Bona Ventura Ventura
Bona Ventura Ventura karyawan swasta

#Dear TwitterBook, #LoveJourneyBook @leutikaprio

Selanjutnya

Tutup

Humaniora highlight

Investasi Hidup Berkualitas dari Alam Sutera

17 Februari 2017   17:31 Diperbarui: 17 Februari 2017   18:06 125 0 0
Investasi Hidup Berkualitas dari Alam Sutera
Kunjungan ke Gedung ASCC, Foto: IG Alam Sutera Realty

Kawasan Alam Sutera sudah menjadi ikon bagi wilayah Serpong. Serpong dan Alam Sutera bagai dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Sebagai sebuah kawasan hunian, Alam Sutera banyak memberikan tawaran fasilitas tidak hanya bagi segenap penghuninya saja, melainkan juga untuk masyarakat pada umumnya. Fasilitas seperti sekolah St. Laurentia mendapat siswa/i dari warga yang bukan hanya penghuni kawasan Alam Sutera semata, namun warga Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Tangerang Selatan. Mal Alam Sutera dan Living World sungguh menjadi magnet dalam kawasan yang mengundang beragam warga dari berbagai wilayah datang berkunjung.

Sebelum Kompasiana Visit pada 12 Februari 2017, penulis sudah cukup sering berkunjung ke dalam kawasan Alam Sutera. Entah berbelanja di Living World, nonton XXI Mal Alam Sutera, makan di area Flavor Bliss, mendampingi siswa/i mengikuti lomba di sekolah St. Laurentia, dan beribadah di gereja St. Laurensius.

Ketika melihat pengumuman acara Kompasiana Visit: Gaya Hidup Sehat Selaras Alam Sutera, maka tanpa berlama-lama penulis mendaftarkan diri ke admin Kompasiana. Puji Tuhan, penulis menjadi salah satu peserta terpilih.

Lokasi Kompasiana Visit Alam Sutera cukup dekat dengan kediaman penulis. Oleh sebab itu, penulis mohon izin kepada admin Kompasiana langsung meluncur ke TKP. Ternyata pada minggu pagi, 12 Februari 2017 bertepatan dengan ajang lari yang diadakan di kawasan Alam Sutera.

Rekayasa lalu lintas pun dilakukan pihak panitia yang menyebabkan banyak pengguna jalan, termasuk penulis yang harus memutar-mutar lebih jauh menuju TKP Kompasiana Visit di Synergy Building. Sebelum pukul 8 penulis tiba di TKP, ternyata sudah ada beberapa Kompasianer yang lebih dulu tiba. Tak berapa lama pesan pendek dari admin Kompasiana menginformasikan agar berkumpul di Marketing Office Alam Sutera yang berada di area Mal Alam Sutera. Kepindahan lokasi Kompasiana Visit tidak jauh. Kurang lebih hanya 5 menit penulis berpindah dari Synergy Building ke Marketing Office Alam Sutera. Selang 5 menit kemudian, tibalah 1 bis berisi Kompasianer yang berangkat dari meeting point BBJ (Bentara Budaya Jakarta), Palmerah.

Setelah registrasi ulang, Kompasianer bersiap memasuki 3 bis Sutera Loop yang mengantarkan berkeliling di area kawasan Alam Sutera. Tiap bis didampingi oleh 2 orang dari manajemen Alam Sutera. Mereka selama dalam perjalanan memberikan beragam informasi kawasan Alam Sutera. Cukup sulit membagi fokus selama perjalanan di bis antara menyimak beragam keterangan pemandu Kompasiana Visit, memfoto beragam lokasi di Alam Sutera, dan menyamankan diri duduk di bis yang terus bergerak.

Sesi tanya jawab - Foto: dokpri
Sesi tanya jawab - Foto: dokpri

Bertandang dan Mencoba

Di Kompasiana Visit, Kompasianer dipersilahkan mencoba cara menggunakan panic button. Namun, tidak ada yang memberanikan diri mencoba. Salah satu pemandu dalam bis 3 akhirnya mencoba menekan panic button. Simulasi tersebut cukup memberikan pemahaman pada para Kompasianer, betapa terintegrasi sistem keamanan kawasan Alam Sutera.

Selanjutnya, 3 bis rombongan Kompasianer mampir berkunjung ke gedung Alam Sutera Command Center (ASCC). Gedung ini tidak sembarangan orang boleh memasukinya. ASCC beroperasi 24 jam dengan kondisi suhu yang harus terjaga dinginnya, karena alat-alat pemantau CCTV yang selalu beroperasi tanpa henti 24 jam.

Perjalanan berkeliling dengan Sutera Loop diakhiri dengan kembalinya 3 bis ke lahan depan Marketing Office Alam Sutera. Acara berlanjut dengan perbincangan yang dipandu oleh Mas Raja dari Kompasiana. Perbincangan santai dan hangat tersebut menghadirkan Marketing Director Alam Sutera, Lilia Sukotjo dan Yovita Liwanuru, Miss Scuba International 2012.

Selama sesi perbincangan Bu Lilia cukup mendominasi. Yovita seperti sekadar pelengkap acara. Mungkin di acara Kompasiana Visit berikutnya perlu mempertimbangkan tema yang tidak berat sebelah pembahasannya hanya ke satu pembicara.

Foto Bersama Kompasiana Visit - Foto: IG Alam Sutera Realty
Foto Bersama Kompasiana Visit - Foto: IG Alam Sutera Realty

Kawasan Idaman di Alam Sutera

Kala sesi perbincangan Bu Lilia dengan cukup detail memaparkan awal mula pengembang Alam Sutera menjalankan bisnis di bidang properti. Sebagai pengembang baru, perusahaan berusaha memahami hati terdalam konsumen. Sebelumnya perusahaan pengembang Alam Sutera bergerak di bidang tekstil. Langkah pertama mereka bekerjasama dengan institusi pendidikan, sekolah St. Laurentia. Pihak pengembang menurut keterangan Bu Lilia hendak menjamin bahwa para penghuni kawasan Alam Sutera tidak perlu bingung menyekolahkan putera/ puterinya.

Pihak pengembang Alam Sutera dengan sadar mengedepankan kawasan hunian hijau, aman, dan nyaman. Barisan tetumbuhan di jalan-jalan utama/ jalan-jalan di dalam kluster menyumbang keteduhan dan memasok oksigen bersih, tersedianya danau-danau resapan dan pengindah estetika hunian, tersedianya fasilitas umum, fasilitas sosial semakin menjadikan kawasan hunian Alam Sutera sebagai investasi hidup berkualitas bagi segenap penghuninya. Bu Lilia berujar, “Alam Sutera not creating product but create life.”

Sesi Tanya Jawab

Pada sesi tanya jawab 3 penanya Kompasianer memberondong pertanyaan untuk Bu Lilia. Tidak ada satu pun yang bertanya kepada Yovita. Cukup sedih juga sih. Semakin menguatkan label bahwa ia sekadar pelengkap acara.

  • Pertanyaan pertama dari Andri: “Bagaimana gaya bangunan di Alam Sutera dan rancang pembangunan wilayah?” Bu Lilia langsung sigap menjawabnya bahwa pengembang Alam Sutera mengembangkan arsitektur tropis yang memaksimalkan lubang udara. Utamanya pengembang Alam Sutera selalu mengembangkan kawasan hunian yang berorientasi kepada konsumen. Tegas Bu Lilia bahwa Alam Sutera not just cerating product, but create life.
  • Pertanyaan kedua dari Danis: “Bagaimana ide membangun kluster dan kiat menghadapi kompetitor?” Jawaban Bu Lilia terhadap pertanyaan ini mengupas fakta ternyata pengembang Alam Sutera sampai mengunjungi 17 konsultan untuk curah ide sebelum mengembangkan hunian. Strategi menghadapi kompetitor tambah Bu Lilia dengan cara mengembangkan kawasan hunian yang hijau dan berkelanjutan.
  • Pertanyaan berikutnya berkisar tentang keunggulan Alam Sutera dibanding kompetitornya. Dengan detail Bu Lilia menjelaskan bahwa kini sudah banyak perusahaan yang memilih kawasan Alam Sutera sebagai tempat kantor utamanya, seperti BCA, Deltomed, KinoCare, Alfamart dan beberapa yang sudah siap membangun. Kehadiran beberapa kantor utama perusahaan di kawasan Alam Sutera semakin meningkatkan prestise kawasan. Akses langsung pintu tol juga merupakan satu keunggulan kawasan.
  • 2 penanya terakhir masih bertanya seputar cara pengembang Alam Sutera bersaing dengan pengembang tetangga di sekitar kawasan. Keunggulan Alam Sutera adalah metode pengembangan berwawasan ekologis, inovatif, penyediaan 40% fasum dan fasos yang menunjang aktivitas penghuninya. 3 alasan mengapa orang wajib memiliki rumah di Alam Sutera tegas Bu Lilia, “healthy living, high investment return, dan world class retires.” Selanjutnya, Alam Sutera akan berencana membangun pengelolaan sampah serta pada bulan Desember 2017 akan ada produk baru yang diluncurkan.

Sesi perbincangan diakhiri dengan foto bersama. Dilanjutkan makan siang diselingi oleh pengumuman pemenang Twitter dan Instagram Competition. Kompasiana Visit: Gaya Hidup Sehat Selaras Alam, 12 Februari 2017 menyegarkan pikiran dengan kehijauan kawasan Alam Sutera, menimbulkan decak kagum terhadap smart township yang sudah mendekati kawasan perumahan di luar negeri, menambah pengetahuan tentang konsep pengembang yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan serta memperat tali silaturahmi antar Kompasianer yang sering dilihat wara-wiri menulis di Kompasiana, namun ada yang baru lihat kali pertama kemarin. Sampai jumpa rekan-rekan di acara Kompasiana Visit berikutnya. Terima kasih Alam Sutera dan Kompasiana.

Bis 3 siap berangkat - Foto: dokpri
Bis 3 siap berangkat - Foto: dokpri