Boe Berkelana
Boe Berkelana lainnya

Pejalan. Menetap di Labuan Bajo-Flores, NTT

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menjenguk Thomas Jefferson dan Abraham Lincoln di National Mall, Washington DC

19 Mei 2017   11:32 Diperbarui: 19 Mei 2017   15:24 78 1 0
Menjenguk Thomas Jefferson dan Abraham Lincoln di National Mall, Washington DC
Pemadangan dari teras gedung Memorial Abraham Lincoln. Di kejauhan sana adalah Monumen Washington.

Kota Washington DC, ibukota negara Amerika Serikat, secara formal bernama Distrik Columbia. Namun umumnya disebut Washington "the District", atau D.C. Salahsatu kota besar nan penting di AS namun tidak menjadi bagian dari negara bagian manapun. Ia semacam kota khusus yang langsung diatur oleh pemerintahan federal (pemerintah pusat).

Sebagai sebuah kota yang sangat penting di AS, yang namanya diambil dari nama Presiden George Washington, Washington DC adalah rumah bagi 176 kantor kedutaan besar negara-negara di dunia, markas dari banyak organisasi internasional, lembaga perdagangan, institusi-institusi, dan asosiasi-asosiasi profesional. Selain itu, ibukota yang dibentuk tahun 1791 ini memiliki begitu banyak museum dan monumen-monumen peringatan. Museum-museum dan monumen-monumen ini adalah semacam tempat bagi beberapa peristiwa penting AS di masa lalu ditulis ulang. 

Salah satu kawasan yang menjadi tempat bagi beberapa museum dan monumen itu adalah National Mall. Sebuah taman nasional terbuka yang letaknya tepat di pusat kota Washington DC. National Mall ini adalah unit dari National Park Service (NPS) dan dikelola oleh National Mall and Memorial Parks. Di National Mall ini ada beberapa museum dan memorial park untuk mengenang beberapa peristiwa penting AS masa lalu dan untuk mengenang beberapa founding fathers dan presidennya. 

Beberapa memorial penting itu adalah Memorial Franklin Delano Roosevelt, Memorial Thomas Jefferson,  Memorial Abraham Lincoln, Memorial veteran Perang Korea, Memorial veteran Perang Vietnam,  Memorial Martin Luther King Jr, Memorial Perang Dunia II, dan Monumen Washington yang bangunannya mirip tugu Monas di Jakarta.

Dari beberapa memorial itu, saya bersama lima belas (15) orang kawan muda lainnya dari lima negara ASEAN yang sedang mengikuti Professional Fellowship Program (PFP) Young Southeast Asian Leaders Initiatives (YSEALI) yang diadakan oleh American Council of Young Political Leaders (ACYPL) di AS untuk periode Spring 2017 hanya sempat mengunjungi beberapa memorial saja. Itu kami lakukan di akhir April lalu, di hari kedua setelah tiba di Washington DC, sebelum disebar ke lembaga-lembaga penempatan (host institution) di beberapa negara bagian seantero AS.

Ditemani Mr Kenny, Guide yang mengantar kami ke National Mall hari itu, kami hanya mengunjungi Memorial Thomas Jefferson, Memorial Abraham Lincoln, Memorial Veteran Perang Vietnam, dan Memorial Veteran Perang Korea.

Yang pertama, Memorial Thomas Jefferson. Memorial ini adalah memorial untuk mengenang Thomas Jefferson. Salah satu tokoh pendiri (founding father) AS sekaligus Presiden ke-3 negara itu (1801-1809), juga dikenal sebagai sebagai tokoh kunci dalam penyusunan ‘Declaration of Independence’ AS.

Memorial ini bukan hanya untuk mengenang dirinya sebagai seorang pribadi tapi juga sebagai penghormatan atas kontribusi pemikirannya bagi ‘the Declaration of Independence’ dan konstitusi AS.

Gedung Jefferson Memorial nampak dari halaman belakang. Mestinya ini foto gak pake model. Maafkan.
Gedung Jefferson Memorial nampak dari halaman belakang. Mestinya ini foto gak pake model. Maafkan.

Di dalam gedung memorial ini berdiri tegak patung Thomas Jefferson (patung perunggu setinggi 19 kaki) dan inskripsi 'Declaration of Independence'. Patung Thomas Jefferson itu tepat melihat ke arah White House yang berada di seberang danau. Memorial ini dibuat pada tahun 1943.

Yang kedua, Memorial Abraham Lincoln. Sama seperti memorial Thomas Jefferson, Memorial Abraham Lincoln adalah memorial untuk mengenang Abraham Lincoln, Presiden ke-16 AS (1860-1865). Selain untuk mengenangnya sebagai Presiden, juga sebagai tokoh AS atas jasa-jasanya dalam Perang Sipil. Abraham Lincoln dikenal sebagai salah satu Presiden hebat dalam sejarah AS. Ia dibunuh pada tahun 1865, sebulan sebelum perang sipil berakhir. Di dalam memorial di Nationall Mall ini, Patung Lincoln yang sedang duduk tampak begitu berwibawa. Beberapa inskripsi pidatonya ditulis di dinding. Di teras gedung, juga ada ‘tanda’ tempat Martin Luther King Jr menyampaikan pidato 'I Have Dream'nya yang heorik itu. Salah satu pidato hebat dalam sejarah AS yang disaksikan oleh sekitar 250.000 warga AS kala itu. Monumean Abraham Lincoln dibuat pada tahun 1922.

Patung Abraham Lincoln di Memorial Abraham Lincoln. Ia tepat menatap ke arah Monumen Washington dan Gedung Putih.
Patung Abraham Lincoln di Memorial Abraham Lincoln. Ia tepat menatap ke arah Monumen Washington dan Gedung Putih.

Yang ketiga, Memorial Perang Korea. Dibuat tahun 1995 di ulangtahun ke 42 berakhirnya perang Korea. Berbeda dengan Memorial Thomas Jefferson dan Memorial Abraham Lincoln yang berupa gedung, Memorial Perang Korea adalah sebuah taman hijau dengan patung-patung. Total ada sembilan belas (19) patung prajurit AS di memorial ini. Prajurit yang mewakili beberapa cabang angkatan bersenjata AS yang terlibat dalam Perang Korea kala itu.

Memorial Perang Korea. Sembilan belas patung tentara AS yang gugur selama Perang Korea ada di memorial ini.
Memorial Perang Korea. Sembilan belas patung tentara AS yang gugur selama Perang Korea ada di memorial ini.

Yang keempat, Memorial Perang Vietnam. Sebuah memorial untuk mengenang lebih dari 58.000 prajurit AS yang gugur selama perang Vietnam yang terjadi dari tahun 1959-1975. Memorial ini berupa sebuah dinding panjang tempat nama-nama tentara AS yang gugur selama perang Vietnam ditulis. Menurut Keny, guide yang menemani city tour kami hari itu, dinding Memorial Perang Vietnam ini didesain oleh Maya Lin pada tahun 1981. Maya Lin adalah mahasiswa sarjana di Yale University yang kala itu menjadi pemenang sayembara design monumen Perang Vietnam. Kala itu, Maya Lin menyisihkan 1.441 design pesaingnya. Dinding ini dibuat pada tahun 1982.

Memorial Perang Vietnam. Ribuan nama tentara AS yang gugur di Perang Vietnam ditulis di dinding ini.
Memorial Perang Vietnam. Ribuan nama tentara AS yang gugur di Perang Vietnam ditulis di dinding ini.

Demikianlah Washington DC. Sejatinya sebuah Ibukota negara, ia bukan hanya menjadi rahim tunggal dari beragam peristiwa kekinian yang mengatur seluruh Amerika (bahkan dunia), ia juga adalah ‘Ibu’ yang senantiasa merawat cerita-cerita penting masa lalu. Selain Gedung Putih dan Gedung Capitol, ada National Mall. Dan di National Mall, kisah hebat tokoh-tokoh penting dalam sejarah AS dan beberapa peristiwa penting masa lalu AS lainnya bisa dibaca ulang. Dan di National Mall pula, Thomas Jefferson dan Abraham Lincoln bisa dijenguk kapan saja. (*)


Minneapolis-Minnesota 18/05