Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... Keberagaman adalah anugerah terbaik bagi Indonesia

ruangberbagikompasiana@gmail.com. Dilarang memuat ulang artikel untuk komersial. Hak cipta dilindungi UU.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Gugurnya Don Roberto, Guncang dan Satukan Umat Kristiani dan Islam di Italia

18 September 2020   06:17 Diperbarui: 18 September 2020   11:07 5590 58 19 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gugurnya Don Roberto, Guncang dan Satukan Umat Kristiani dan Islam di Italia
Don Roberto Malgesini - tpi.it

Ada suatu berita penting dari Italia yang sayangnya luput dari perhatian (semua) media massa Indonesia. Setidaknya hingga 17/9, tak satupun kantor berita Indonesia mewartakan pembunuhan Don Roberto Malgesini, yang mengguncang sekaligus menyatukan Italia.

"Don" adalah salah satu sebutan bagi pastor Katolik di Italia. Don Roberto, sang pastor keuskupan Como di dekat Milan pada 15 September lalu sedang mengantar sarapan bagi kaum miskin dan imigran di sekitar tempat ia ditugaskan. Tasnya penuh berisi bungkusan makanan bagi kaum papa dari aneka latar belakang asal negara, etnis, dan agama. 

Sekitar pukul tujuh pagi, ia menjumpai seorang imigran yang biasanya ia bantu. Tanpa diduga, imigran itu menusuk Don Roberto berkali-kali.

Ternyata sang imigran asal Afrika utara itu mengalami gangguan kejiwaan dan tetiba merasa terancam dengan kehadiran Don Roberto. Don Roberto tidak menduga, imigran yang biasanya ia bantu itu menyerangnya secara brutal dengan sebilah pisau.

Pastor budiman itu pun wafat akibat sejumlah tusukan. Tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian tragis itu. Beberapa saat kemudian, barulah ada orang yang melihat Don Roberto tergeletak bersimbah darah. Sayangnya, beliau tak lagi dapat ditolong.

Pastor Penolong Orang Tersingkir

Don Roberto, imam berusia 51 tahun itu adalah penolong orang tersingkir di kota Como. 

settimanalediocesidicomo.it
settimanalediocesidicomo.it
Di pagi hari sampai siang, ia rajin mengunjungi gelandangan dan imigran dari luar Italia yang dari tahun ke tahun makin banyak jumlahnya. Di malam hari, ia berkeliling membagikan pakaian dan selimut hangat. 

Rutinitas ini telah Don Roberto jalani selama sepuluh tahun.

Kita tahu, situasi Afrika (utara) memang tidak stabil dan rentan secara ekonomi. Imigran dari Nigeria, Tunisia, dan Libia membanjiri Italia. Ditambah dengan imigran dari Eropa Timur, jumlah imigran (gelap) di Italia terus membengkak.

Uni Eropa dan pemerintah Italia mencoba memperhatikan para imigran ini. Akan tetapi, harus diakui, ada juga oknum pemerintah yang justru mencari kesempatan dengan menggelapkan dana bantuan untuk imigran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x