Mohon tunggu...
Bobby MSF
Bobby MSF Mohon Tunggu... berbagi itu indah

kontakbobby@zoho.eu

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Janggalnya Anggaran Fantastis Formula E, Netralitas KPK Diuji

15 Januari 2020   06:26 Diperbarui: 15 Januari 2020   18:31 631 7 1 Mohon Tunggu...
Janggalnya Anggaran Fantastis Formula E, Netralitas KPK Diuji
Foto: lautomobile.aci.it

Jagad twitter Indonesia hari ini ramai oleh dua kubu pendukung dan penolak Gubernur  DKI Anies Baswedan. Di tengah perang tagar itu, kultwit pakar otomotif @karman_mustamin mencuri perhatian publik.

Karman Mustamim adalah wartawan otomotif senior. Ia pernah meliput balapan F1 dan berjumpa langsung dengan legenda F1 Aryton Senna. Lepas dari afiliasi politik, cuitan Karman Mustamim secara objektif patut kita percayai karena si pencuit punya wawasan mendalam soal dunia balap dan otomotif. Ia sempat pula menulis artikel populer di Kompasiana di utas ini.

Anggaran Fantastis Formula E Jakarta

Karman Mustamim mengawali cuitannya dengan utas ke berita kompas.com tentang anggaran triliunan rupiah Formula E yang dikritik warganet. Berita itu menulis, total anggaran yang diajukan mencapai Rp 1,6 triliun. 

Karman lantas mengomentari,"Data Forbes, pada penyelenggaraa Formula E tahun 2017, itu dilaksanakan di 12 kota di seluruh dunia. Dan sekadar info, di tahun itu Formula E Operations menghabiskan 115,1 (juta) Euro. ini untuk 12 kota ya...Kalau gue ambil kurs 1 Euro = Rp 15.300, maka sepanjang musim 2017, Formula E Operations cuma butuh dana 1,76 Triliun rupiah. Nah, pertanyaan yang sederhana; kenapa untuk menyelenggarakan Formula E di Jakarta saja, perlu dana 1,7 triliun rupiah?"

Artikel asli yang mungkin dirujuk Karman Mustamim adalah ini. Dalam artikel itu, disebutkan bahwa FEO (Formula E Operations) pada 2017 memang mengeluarkan dana 115,1 juta euro untuk penyelenggaraan Formula E di aneka kota. Bahwa DKI Jakarta menganggarkan hingga Rp 1,6 triliun rupiah (setara 105.290.720 euro) untuk balapan di satu kota saja sudah mengundang tanda tanya besar.

Karman melanjutkan cuitannya dengan mengatakan komponen anggaran berupa commitment fee sebesar 20.790.000 pounsterling. Ini setara 360 miliar rupiah. 

Akan tetapi, di pos anggaran lain yang diajukan sebesar 934 miliar, sebagiannya disebut merupakan anggaran penyelenggaraan. Jumlah pos ini 22 juta pound atau sekitar  380,93 miliar rupiah.

Dalam pos yang sama, ada biaya asuransi 35 juta Poundsterling atau lebih dari 550 miliar rupiah. Waktu Allianz hengkang dari sponsor F1 dan pindah jadi sponsor FE, perusahaan asuransi ini mendapatkan saham FE sebesar 3,5%. 

Uang yang dikeluarkan Allianz untuk membeli saham FE diperkirakan hanya 18,7 juta Pound menurut perkiraan The Telegraph. Karman tidak mengarang. Ini utas ke artikel yang kemungkinan ia rujuk.

Karman lantas menuliskan keheranannya, mengapa Pemda DKI Jakarta harus keluar uang 35 juta Pounsterling untuk membayar asuransi seluruh sirkus ini, sementara perusahaan asuransi Allianz hanya keluar uang 18,7 juta Pound tapi dapat saham 3,5%. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x