Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... -nulis kalau gatal :)-

Keberagaman adalah anugerah terindah bagi Indonesia. ruangberbagi@yandex.com Artikel hanya ditulis untuk Kompasiana. Dilarang memuat ulang untuk kepentingan komersial.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Sudah Tahu Sejarah Unik Karantina?

4 April 2020   12:41 Diperbarui: 4 April 2020   12:58 227 15 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sudah Tahu Sejarah Unik Karantina?
Ruas jalan menuju Jalan Raya Darmo Surabaya juga ditutup pada Jumat (27/3/2020) malam untuk cegah penyebaran Covid-19.(KOMPAS.COM/A. FAIZAL)

Belakangan ini kita ramai memperbincangkan karantina demi mencegah penularan virus korona. Sudahkah kita tahu asal muasal kata karantina yang ternyata memiliki sejarah unik?

Bahasa Indonesia kemungkinan besar menyerap kata karantina dari kata kata bahasa Belanda, quarantaine atau kata bahasa Inggris, quarantine.

Bahasa-bahasa Jermanik modern menyerap kata ini dari bahasa Venesia, quarantena. Secara harfiah, quarantena berarti 40 hari. Istilah ini digunakan pada abad ke-XIV untuk menyebut masa isolasi 40 hari yang wajib dilakukan penumpang dan awak kapal dari daerah terdampak wabah sebelum diperbolehkan mendarat di pelabuhan.

Aturan quarantena ini mulai ditetapkan demi mencegah penyebaran wabah pes Maut Hitam atau Black Death (1346--1353) yang disebabkan bakteri Yersinia pestis. Bakteri ini hidup dalam kutu tikus rumah.

Wabah pes ini merebak pertama kali di Kaffa (Feodosia), tepi Laut Kaspia. Catatan sejarah menunjukkan, inang wabah pes ini terbawa oleh tentara Mongol yang sampai ke Semenanjung Krimea melalui Jalur Sutera.

Dari Krimea, kapal-kapal dagang membawa inang pes ke kota Genoa, Italia dan akhirnya ke seluruh Eropa.

Wabah Maut Hitam diperkirakan telah membunuh sekitar 50 persen penduduk Eropa pada abad ke-XIV. Jumlah populasi Eropa baru dapat pulih sekitar 200 tahun setelahnya. Bahkan, populasi kota Firenze di Italia baru kembali ke titik semula pada abad ke-XIX.

Venesia, kota pelabuhan dagang ramai pada abad ke-XIV adalah kota pertama yang memberlakukan quarantena pada 1347, tahun pertama setelah munculnya pes di Semenanjung Italia. Rumah sakit pertama untuk pasien pes didirikan di Lazzaretto Vecchio, pulau kecil dekat Venesia pada 1403.

Kata quarantena bersinonim dengan contumcia yang berasal dari bahasa Latin. Praktik karantina atau contumcia pada masa wabah Maut Hitam dibagi menjadi dua.

Pertama, contumcia di osservazione. Selama menjalani observasi medis, kapal masih boleh bersandar di pelabuhan umum. Kedua, contumcia di rigore. Menurut aturan ini, kapal harus bersandar di pelabuhan khusus.

Mengapa masa karantina selama 40 hari diterapkan pada saat wabah pes padahal inangnya, kutu tikus rumah tidak lantas mati setelah 40 hari? Tampaknya, masa 40 hari diterapkan bukan atas dasar pengetahuan medis yang pada masa itu belum berkembang dengan baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN