Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... Keberagaman adalah anugerah terbaik bagi Indonesia

Dilarang memuat ulang artikel untuk komersial.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Kontroversi Terowongan Silaturahmi dan 4 Hal di Benak Jokowi

24 Februari 2020   06:28 Diperbarui: 24 Februari 2020   06:30 210 6 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kontroversi Terowongan Silaturahmi dan 4 Hal di Benak Jokowi
Kompas Images/Kristian Purnomo-Roderic Adrian

Gagasan Presiden Joko Widodo untuk membangun terowongan bawah tanah antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral rupanya menuai kontroversi. Jokowi ingin menghubungkan Masjid Istiqlal dan Katedral dengan terowongan bawah tanah yang aman bagi pejalan kaki.

Warga(net) mengajukan keberatan berikut: 1). Terowongan toleransi tidak mendesak, lebih baik anggaran untuk pos yang lebih penting;

2.) Pembangunan terowongan ini memuat unsur "pencitraan" bagi Jokowi; 3) Jokowi tak peka terhadap kasus intoleransi akhir-akhir ini, tapi sibuk bangun terowongan.

Sebagian warga(net) setuju karena menganggap kehadiran terowongan itu akan menguatkan kedekatan Istiqlal-Katedral sebagai simbol toleransi agama-agama di Indonesia. 

Membaca Isi Pikiran Jokowi

Sah-sah saja mengkritik pendapat Jokowi soal terowongan toleransi. Akan tetapi, pernahkah mencoba memahami apa kira-kira yang ada di benak  Jokowi soal terowongan ini? Apa kaitannya dengan sejarah hidup dan kiprah politik Jokowi? Kiranya Jokowi dipengaruhi oleh empat hal.

1. Jokowi sendiri dibesarkan dalam lingkungan yang bineka. 

Pernah menonton film Jokowi (2013) yang dibintangi  Teuku Wisnu dan Priscilia Nasution? Sebuah adegan melukiskan perjumpaan Jokowi kecil dengan keluarga nonmuslim, tetangga barunya.

Adegan dalam film itu bukan sepenuhnya fiksi. Tetangga masa kecil Jokowi memang tak hanya beragama Islam saja. Ibu Sutarti, tetangga Jokowi di bantaran Kali Anyar Solo, kerap mengantar Jokowi ke rumah saudaranya dengan sepeda. Ibu Sutarti adalah seorang pemeluk agama Kristen Protestan.

 Jokowi sejak kecil dibesarkan dalam lingkungan yang bineka. Baginya hidup bersama penganut agama dan kepercayaan yang beraneka adalah bagian dari hidupnya sendiri.

2. Jokowi meneruskan gagasan kebangsaan Soekarno

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN