Mohon tunggu...
Berbagi Ilmu
Berbagi Ilmu Mohon Tunggu... berbagi itu indah

kontakbobby@zoho.eu

Selanjutnya

Tutup

Hukum Artikel Utama

Sel Istimewa ala Setya Novanto Itu Memang Ada

21 November 2019   06:39 Diperbarui: 21 November 2019   16:15 0 23 6 Mohon Tunggu...
Sel Istimewa ala Setya Novanto Itu Memang Ada
makassar.tribunnews.com

Matahari pagi di kota X baru saja menyinarkan berkas-berkas perdananya. Jumat itu, seperti Jumat-Jumat lain, saya dan rekan-rekan pendamping rohani para napi menanti dengan sabar di depan gerbang sebuah LP yang kokoh.

Tepat jam sembilan, koordinator kami membunyikan bel. Seorang sipir membuka jendela berterali besi. Ia lantas membuka pintu utama yang tebalnya minta ampun itu. "HP mohon dikumpulkan. KTP atau kartu identitas lain mohon ditunjukkan," kata sipir lain. 

Kartu tanda identitas kami "ditukar" dengan kartu pengunjung yang harus kami kalungkan selama kami berada dalam lingkungan penjara. Berbekal kartu itu, kami boleh memasuki pintu kedua. 

LP di tepi jalan besar ini mampu menampung sekitar 500 orang. Ada pula napi perempuan. Taman dan lapangan di dalam cukup indah. Lingkungan bersih. 

Kami berjalan lurus saja dari gerbang depan melintasi bengkel kerja para napi. Letaknya di tengah kamar-kamar para narapidana. Saat pertama kali masuk ke situ, saya dag dig dug juga. 

Akan tetapi, rasa takut itu lama-lama berubah jadi rasa kasihan. Sebabnya, kondisi ruangan dan fasilitas para napi amat bersahaja. Satu kamar sepertinya dihuni lebih dari empat napi. Bangunan tua itu tampaknya tak banyak berubah dari dulu.

Kami memasuki sebuah aula yang biasa dipakai untuk bina rohani para napi. Letaknya di bagian belakang LP. Tiada kursi, hanya hamparan karpet.

Sekitar 30-an saudara-saudari penghuni LP menyambut kedatangan kami. Umumnya orang-orang yang saya duga dari latar belakang ekonomi lemah. 

Ada sekitar sepuluh napi perempuan di antara mereka.

Selama bina rohani, kami memang lebih banyak berdoa dan mendengarkan renungan rohani. Barulah setelah renungan selesai, ada sedikit waktu untuk acara santai.

Biasanya kami ngobrol dengan saudara-saudari yang duduk di kanan-kiri. Setelah pertemuan ke sekian, barulah ada suasana yang cair. Sebagai tim pendamping, kami memang harus hati-hati saat bertanya. Lebih-lebih soal kejahatan apa yang membawa mereka ke penjara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN