Mohon tunggu...
Bona Ventura Ventura
Bona Ventura Ventura Mohon Tunggu... Guru - Kontributor buku antologi: Presiden Jokowi: Harapan Baru Indonesia, Elex Media, 2014 - 3 Tahun Pencapaian Jokowi, Bening Pustaka, 2017 | Mengampu mapel Bahasa Indonesia, Menulis Kreatif, dan media digital di SMP Pahoa, Gading Serpong

#Dear TwitterBook, #LoveJourneyBook @leutikaprio

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Honorer Sayang, Honorer Malang

26 Agustus 2021   18:03 Diperbarui: 26 Agustus 2021   18:20 362 6 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Honorer Sayang, Honorer Malang
Guru bak pelita.  Foto - DokPri

Ketika Jepang luluh-lantak dibom atom oleh pasukan sekutu. Kaisar Jepang segera mengumpulkan semua bawahan untuk menanyakan jumlah guru yang masih tersisa. Segera kumpulkan guru yang masih hidup dan bangun kembali sekolah. "Kita bangkit kembali," ujar sang kaisar. Kisah heroik tersebut menyuratkan makna bahwa perubahan suatu bangsa dimulai dengan peran guru.

Potret Guru di Indonesia

Dahulu guru menjadi profesi yang diidamkan sebab kelas sosial yang disandang terhormat dalam masyarakat. Seiring waktu bergulir profesi mulai tidak menjadi pilihan bagi generasi muda. Mengapa ini dapat terjadi?

Mari tengok sejenak lirik lagu, Oemar Bakri gubahan Iwan Fals. Oemar Bakrie Oemar Bakrie/ Pegawai negeri/ Oemar Bakrie Oemar Bakrie/ Empat puluh tahun mengabdi/ Jadi guru jujur berbakti memang makan hati// Oemar Bakri Oemar Bakrie/ Banyak ciptakan menteri/ Oemar Bakrie/ Profesor dokter insinyur pun jadi/ Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakrie/ Seperti dikebiri//

Sudah puluhan tahun lagu ini tercipta, namun apa yang disuarakan dalam lagu masih tetap relevan dengan situasi kekinian. Kebetulan penulis terlahir dalam keluarga guru. Mendiang ayah sempat sekitar lima tahun menjadi guru honorer. Beruntung sekali ayah lolos tes CPNS pada kesempatan kedua.

Kala masih mengabdi menjadi guru honorer penghasilan ayah sangat minim, tetapi ibu terus mendukung agar tekun menjalani profesi tersebut. Terbukti berkat dukungan terus-menerus ibu membuat ayah tanpa lelah menjadi guru honorer hingga berujung diterima menjadi guru ASN.

Kisah ayah penulis berujung manis, namun masih banyak guru-guru honorer yang mengabdi puluhan tahun tanpa memiliki kejelasan dan harapan. Gaji minim serta mereka tidak tahu sampai kapan statusnya berubah menjadi ASN.

Kerinduan mereka adalah berakhirnya status honorer menjadi ASN. Status honorer tanpa kejelasan, bahkan menerima gaji yang jauh dari kata layak. Banyak kisah memilukan tentang honorer yang sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun justru terpaksa mencari pekerjaan sampingan demi bertahan hidup. Padahal di tangan mereka generasi masa depan bangsa dididik dan disiapkan menyongsong masa depan. Sebaliknya, nasib honorer bagai tiada cahaya di ujung jalan. Mereka terus mengabdi tanpa ada kepastian status kepegawaian.

Di mana Peran Pemerintah?

            Status guru honorer yang disandang bagai hidup segan mati tak mau. Terus dijalani namun tiada kepastian. Hanya satu alasan, mengapa para guru honorer mampu bertahan mengarungi badai pengabdian, yakni mencintai pekerjaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan