Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... Dosen - 🌱

Menulis untuk berbagi pada yang memerlukan. Bersyukur atas dua juta tayangan di Kompasiana karena sahabat semua :)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bocah Pemulung Baca Al Quran dan Pasal 34 yang Indah dalam Tulisan

7 November 2020   06:13 Diperbarui: 16 November 2020   12:52 842
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dua anak jalanan tertidur pulas di trotoar perempatan Jalan Gelora, Jakarta. Foto yang diabadikan oleh fotografer Kompas Alif Ichwan ini menjadi foto yang ditampilkan di pameran foto Unpublished di Bentara Budaya Jakarta, 6-12 Februari 2017.(KOMPAS / ALIF ICHWAN)

Muhammad Akbar seolah "menyindir" saya yang malas membaca kitab suci agama saya. 

Terima kasih, dik Akbar. Saya dengan rendah hati mengakui, banyak yang harus saya pelajari dari semangatmu.

Pasal 34 UUD 1945: Indah Tulisan

Mari beralih pada masalah pokok yang hendak saya angkat dalam tulisan sederhana ini. Kita tahu dan mungkin juga hafal pasal-pasal UUD 1945.

Salah satu pasal yang masih saya ingat sampai sekarang adalah pasal 34 UUD 1945 yang berbunyi: "

1)  Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara.

2)  Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

3)  Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

Membaca pasal perlindungan hak fakir miskin dan anak terlantar itu, serasa melayang ke surga yang indah. Tempat segala duka lenyap tak bersisa. Sungguh, pasal 34 UUD 1945 ini sangat indah. Setidaknya dalam tulisan, bukan dalam kenyataan.

Mari kita ulik kisah Akbar, bocah pemulung tadi. Ia hanya bersekolah hingga kelas 4 SD. Setelah putus sekolah, praktis ia menjadi anak jalanan. Mengais rezeki dengan mengamen dan memulung sampah. 

Artinya, sudah bertahun-tahun Akbar hidup sebagai anak jalanan. Ia bahkan bertualang hingga Jawa Tengah dan Lampung. Bukan hanya untuk memulung, tetapi terutama untuk mencari ibunya yang telah lama meninggalkannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun