Mohon tunggu...
Birokrasi

Inilah Visi, Misi dan Program Kerja Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat

4 Oktober 2016   22:51 Diperbarui: 4 Oktober 2016   22:54 1690 14 15 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Inilah Visi, Misi dan Program Kerja Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat
https://www.facebook.com/AhokBTP/photos/a.193200707366298.46998.180432571976445/1285856281434063/?type=3&theater

Misi :

  1. Mewujudkan pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi, dan nepobsme (KKN), terbuka, dan melayani warga.
  2. Merjamin terpenuhinya kebutuhan dasar warga, yaitu jaminan kesehata, jaminan pendidikan, hunian yang layak, bahan pangan yang terjangkau, transportasi publik yang ekonomis, dan lapangan pekerjaan serta usaha agar seluruh warga berkesempatan memperoleh kehiidupan yarg lebih baik sehingga Indeks Kebahagiaan kota Jakarta menjadi salah satu yang tertinggi di antara kota-kota di dunia.
  3. Menciptakan sumber daya manusia yang tangguh lahir dan batin, kompeten, dan berdaya saing global dengan Indeks Pembangunan Manusia yang setara dengan kota-kota maju di dunia.
  4. Menata kota sesuai perubahan zaman untuk mendukung kemajuan ekonomi, keberlangsungan lingkungan, dan kehidupan sosial budaya warga.
  5. Membangun kehidupan kota yarg berbasis teknologi dan berinfrastruktur kelas dunia dengan warga yang berketuhanan. berbudaya, bergotong royong, berwawasan, toleran. partisipatif, dan inovatif.

Visi :

https://www.facebook.com/AhokBTP/photos/a.193200707366298.46998.180432571976445/1285856271434064/?type=3&theater
https://www.facebook.com/AhokBTP/photos/a.193200707366298.46998.180432571976445/1285856271434064/?type=3&theater
JAKARTA sebagai etalase kota Indonesia yang modern, tertata rapi, manusiawi,dan fokus pada pembangunan manusia seutuhnyadengan kepemimpinan yang bersih, transparan, dan profesional.

Program Kerja :

REFORMASI BIROKASI

Menjadikan birokrasi Pemerintah Daerah {Pemda) Jakarta sebagai institusi pelayan masyarakat yang semakin profesiortal dan dipercaya.

  • Menyederhanakan proses pengurusan penizinan dan dokumen kependudukan dengan:

1) mengurangi persyaratan yang tidak krusial namun memberatkan.

2) menggabungkan proses pengurusan beberapa Іzіп dengan penerbitan secara simultan, dan

3) meminimalisasi kesulitan warga dalam pengurusan izin dengan menjadikan birokrasi lebih proaktif melalui program jemput bola, seperti

a)    izin keliling

b)    AJIB (antar jemput izin bermotor) dan 

c)    izin online,

4) menggunakan aplikasi berbasis IT agar seluruh 5OO-an perizinan dan semua pengurusan dokumen kependudukan dapat dilakukan secata online,

5) pembuatan akta kelahiran dan kematian dapat dilakukan langsung di rumah sakit.

  • Menciptakan database perizinan terpadu dengan peta spasial yang terbuka bagi seluruh warga untuk menghindar sengketa izin dan penerbitan izin yang timbang tindih. 
  • Meningkalkan kinerja birokrasi dengan mendorong implementasi Undang-Lindang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) yang membuka sistem rekrutmen bagi pegawai non-PNS. 
  • Menyempurnakan penggunaan indikator Kinerja (KPI) dalam rangka menilai dan mengevaluasi kinerja birokrasi secara terukur sebagai dasar dalam melakukan lelang jabatan, rotasi, mutasi, dan demosl dan penentuan besaran Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).
  • Rotasi, mutasi, dan demosi pegawai dilakukan dengan transparan melalui lelang terbuka. dan berbagai pertimbangannya tercatat dalam sistem kepegawaian (SIMPEG).
  • Meningkatkan efekiivitas dan efiensi kinerja birokrasi dengan rasionalisasi jumlah pegawai melalui seleksi penerimaan yang lebih kelak objektif dan terbuka. dan penegakan disiplin yang lebih terukur.
  • Mempercepat waktu dan kualitas respon birokrasi dalam sistem pengaduan masyarakat sebagai alat utama unluk pencegahan KKN dan mendorong perbaikan kinerja birokrasi dengan menjadikan respon terhadap pengaduan sebagai salah satu KPl.
  • Mewajibkan setiap pejabat Pemda untuk membuat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setiap tahun. Melanjutkan dan memperkuat kerja sama dengan KPK. kepolisian, kejaksaan, PPATK, BPK. dan BPKP dalam rangka pemberantasan KKN.
  • Meningkalkan transparansi anggaran melalui sistem IT yang mudah diakses publik, termasuk membuka detail kegiatan yang direncanakan, komponen yang akan dibeli, dan harga satuan barang dengan tujuan agai masyarakat dapat proaktif mengawasi penganggaran.
  • Melanjulkan keterlibatan auditor profesional dalam proses penyisiran anggaran untuk meminimalisasi penyalahgunaan dan pemborosan anggaran.
  • Menyempurnakan sistem perencanaan terpadu {mulai dan e-musrenbang sampai dengan e-budgeting) sehingga proses perencanaan semakin terkendali dan tepat sasaran.
  • Meningkatkan pendapatan daerah dengan cara memudahkan pembayaran pajak secara online dan pemberian sanksi yang tegas bagi wajib pajak yang tidak patuh.
  • Menerapkan biaya pemanfaatan aset milik Pemda dengan harga yang layak dan kompetitif di pasaran dan memperbaiki sistem pencatatan aset agar seluruh aset terinventarisasi dan terkelola dengan baik.

PENDIDIKAN

Menjamin akses pendidikan untuk seluruh warga dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta agar setara dengan kota-kota maju di dunia.

  • Melaksanakan amanat Undang-undang dengan menjamin pelayanan pendidikan berkualitas gratis selama 12 tahun bagi siswa-siswi tidak mampu dengan melanjutkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) sehingga seluruh anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa memperoleh akses pendidikan. Melalui program KJP angka putus sekolah akan dipertahankan di bawah 0,5% untuk SMA dan 0,1% imtuk SMP dan SD, dan angka partsipasi murni wajib belajar 12 tahun akan ditingkatkan dari angka di bawah 60% hingga 90%. 
  • Mewajibkan penggunaan KJP secara non-tunai agar tepat sasaran, terkontrol dan mudah dievaluasi secara berkala dengan pendataan yang semakin lengkap. 
  • Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah milik Pemda melalui pelatihan guru dengan bekerja sama dengan instansi pendidikan unggul, dengan indikator nilai rata-rata Uji Kompetensi Guru >7S dan peringkat PISA masuk dalam 30 besar kota dunia. 
  • Memberikan bantuan pendidikan perguruan tinggi bagi siswa-siswi tidak mampu untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.
  • Melanjutkan rehabilitasi bangunan sekolah-sekolah milik Pemda sebanyak 785 sekolah, sehingga 100% sekolah negeri ditunjang fasilitas pendidikan yang layak sesuai standar nasional dan berbasis IT.
  • Pembentukan SMKN mandiri yang dikerjasamakan dengan dunia usaha dan institusi lain untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat langsung berkarya di dunia kerja dan berkompetisi dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
  • Pemberian tunjangan (TKD) guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik yang berbasis kinerja untuk memberi insentif bagi tenaga pendidik yang berkualitas.
  • Rotasi guru dan kepala sekolah untuk peningkatan dan pemerataan kualitas sekolah dengan menempatkan tenaga pendidik berkinerja terbaik di medan tersulit.

KESEHATAN

Menjamin akses kesehatan untuk seluruh warga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Jakarta agar setara dengan kota-kota maju di dunia.

  • Jaminan kesehatan bagi 100% warga dengan mekanisme BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBl) kelas 3 dan mendorong keanggolaan BPJS warga melalui lurah dan Dinas Kesehatan, melalui kerja sama lurah dengar BPJS dan PTSP unluk memastikan seluruh perusahaan mendaftarkan pegawainya memiliki BPJS Pekerja Penerima Upah (PPU), dan dengan pemberian BPJS PBI kepada bayi yang baru lahir. 
  • Melaksanakan program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLOH) yang menjamin ketersediaan 1 dokter bagi seliap 5 000 warga unluk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan program preventif dan promotif kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien terminal melalui pengobatan paliatif dengan mekanisme dokter keluarga. 
  • Meningkatkan kategori 44 Puskesmas menjadi Rumah Sakit Umum Kecamatan (RSUK) dan 6 RSUK menjadi RSUD kelas C.
  • Membangun Rumah Sakii Umum Daerah (RSUD) Sumber Waras dengan pengobatan khusus penyakit kanker, jantung, otak dengan tambahan sebanyak 2.000 tempat tidur, meningkatkan akreditasi rumah sakit bertaraf internasional (akreditasi JCI) sejumlah minimal tiga RSUD, pembentukan pelayanan spesialis di setiap PSUD dengan mengoplimalkan kinerja tenaga kesehatan yang sudah ada, serta meningkatkan kerjasama dengan pihak swasta melalui pembinaan, pengawasan, dan pengendalian RS Swasta. 
  • Menambah fasilitas itensive care NICU dan PICU minimal sejumlah tiga kali lipat dan jumlah yang ada. 
  • Peningkalan pelayanan kesehatan dengan perbaikan waklu tunggu rawat jalan menjadi kurang dan 60 menit.
  • Membuat syarat kebersihan dan serlifikasi BPOM yang dievaluasi secara berkala oleh Dinas Kesehatan serta menjadi bagian pengurusan izin usaha bagi pemilik usaha kuliner maupun pedagang kaki lima.
  • Ketersediaan ambulans gratis bagi warga dengan penambahan armada 100 ambulans dengan target waktu tunggu 15 menit.
  • Meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kerja kesehatan dengan menbuka sistem rekrutmen terbuka sesuai dengan kompetensi dan kebuluhan. serta menjalankan sistem sertifikasi yang setaraf dengan kota-kota maju di dunia.

EKONOMI

Menjadikan Pemda sebagai salah satu aktor ekonomi utama untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi.

  • Meningkatkan peran BUMD dalam mendukung ekonomi daerah dan mempercepat program pembangunan prioritas di bidang ketahanan pangan, penyediaan hunian layak, infrastruktur, dan transportasi.
  • Menjamin ketersediaan 9 bahan pokok di lokasi dan dengan harga yang terjangkau bagi warga dengan mendorong peranan BUMD memotong rantai distribusi yang panjang, salah satunya melalui pelaksartaan Operasi Pasar oleh BUMD di lokasi padat penduduk secara rutin.
  • Memperbaiki kesehatan finansial dan meningkatkan perfoma BUMD melalui pemilihan manajemen yang profesional, peningkatan corporate governance, dan pengawasan BUMD berbasis IT agar BUMD memperkuat pendapatan anggaran daerah. 
  • Menciptakan sistem kerja sama yang transparan dan menguntungkan kedua belah pihak untuk memfasilitasi lebih banyak kerja sama antara Pemda dengan badan usaha (КРBU) untuk membiayai pembangunan Provinsi DKI Jakarta. 
  • Menyediakan subsidi bahan pangan bagi pemegang KJP agar ada peningkatan gizi siswa-siswi Jakarta dengan target konsumsi daging sebesar 1,5 kg/bulan/anak. 
  • Menciptakan ekosistem yang menunjang kolaborasi dan mendukung pertumbuhan kewirausahaan di Jakarta dengan penyediaan со- working space dengan fasilitas pendukung di 5 wilayah kota administrasi dan penyederhanaan izin usaha kecil dan menengah.
  • Melanjutkan revitalisasi pasar tradisiortal dan pembangunan pasar basah modern seperti di kota-kota maju di dunia.
  • Memperkuat daya saing pedagang kecil dengan mendorong pelatihan sertifikasi untuk pedagang kecil, melanjutkan pemberian kredit yang terjangkau bagi UMKM yang diintegrasikan dengan lokasi binaan, serta penyediaan lokasi usaha untuk pedagang«pedagang kecil di lokasi-lokasi yang strategis. 
  • Melanjutkan program budi daya ikan / peternakan dengan sistem bagi hasil 80% bagi warga dan 20% bagi Pemda dengan penyediaan fasilitas oleh Pemda untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok. Setelah banyak pelaku usaha berhasil, 20% akan dialokasikan untuk koperasi yang dibentuk. 
  • Membangun pasar perkulakan di Pasar Induk Kramat Jati untuk sembako murah dengan keanggotaan khusus bagi lapisan warga yang membutuhkan. seperti pemegang KJP dan warga bergaji UMP.
  • Melakukan program pemberdayaan warga rusun melalui pelatihan dan job fair agar warga rusun dapat berkontribusi secara produktif kepada perekonomian daerah.

PENANGGULANGAN BANJIR

Membebaskan Jakarta dari persoalan banjir menahun yang disebabkan oleh banjir kiriman, air pasang dan distribusi aliran air hujan yang tidak merata.

  • Mandorong percepatan penyediaan Ruang Terbuka Biru (FITB) sebesat 5% dengan menyelesaikan pembangunan 17 waduk dan 9 embung uniuk menambah tampungan air Waduk: Jagakarsa, Rawa Minyak, Pinang Panti, Pondok Rangon 1, Kampung Rambutan. Cilangkap, Marunda. Lebak Bulus. Cilandak Marinir, Brigif, Kampung Rambutan 1, Cimanggis, Sunter Hulu. Pondok Rangon 2, Rawa Lindung, Kanal Longstorage, dan Pondok Rangon Embung: Cipedak. Lebak Bulus 3. Lapangan Merah, Kramat Jati, Haji Dogol, Sejuk Raya, Penganten Ali, Cendrawasih, Sunter Jaya. 
  • Melanjutkan program pengembalian fungsi sungai dan kali yang sudah banyak ditempati hunian liar dan program relokasi warga ke rumah susun; mewajibkan lurah dan camat untuk memastikan tidak ada bangunan liar di atas seluruh saluran air di Jakarta, serta menyelesaikan normalisasi sungai melalui program JEDI. 
  • Menambah kapasitas pompa air dua kali lipat dari kapasitas saat ini untuk mempercepat surutnya genangan dan tindakan preventif banjir, terutama di daerah-daerah yang rendah, dekat dengan aliran sungai cekungan, dan kawasan Pantai Utara. 
  • Melanjutkan pembangunan tanggul haul (NCICD A) di sepanjang pantai utara (Pantura) Jakarta uniuk menyelesaikan banjir akibat air pasang.
  • Menghubungkan seluruh saluran air di Jakarta untuk mendistribusikan air hujan secara merata. serta membangun sislem pengawasan saluran air untuk mempercepat penanganan genangan dan banjir. 
  • Otomatisasi pintu-pintu air dan pompa sesuai dengan ketinggian air, curah hujan, dan kondisi saluran air yang terkait. 
  • Memperbanyak bioрогІ dan sumur resapan melalui gerakan menabung air secara berkelanjutan.
  • Pembangunan waduk di hulu sungai melalui pemberian hibah untuk waduk kepada Pemda sekitar Jakarta untuk mengatur debit air yang masuk Jakarta.

PENATAAN KOTA

Mewujudkan kota yang semakin nyaman bagi warga.

  • Mengendalikan реmbаngunап ke arah Selatan sebagai daerah resapan dan mendorong pembangunan ke arah Timur dan Barat, pembatasan intensitas pembangunan di lokasi-Iokasi tertentu untuk memperlambat laju penurunan muka tanah. dan memunculkan sentra-sentra ekonomi dan kebudayaan untuk mempercepat pengembangan ekonomi kota yang ditunjang dengan penyediaan infrastruktur yang sesuai.
  • Melaksanakan pembangunan rumah susun sebanyak 50 000 unit untuk menampung warga yang terkena relokasi dalam rangka program-program prioritas seperti normalisasi sungai. refungsi ruang terbuka hijau (RTН), dsb dan mendorong pemindahan warga ke bangunan vertikal di lokasi-lokasi padat penduduk melalui skema konsolidasi lahan untuk menyediakan ruang terbuka yang memadai. 
  • Membangun rumah susun yang terintegrasi dengan pasar tradisional, terminal, gelanggang olah raga (GOR), sekolah, dan waduk di berbagai lokasi di Jakarta yang diperuntukkan bagi warga kelas menengah ke bawah, dan membangun apartemen sewa murah di pusat kota yang terjangkau bagi warga kelas menengah untuk mengumngi kemacetan antar kota. 
  • Percepatan penyediaan RTH sebesar 30% (20% publik dan 10% swasta) dan luas kota melalui program pembelian lahan oleh Pemda uniuk mengembalikan fungsi lahan sebagai RTH dan melanjutkan pembangunan 500 RРТRА untuk memenuhi jumlah minimal RPTRA sebanyak tiga per kelurahan. 
  • Mengganti seluruh Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan penerangan pintar sebanyak 120 000 LED (smart Lighting) berbasis IT untuk penghematan biaya listrik Pemda dan mempermudah pengawasan. 
  • Melanjutkan reklamasi untuk mewujudkan Jakarta sebagai water front city sekaligus merevitalisasi daratan dan perairan Jakarta Utara melalui skema subsidi silang. 
  • Mendorong pemasangan reklame LED, pelebaran trotoar sepanjang 2.700 kilometer yang menunjang kenyamanan pejalan kaki dan ramah bagi penyandang disabilitas dimulai dan kawasan Sudirman-Thamrinn sebagai pusat kota dan ikon Jakarta. 
  • Mendorong pebaikan trotoar dan Jembatan Penyeberangan Orang /Multifimgsi (JPO/JPM) di seluruh Jakarta untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.
  • Membangun sistem ducting di berbagai wilayah Jakarta dengan menjadikan pembangunan ducting sebagai syaral izin pembangunan gedung agar pengaturan kabel utilitas dapat dilakukan dengan baik.
  • Membangun dan merevitalisasi kawasan permukiman padat penduduk sesuai kearifan lokal terintegrasi dengan pembangunan sarana taman, tempat olahraga, dan pengelolaan sanitasi masyarakat. 
  • Membangun dan menata perkampungan nelayan yang sehat dan bersih serta terintegrasi dengan tempat pelelangan ikan dan pengembangan kawasan wisata.

TRANPORTASI

Membebaskan Jakarta dari kemacetan dengan mendorong perbaikan transportasi publik dan pembatasan kendaraan pribadi.

  • Menyelesaikan pambangunan MRT Tahap 1 agar beropetasi di tahun 2019, memulai konstruksi Tahap 2 rute Bundatan HI - Ancol Timur sepanjang 13,5 kilometer di tahun 2019, dan konstruksi East-West Tahap 1 rute Ujung Menteng-Kambangan sepanjang 27 kilometer di tahun 2020. 
  • Meningkatkan palayanan transportasi bus dangan penambahan jumlah armada sebanyak 3.000 bus, penambahan rute TransJakarta serta penerapan fleet management berbasis IT untuk mencapai I juta penumpang/hari. 
  • Mangintegrasikan seluruh operator bus dalam Transjakarta agar standar pengelolaan dan pelayanan bus di seluruh rute bisa bersaing dengan kota-kota maju di dunia serta bisa dievaluasi berkala dengan indikator yang terukur. 
  • Peremajaan angkutan umum kecil {angkot) dengan bus sedang yang beroperasi di daerah pemukiman padat penduduk dan terintegrasi dengan Transjakarta.
  • Membangun jaringan 7 koridor LRT dalam kota sepanjang 110 kilometer, dimulai dengan rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 6 kilometer untuk Asian Games 2018. 
  • Menciptakan sistem respon cepat kemacetan berbasis IT dengan penempatan petugas di titik-titik rawan macet.
  • Mengimplememasikan Electronic Road Pricing (ERP) di jalan-jalan utaina guna mengurai kemacetan dan mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik. 
  • Mendorong terimplementasinya sistem transportasi di Kawasan Jabodetabek melalui integrasi jalur lintas berbagai moda transponasi publik dengan sistem single ticketing. 
  • Melanjutkan target realisasi pembangunan 45 flyover dan underpass di Jakarta dalam rangka percepatan pencapaian road ratio sebesar 11% dan mengurangi perlintasan sebidang.
  • Pengambangan fungsi terminal sebagai Transit-Orientedd Development (TOD) untuk mendorong penggunaan angkutan umum, dimulai dari pengembangan TOD untuk terminal tipe A sampai Kampung Rambutan dan Pulo Gebang. 
  • Merevitalisasi 1.413 halte bus untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dengan penambahan fasilitas, ruang tunggu, dan toilet. 
  • Memasang Terminal Elektronik Parkir (TPE) di seluruh gedung milik Pemda dan ruas jalan strategis untuk menyelesaikan masalah parkir liar dan meningkatkan pemasukan daerah,
  • Meningkatkan pelayanan bus sekolah gratis dengan menambah luas area pelayanan dengan penambahan armada sebesar 2 kali lipat. 
  • Membangun sarana park and ride unluk menyelesaikan masalah parkir liar dan memudahkan warga untuk menggunakan angkutan umum. 
  • Mengoperasikan bus lower deck dan bus tingkat gratis di jalur-jalur wisata dan komersil.

OPTIMALISASI TEKNOLOGI

Memaksimalkankan penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan Pemdan kenyamanan hidup warga.

  • Mujudkan Jakarta Smart City dengan penyempurnaan pusat kendali Jakarta / command center, penyediaan data berbasis teknologi untuk pengambilan kebijakan. dan pembuatan apiikaai-aplikasi untuk pelayanan publik dan kenyamanan masyarakat.
  • Mendorong penggunaan kartu JakartaOne untuk mengintegrasikan berbagai pelayanan publik dan aktivitas komersial dan memperbanyak transaksi keuangan non tunai, di mana data-data yang diperoleh melalui penggunaannya menjadi informasi penting untuk merumuskan kebijakan yang selaras dengan kondisi masyarakat Jakarta dan pelaksanaannya semakin tepat sasaran. 
  • Membangun sistem layanan telepon gawat darurat (emergency call center) 112 yang aksessibel 24/7, cepat tanggap, dan satu pintu melayani kebutuhan masyarakat untuk bantuan ambulans / paramedik. pemadam kebakaran dan kepolisian dan membuat aplikasi gawat darurat yang terintegrasi dengan layaran 112. 
  • Meningkatkan keamanan dan ketertiban kota dengan pengawasan terpadu melalui pemasangan 8.000 CCTV di titik-titik yang rawan persoalan kota {kriminalitas, kemacetan, genangan/banjir, tawuran, sampah, dll). 
  • Mendorong investasi pembangunan Fiber Optic (FO) agar infrastruktur teknologi Jakarta setara dengan kota-kota maju di Asia Tenggara. 
  • Menjamin ketersediaan akses WiFi gratis bagi warga di berbagai area publik. 
  • Menyediakan co-working space dengan fasilitas pendukung bagi pengusaha bidang ГГ, seperti pelaku startup, untuk mendukung perkembangan iklim ekonomi digital.

    HALAMAN :
    1. 1
    2. 2
    VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x