjadi boomerang alias menyulitkan diri sendiri dan supervisor.

Maka dari itu kritislah selama magang. Jika selama magang Anda melihat ada masalah di perusahaan dan Anda bisa mengerjakannya, tanyakan pada supervisor apakah ada yang mengerjakannya. Bila akhirnya Anda memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya, tentu supervisor akan senang bila Anda ternyata mampu membantu sebagian pekerjaannya dan menguntungkan perusahaan.

Contoh, perusahaan sedang mendorong promosi produk baru di media sosial. Namun staff yang biasanya mengurusi akun resmi media sosial perusahaan sedang cuti dan tidak ada yang bisa menggantikannya karena dia adalah satu-satunya karyawan yang paham media sosial. Sementara itu Anda menyadari itu dan kebetulan Anda memiliki kemampuan analitik dan strategi promosi di media sosial. Jangan tunggu lama, segera ambil peluang tersebut bila memungkinkan.

Melakukan segala hal yang bisa Anda lakukan selama magang akan bermanfaat bagi CV yang Anda miliki. Semakin banyak jenis pekerjaan yang dilakukan akan semakin bagus.

2. Jangan takut memberikan ide

Meski status Anda adalah mahasiswa magang, jangan pernah malu untuk mengembangkan diri. Ingatlah bahwa perusahaan menerima Anda sebagai mahasiswa magang karena mereka percaya bahwa kemampuan Anda dapat berguna bagi perusahaan. Jika di suatu saat Anda memiliki ide-ide cemerlang, jangan takut untuk membicarakannya dengan supervisor. Siapa tahu bahwa ide yang Anda miliki dapat diaplikasikan untuk perusahaan dan menjadi sebuah inovasi.

Ide-ide yang Anda berikan selama magang dapat memberikan impresi yang positif bagi perusahaan. Maka tak jarang mahasiswa magang yang berkontribusi untuk perusahaan akan ditawari langsung perjanjian kontrak kerja. Akan sangat menyenangkan ketika Anda yang masih kuliah ternyata sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri.

Namun jangan terlalu ambisius dalam menyampaikan ide, salah langkah Anda justru dianggap lancang. Bagikan ide Anda pada saat yang tepat, misalnya melalui rapat terbuka. Jika Anda dimintai pendapat, jangan ragu untuk mengutarakan ide Anda. Tapi jika itu rapat tertutup dimana hanya membahas arahan dari manajemen, maka sebaiknya Anda menunggu waktu yang tepat. Atau bila ide Anda sulit untuk diutarakan dan tidak mendapatkan moment, konsultasikan ide Anda dengan supervisor, siapa tahu ia bisa menjadi penyambung ide Anda dengan peserta rapat.

3. Jangan sia-siakan peluang

Menjadi karyawan magang biasanya memperoleh beban kerja yang lebih sedikit, karena Anda masih dianggap sebagai seseorang yang masih perlu belajar dan bimbingan di tempat kerja. Namun ketika atasan Anda meminta untuk melakukan sesuatu yang "lebih" professional, jangan sia-siakan!

Misalnya Anda magang sebagai seorang humas di sebuah perusahaan, yang biasanya hanya diminta untuk menyeleksi proposal kerjasama dan monitoring media. Di kemudian hari ketika mengikuti rapat internal, atasan meminta Anda untuk memberikan ide untuk PR Campaign perusahaan yang sama sekali belum pernah Anda kerjakan, meski sudah memahaminya ketika di kampus. Lantas, apakah Anda akan menolak atau menyatakan keraguan? Sebaiknya jangan, langsung setujui dan terima sebagai sebuah tantangan!

Sebab meskipun Anda masih magang, hal tersebut masih berkaitan dengan jurusan kuliah Anda. Tentu Anda memiliki beberapa stok ide untuk diwujudkan. Tantangan tersebut juga dapat mengukur kemampuan Anda di lapangan, jadi tidak sekadar mengerti dari kelas tempat Anda belajar.

Keaktifan Anda memberikan ide di tempat kerja dapat membuat atasan berpikir bahwa Anda seorang yang kreatif dan responsif. Kesan tersebut dapat tertanam di benak atasan, dan dapat membuat Anda diperhitungkan setelah magang. 

4. Menjalin relasi profesional dan peluang kerja

Setelah masa magang berakhir jangan putuskan relasi dengan supervisor dan para karyawan yang telah membantu Anda selama magang. Tunjukkan rasa terima kasih Anda dengan mendatangi satu per satu atau meninggalkan sebuah catatan pribadi yang berupa ungkapan rasa terima kasih atas bimbingannya selama magang.

Meskipun suatu sikap yang sederhana, hal tersebut dapat membuat mereka meninggalkan ingatan kepada Anda. Siapa tahu, di masa depan Anda akan berhubungan langsung dengan mereka di dunia kerja.

Terus menjalin hubungan baik dengan para karyawan juga sangat penting bila Anda tertarik dengan pekerjaan di tempat Anda magang. Hal tersebut memungkinkan Anda memperoleh informasi terkini perihal peluang kerja, dan kesempatan yang terbuka untuk Anda bisa jadi lebih lebar. Sebab, selain mengantongi kompetensi yang sesuai selama magang, Anda memiliki hubungan baik yang lebih kuat dengan para karyawan daripada kandidat lain.

---

Bagaimana, apakah Anda sudah siap untuk magang? Tetaplah percaya diri dan pelajari sebanyak mungkin dari tempat kerja Anda. Terakhir, meski kadang karyawan magang tidak digaji, jangan pikirkan itu. Pengalaman Anda selama magang tidak akan ternilai harganya.

The distinction between "assistant" and intern" is a simple one: assistants are paid, interns are not.

But of course interns are paid, in experience. - Joyce Carol Oates